Pergi Ke Isekai Bersama Sistem [Versi Me]

Pergi Ke Isekai Bersama Sistem [Versi Me]
sistem ngambek


__ADS_3

[START READING]


.


.


.


.


hari demi hari berganti dan bulan berganti bulan sudah satu bulan Aria tinggal di isekai bersama keluarga barunya yaitu warga desa yang memungutnya. Aria sekarang sudah menjadi lebih kuat karena bantuan sistem dan kerja kerasnya yang berlatih setiap hari


"sistem seperti nya hari ini aku akan libur sebentar karena akan ikut kakek ke kota terdekat untuk menjual hasil panen"


"Hem terserah"


"eehh apakah kau masih marah tentang kejadian kemarin"


"entah lah"


FLASHBACK


hari ini aku berlatih seperti biasanya bersama sistem. tiba-tiba saja aku kepikiran ide jahil untuk mengerjai sistem


"sistem aku memiliki satu pertanyaan"


"apa itu?"


"apa yang akan terjadi jika saja kau meninggalkan diriku sendiri di dunia ini apakah aku akan mati?" ucap Aria menunjukan wajah sendu


"hei jangan seperti itu aku mana mungkin meninggalkan dirimu karena tugas ku hanya untuk membantumu"


"heh yakin sekali kau mungkin saja jika aku sudah tidak berguna kau akan meninggalkan aku sendiri"


"apa maksudmu mana mungkin aku begitu"


"kau yakin? kau mengirim diriku kesini bukankah untuk menyelesaikan misi"Aria tersenyum kecut jika dipikirkan kembali itu benar apa adanya sistem mengirim dirinya untuk menyelesaikan misi dan membuat hidup nya lebih berarti, tapi bagaimana jika ia sudah tidak berguna apakah ia akan ditinggalkan sendiri lagi?


"kenapa... kenapa kau berpikir begitu? sebegitu tidak percaya nya kau padaku aku disini hanya untukmu jika tidak buat apa aku menemui mu saat kau di dunia mu dulu. aku yakin kau mendapatkan hidup baru disini dan kau malah menganggap dirimu hanyalah alat untuk menyelesaikan misi... lalu bagaimana mana menurut mu jika kau yang meninggal kan ku sendir" Aria berpikir sejenak mencari jawaban


"Hem apakah kau akan sedih? atau kau akan mencari tuan baru lagi. bisa saja kan kau akan mencari pengganti diriku"


"hahaha... kau benar mungkin aku akan mendapatkan tuan baru benar apa katamu Aria. tapi apakah kau pernah berpikir bagaimana diriku jika ditinggal kan oleh tuannya yang ia layani. menurutmu bagaimana caranya melupakan rekan yang selalu ada untukmu bukankah itu sulit? apakah kau percaya bahwa kau adalah tuan yang pertama aku layani dan menurutku tidak akan pernah berubah ingat lah itu Aria bahkan jika suatu hari aku akan hilang" aku termenung mendengar kata-kata sistem aku jadi merasa bersalah karena telah mengerjai nya


"maafkan aku sistem aku tidak pernah memikirkan nya"


"terserah aku tidak peduli"


"eh kau benar benar marah"


"menurutmu?"


"... tolong maafkan kan aku sistem aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi"


"hem"


Aria menjadi gegelapan bagaimana cara membujuk sistem yang sedang marah


FLASHBACK END


.


.


.


"sekali lagi maaf kan aku janji tidak akan mengulangi nya lagi"


"hm ya"


"tapi tolong jangan abaikan aku itu sangat lah tidak enak "


"itu deritamu apa pedulinya diriku ini"


aku hanya bisa menghela nafas, sekarang aku benar benar kapok menjahili sistem


suer tidak akan ku ulangi lagi cukup sekali di abaikan sistem rasanya sudah tidak enak.


"Aria sekarang ayo berangkat kita tidak bisa membuang waktu lagi"


"baik kakek"


aku dan kakek melanjutkan perjalanan menuju ke kota karena sebentar lagi kami akan segera sampai dan besok kami akan langsung pulang


.


.


.

__ADS_1


sekarang aku dan kakek telah sampai di gerbang kota


"oh kakek Johan sudah lama kau tidak ke kota apakah kau ingin menjual hasil panen"


"hoho tentu saja panen tahun ini sangatlah bagus dan perkenalan ini cucuku Aria"


"wah aku tidak tau kau memiliki cucu. hai Aria nama paman adalah Jecky kau bisa memanggil ku paman jeck"


"oh halo paman jeck nama ku adalah Aria"


"hoho gadis yang baik. oh ya kakek Jo sekarang kau bisa lewat"


"ya baik lah terima kasih Jack ayo Aria"


ketika aku memasuki kota mataku langsung berbinar ini adalah tempat yang cantik dan indah



(anggap aja gitu abaikan hewan yang di samping. ilustrasi by pinterest)


aku dan kakek mulai mencari penginapan


dan memutuskan untuk istirahat.


keesokan harinya aku dan kakek mulai menjual hasil panen kami dan wow ternyata laku keras tidak ku sangka banyak yang mengenal kakek seperti nya kakek sering ke kota ini. sekarang hari sudah mulai sore aku memutuskan untuk keliling kota di sana aku melihat sebuah taman yang indah.


"hah tempat yang indah tapi kenapa sepi sekali. enaknya bersantai di sini" tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundak Aria segera menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang menepuknya


"em... halo apakah kau baru di kota ini aku tidak pernah melihat mu sebelumnya"


"siapa kau?" tanya Aria bingung


"eh- maaf aku belum memperkenalkan diri sebelum nya perkenalan aku adalah zayyan alexander furlo aku biasa main kesini "


"oh begitu perkenalan aku Aria Violence medei" jawab Aria memperkenalkan diri


"salam kenal Aria"


"ya salam kenal juga zayyan"


"em-"


"apa?"


"itu apakah kau mau menjadi teman ku"


"kenapa aku harus berteman dengan mu"


"apa kau tidak memiliki teman yang lain taman ini kan bagus jadi tidak mungkin tidak ada anak yang main di sini"


"ya itu dulu sekarang taman ini sudah di tinggal kan kau ingin tau alasannya Aria"


"hm jadi apa itu"


"itu karena aku semenjak aku datang ke taman ini tidak ada yang mau lagi bermain di sini karena mereka menganggap aku adalah anak pembawa sial sampai membuat ke dua orang tua ku mati. aku tidak memiliki tempat tinggal aku hanya seorang anak yang tinggal di pantai asuhan bersama anak yang lain"


"ah...maaf menanyakan hal yang sensitif seperti itu"


"ya tidak masalah, bagaimana dengan jawaban dari pertanyaan aku tadi"


"baiklah lagian sepertinya itu akan menarik"


"wah benarkah. sekarang kita teman kan?"


"ya terserah kau saja"


"baik sekarang bagaimana kalau kita kelilingi kota ini"


"baik ayo"


Aria dan zayyan pergi mengelilingi kota hingga hari semakin sore dan mereka memutuskan untuk mengakhiri jalan" mereka


"Aria bagaimana kalau kita besok jalan" di barat kota di sana ada tempat yang indah yang sering aku kunjungi"


"baik kalau begitu sampai jumpa besok sekarang aku harus pulang. jangan lupa besok kita bertemu di taman yang sama"


"aku tidak akan melupakan nya. sampai jumpa besok Aria"


"Hem sampai jumpa lagi zayyan"


.


.


.


esok harinya seperti mereka janjikan mereka pergi ke barat kota dan di sana mereka menemukan hamparan Padang rumput yang indah berserta pohon yang rindang


(bayangin aja sendiri lagi malas cari foto)

__ADS_1


"wah tempat yang indah sekali zayyan"


"hehehe benar kan apa yang aku bilang tempat ini itu sangat indah" zayyan menggenggam tangan Aria dan menarik nya untuk pergi ke pohon yang ada di tengah Padang rumput itu


"zayyan ayo bermain hingga puas mungkin besok kita tidak bisa main lagi karena aku harus kembali ke desa"


"eehh... apakah kau akan pergi. padahal kita baru saja berteman kemarin"


zayyan murung mendengar kan bahwa Aria akan pulang ke desanya padahal baru saja berteman


"maaf sekali zayyan tapi aku harus segera pulang"


"Hem baiklah tapi sekarang kita harus bermain hingga sore ingat itu"


"ya terserah kau saja"


zayyan dan Aria bermain hingga sore dengan bersenang senang


"zayyan sekarang kita harus pulang"


"eehh cepat sekali waktu berjalan padahal aku masih ingin bermain dengan mu"


"tenang lah kalau aku ke kota lagi aku akan memberi tahu kan mu"


"baiklah apakah kau akan berangkat besok pagi"


"ya aku dan kakek berniat berangkat pagi agar cepat pulang"


"baik bagaimana jika besok aku mengantar kan mu ke depan gerbang pintu kota"


"em terserah lah"


"baik tunggu aku di depan gerbang yaa"


"hem"


.


.


.


esok harinya zayyan mengantarkan Aria ke depan pintu kota


"Aria kau janji kan akan datang lagi ke sini"


"Hem jika aku bisa"


"hee kau sudah berjanji tidak boleh di langgar atau aku akan menjemputmu ke desamu"


"yaya terserah kau saja zayyan tapi aku tidak janji bisa bermain dengan mu karena aku ingin membawa teman ku yang ada di desaku"


"... apakah dia lelaki"


"ya dia lelaki"


"Aria sebaiknya kau berhati hati atau aku akan menculik mu dari sana dan membawamu"


"ekhm bocah jangan macam macam aku adalah kakek nya"


"oh kakek tua Johan maaf tapi sekarang cucumu adalah teman ku jadi bukan kah kita harus bermain bersama sesame teman?"


"kau benar bocah jadi berteman baik lah dengan Aria dan jaga dia untukku apakah kau paham"


"Hem aku paham tapi setiap pertolongan pasti memiliki balas Budi dan aku hanya menolong mu kali ini saja hingga kita impas.


Kakek Johan"


"baik lah zay"


"kakek ayo berangkat kita harus segera pergi agar cepat pulang"


"ya baiklah Aria ayo berangkat"


"bye zayyan"


"dah Aria"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2