
saat tiba di pesantren,perasaan Layla menjadi ta karuan karna sebelum Layla pergi dia menunggu bunda nya , layla yakin bunda nya hari ini tidak jadi datang .sambil memasuki pesantren. ia mengucapkan salam"assalamualaikum…" lalu berjalan kembali menuju kamar
"mb pesanan ku mana?"ucap aqni menghentikan langkah Layla
"ini ... "sambil menunjukkan makanan yang di bawa nya ."aqni buruan ke kamar ."triak nya dari atas tangga
"baik…"ucap aqni
setelah sampai ke kamar , Layla dan Nura sibuk membagikan pesanan teman -teman nya , Layla di kejutkan kehadiran Rani yang tiba -tiba berdiri di depan Layla .
"mb ini …"ucap Rani memberi bingkisan ke pada Layla
"ini apa?"tanya Layla penasaran
"dari Lik Ayip ."ucap Rani
"och ya , makasih ran."ucap layla sambil tersenyum
"Rani kemari lah … "nura membawa Rani keluar kamar
"ada apa Nura ? kenapa kau menarik ku?"tanya rani bingung
"pasti Nura akan mengatakan tentang shadi , semoga saja Rani tidak marah lagi padaku . "ucap batin Layla
"tadi... aku bertemu shadi bersama Arfan , saat aku bilang dapat salam darimu, dia diam saja tetapi dia terus tersenyum kepada mb Layla. "ucap Nura sedikit keras membuat semua orang juga mendengarnya
och ." ucap rani mengabaikan cerita nura
dulu hubungan Layla dengan Rani baik -baik saja tiba saat Rani tau kalau shadi pernah menyukai Layla ,sejak saat itu rani sangat membenci Layla , tetapi Layla ta pernah berniat menyukai shadi atau pun merebutnya .
Layla begitu mempercayai jodoh itu di tangan Tuhan , dia percaya jika shadi adalah jodoh nya shadi akan bersama nya jika bukan dia tidak pernah mempermasalahkan apa pun karna memang dia bukan jodoh nya .itu ucapanya.
sebab itu Layla ta pernah membenci rani bahkan menyakiti nya tapi rani yang merasa cemburu bahkan marah saat shadi berteman dengan Layla , rani selalu menganggap Layla adalah saingan nya bahkan rani dan teman -teman nya suka menyebut Layla dengan sebutan pelak*r…
"aku ingin istirahat dulu. cape."gumam Layla lalu tiduran di samping Hilda
pikiran nya terus memikirkan apa yang ia lihat tadi malam dan berusaha memecahkan teka-teki yang Layla lihat.
"tadi malam aku sempat melihat wanita yang selalu di belakang tubuh shadi 2 tahun yang lalu , dan hari ini saat aku bertemu dengan shadi , kenapa tidak ada gadis itu ? bahkan tadi malam aku melihatnya di dalam kamar ku? dia bertengkar dengan laki-laki tapi kenapa cowok itu mirip shadi? tapi kan shadi manusia dan gadis itu hantu bagaimana mungkin ada hantu yang mirip dengan shadi ? atau jiwa Shadi bisa keluar ? dan tadi juga kenapa aku, bisa mendengarkan ucapan batinya , berbicara pada diriku…aahhhh… kepala ku pusing sekali memikirkan semua itu"ucap batin Layla
"mb kenapa pukul -pukul kepala ?"tanya Hilda merasa kebingungan melihat tingkah nya Layla hanya melihat ke arah Hilda lalu tersenyum
"ayok mb kita wudhu bentar lagi adzan Maghrib ini malam Jumat , yang imamin sholat Bu nyai "ajak Hilda membantu Layla berdiri
"ayok ..."ucap Layla berjalan di belakang Hilda menuruni anak tangga lalu segerah mencuci mukanya dan berwudhu
"Hilda, buruan aku udah selesai ."ucap Layla menunggu di depan kamar mandi
"mb ke atas dulu , ini lagi ngantri wudhu ."triak nya
"och baik lah , aku tunggu di atas ."ucap Layla bergegas kembali ke kamar dan memakai mukenah nya mengunakan cibak dan wewangian
"mb…"ucap Hilda yang baru saja datang
" Hilda buruan aku tungguin." menunggu di depan pintu kamar nya
"mb ayok ke aula ."ajak aqni
"ya . Hilda udah belum? "tanya Layla ke arah hilda
"udah nih , ayok kita turun ."ucap Hilda berjalan menuju aula bersama Layla dan aqni
"ehh buruan bu nyai nya udah datang ."ucap aqni
Layla , aqni dan hilda merapihkan tempat nya ,lalu melakukan sholat magrib dan di lanjut membaca Yasin dan Tahlil bersama -sama setiap malam Jum'at. setelah tahlil melakukan sholat isya dan dilanjut Marhaban an. semua santri bersiap untuk marhaban bersama membaca berjanji di aula bawah .
"Layla duduk di sini aja. "panggil Ida yang sudah duduk di aula
"aqni aku duduk bersama Ida , kalian duduk di situ aja ya ."ucap Layla duduk di samping Ida
"ya mb ..."ucap aqni
__ADS_1
"setelah selesai marhaban, biasanya di lanjut dengan pembacaan tilawah , sholawat nabi, pidato senior dan junior.
saat sedang membaca sholawat nabi Ida terus mengejek Layla dengan memanggil -manggil nama Al.
Alvaro…
Alvaro…
Alvaro…
"aku tidak mencintai nya ."balas Layla lalu fokus kembali mendengar sholawat
Alvaro…
Alvaro…
"Ida diam lah ! kamu cemburu ? jawab saja aku bisa membaca hati mu? "celetuk Layla masih fokus ke depan mendengar kan sholawat nabi
"tidak!!! aku tidak cemburu."ucap Ida berbohong
"jelas sekali terlihat di wajah mu kamu cemburu pada ku… udah ah , aku ingin mendengarkan pidato nya ."ucap Layla lalu fokus kembali.
"aku tau kamu cemburu pada ku , aku mengerti saat kamu bilang dan selalu mengejek ku dalam segi hal . ternyata kau cemburu pada ku , apa lagi sekarang aku berpacaran dengan Al , jangan iri pada ku hidup ku ta seindah apa yang kamu pikirkan. "ucap batin Layla
setelah selesai marhaban Layla bergegas kembali kekamar.
"Layla…" panggil Rena berdiri di depan jendela
"Rena ? untuk apa dia memanggilku ."ucap batin Layla lalu menghampiri Rena
setelah pertengkaran sebelum ziaroh Layla ta pernah memulai pembicaraan lagi , Layla berusaha hidup sendiri -sendiri seperti yang rena inginkan,tetapi pada akhirnya rena mendekati Layla lagi saat dia tau Layla berpacaran dengan Alvaro.
"Layla kau berpacaran dengan Alvaro ? " tanya Rena
"ya… bagaimana kau tau ?"ucap layla
"tadi aku mendengar pertengkaran mu dengan Ida .
"waktu ziaroh ,"jawab Layla
"aku pergi ke kamar dulu ya…" ucap Layla meninggalkan rena
jam menunjukkan waktu setengah sebelas .
"mb tidur ."ucap aqni
"ya , bentar lagi tidur . mau selesai ini sebentar , baju nya gak rapih."ucap Layla sambil merapihkan bajunya lalu memasukan nya kembali ke lemari
"aku tidur dulu ya mb ."ucap aqni
"ya ." ucap Layla melihat semua orang sudah tertidur
"och ya tadi sore , Rani kasih aku bingkisan, coba ah. aku buka ."gumam layla bergegas mengambil bingkisannya
"ha… sarung sama krudung . ini dari siapa ? eh ada surat nya "ucap batin Layla lalu membaca surat nya
assalamualaikum...
Layla laviena abqary … maaf hanya ini yang bisa ku berikan semoga kamu suka . saat kamu membaca surat ini aku sedang tidak berada di pesantren , kamu tidak perlu khawatir aku baik -baik saja aku bisa menjaga diriku sendiri .
di hari ulang tahun mu aku ingin mengkhatam kan al-fiyah tepat di hari ulang tahun mu , hmm.. itung-itung sebagai hadiah . hehe…jaga diri baik-baik ya , kamu tidak perlu khawatir.
wassalamu'alaikum…
^^^by : Alvaro^^^
"jadi ini dari Al ? dia sudah gila atau gimana kalo ketahuan aku bisa di hukum . kenapa dia begitu nekat si… dan buat apa dia pergi dari pesantren untuk mengkhatamkan al-fiyah nya? kenapa harus tepat di hari ulang tahun ku ? kenapa tidak di pesantren saja? ,bahkan sekarang aku tidak tau dia pergi kemana . kenapa kau begitu gila Al? ,"triak batinya Layla ta menyangka kalo Al bisa melakukan semua ini
"aku takut … tidak bisa membalas kebaikan mu. bagaimana aku tidak khawatir jika kamu melakukan ini untuk ku ."ucap batin Layla saat sedang memikirkan Al tiba -tiba ia tertidur sambil memegang sarung pemberian al di tangan nya
Alvaro bisa dipanggil Al , Al mengikuti silat di pesantren bahkan dia sudah menjadi guru di perguruan silat . orang satu -satu nya yang menghafal al-fiyah tercepat dan menghafal bolak- balik nadhom al-fiyah.
__ADS_1
*****
saat hari libur sekolah biasanya , setelah kerja bakti semua santri menghabiskan waktunya dengan sholawatan, menghafal, tiduran , makan - makan.
"cape… "keluh Hilda menidurkan tubuh nya di samping Layla
"ya namanya hidup pasti cape ."celetuk Layla sambil tersenyum
"bener si… tidur terus cape , sekolah terus juga cape."balas aqni duduk di samping Layla
"mb nulis apa ? "tanya aqni mengamati apa yang di tulis Layla
"Al-layli … Layli siapa ?nama mb kan Layla?"tanya Aqni penasaran
"hehehe… suka aja , kalo nama ku Layli bagus kali ya?"tanya Layla
"gak , bagusan Layla laviena abqary si ? menurut ku. masa nanti jadi Layli laviena abqary? mb… bikini aku kaya gitu dong pake bahasa arab, mb kan jago kaligrafi."ucap aqni
"nanti aku bikinin kapan -kapan kalo lagi gak ada kerjaan."ucap Layla sambil tersenyum
"oke ,"ucap aqni
"mb … ayah dan bunda mb datang."ucap Ninin yang lari menghampiri Layla , mendengar ucapan ninin Layla langsung menutup buku nya dan berlari menuju tempat jenguk
setiap di hari ulang tahun Layla , bunda bersama ayah akan datang memberi Layla kue dan hadiah, tapi di tahun ini karna kesibukan nya bunda tidak membawa kue atau pun hadiah .
"bunda … kenapa baru datang ?." tanya Layla menghampiri bunda lalu bersalaman pada ayah dan bundanya
"bunda minta maaf , kemarin bunda sibuk ."ucap bunda menjelaskan
"kemarin aku bertemu Arfan anak nya Tante , terus karna teman ku , aku kasih uang 50 ribu ."ucap Layla
"ya gak papa , jadi uang kamu tinggal berapa ? och ya bunda minta maaf, tadi karna buru-buru gak bawain kamu kue . "
"gak masalah Ko Bun , bunda datang Layla udah senang ko ."
"bunda cuma bisa kasih kamu segini , maaf ya. kemarin nenek melihat kondisi bunda ,terus nenek nyuruh kamu berhenti aja. tapi bunda tau kamu pasti masih mau belajar di sini Jadi bunda cuma bisa kasih kamu semampunya."ucap bunda membuat Layla terdiam memikirkannya
"ya Bun gak masalah . " ucap Layla tersenyum
"bunda pulang dulu ya , "ucap bunda berdiri dari tempat duduk
"hati - hati ya bun ."ucap Layla bersalaman dengan ayah dan bunda
setelah kepergian bunda Layla ta bisa menyembunyikan rasa bingung atas ucapan bunda , di satu sisi ia hanya ingin menyelesaikan pendidikan nya tapi di sisi yang lain dia bingung takut bunda terbebani atas dirinya , kata -kata bunda nya terus menghantui isi pikiranya Layla hanya pasrah dan berdoa semoga di berikan kelancaran rezeki untuk keluarga nya.
"mb kenapa? habis di jenguk ko sedih ?"tanya Hilda
Layla hanya tersenyum mendengar ucapan Hilda .
"Hilda kamu ingin tau sesuatu ." ucap Layla
"aqni kemari mb Layla ingin bercerita ."ucap Hilda memanggil aqni
"aku tidak ingin bercerita. " ucap Layla
"tidak apa -apa mb kita akan mendengarkan nya ."ucap Hilda
"baik lah … dulu ada orang pernah bilang pada ku , saat menghafal nadhom al-fiyah Allah akan mendatangkan tiga ujian .
yang pertama : ekonomi (tiba -tiba ayah dan ibu mu tidak bisa membiayai kamu lagi dan satu -satunya jalan kau harus berhenti)
yang ke dua : laki -laki ( entah kau akan di mabuk asmara atau apa pun pada akhirnya kau ta fokus lagi dari nadhom mu )
dan yang ke tiga : kematian (dari ayah , ibu bahkan keluarga dekat ) "ucap Layla tiba -tiba terdiam
"dan sekarang aku merasakan ujian yang pertama , nenek menginginkan ku berhenti karna kasian melihat bunda tidak mempunyai uang . tapi aku tidak bisa berhenti aku ingin mengabulkan keinginan bunda melihat anak -anak nya bisa khotmil Al-Qur'an dan lulus sekolah nya ." ucap batin Layla
"och pantas kemarin itu si mb asma kamar az-zain , pulang -pulang ibu nya meninggal .padahal tahun ini lulus dan pada akhirnya dia berhenti."ucap aqni
"sebenarnya kematian itu adalah takdir , tetapi saat kita kehilangan orang tersayang pikiran kita akan sulit di kendalikan. pada akhirnya kita akan merasakan kehilangan yang begitu menyakitkan ,dan setelah nya akan membuat tidak fokus dengan keadaan karna terlalu tenggelam dalam kesunyian ."
__ADS_1