
Setelah pertunjukan selesai Nesya pergi begitu saja, dari ruangan itu dengan seringai di wajahnya. begitu pun rafka ia menyusul yang pujaan hati, ia tak ingin melihat drama lagi.
AKKHHH, KURANG AJAR SIAPA YANG MENYEBABKAN SEMUA INI" AMUKNYA
ia mendengar cacian dari para tamu, dengan masih diliputi amarah ia mengusir para tamu dan wartawan dari ruangan itu
AKHHH KURANG AJAR, PERGI KALIAN DARI SINI" usirnya sambil membanting beberapa korsi.
para tamu yang tidak mau jadi sasarannya pun membubarkan diri sambil terus membicaraka mereka.
🐈
🐈
🐈
🐈
🐈
disudut ruangan lain rafka menyaksikan tayangan itu dengan senyum puas, tak ia sangka wanitanya itu sangat mengagumkan dengan tatapan penuh Ramba ia menatap Nesya yang sedang menyesap minuman sambil menonton kekacauan itu.
lihatlah wanita ku betapa cantiknya ia dengan senyum seringainya itu"gumam rafka sambil sanyum- senyum sendiri.
Gavin yang mendengar gumaman rafka langsung mendengus.
heh benar-benar di bos otaknya sepertinya habis terbentur, lihat lah dia senyum-senyum sendiri seperti orang gila"batin Gavin sambil melihat aneh ke arah rafka.
sadar bahwa ada yang memperhatikannya rafka langsung menoleh ke arah Gavin, melihat muka Gavin yang seperti mengejeknya rafka langsung mengubah ekspresi wajah nya datar tak lupa juga ia memperhatikan ratapan tajam setajam silet nya.
ada apa, kenapa melihat ku seperti itu?"tanyanya datar.
Gavin yang melamun dengan pikiran-pikiran nya langsung tersentak mendengar suara datar rafka yang entah kenapa beda dari biasanya.
ia bergidik ngeri melihat wajah rafka yang suram itu.
ahh ti-tidak ada apa-apa tuan.
ohh bagaimana ini kenapa dia seperti ibu hamil, sensitif sekali"batin Gavin
tidak apa? tekan rafka.
itu tuan saya memikirkan bagaimana bisa nona secerdik ini, iya itu yang saya pikirkan sedari tadi"jawab cepat Gavin ia rasa alasannya itu cukup bagus.
hehh kenapa kau susah-susah memikirkan itu, dia wanitaku tentu saja harus pintar cerdik seperti itu"ucapnya bangga.
__ADS_1
wahh lihatlah itu bagaimana bisa dia secepat itu mengubah ekspresi nya hanya dengan membahas Nesya, tidak bisa dipercaya jika musuhnya melihat ini pasti mereka bergidik ngeri, ohh astaga aku merinding"batin Gavin sabil mengusap tengkuknya
tuan nona Nesya sudah mau pergi, sepertinya permainannya sudah selesai"ucap Gavin.
hemm baiklah kalau gitu mari kita pergi juga, aku pun sudah bosan melihat drama mereka lihatlah mereka teriak-teriak seperti orang gila"cibir rafka sambil beranjak pergi.
🌻
🌻
sesampainya diparkir mobil sopir yang menunggu langsung membukakan pintu untuk Nesya, dengan kan Sean langsung masuk dan duduk di sebelah sopir nya.
tak lama mereka pergi mobil rafka pun melaju mengikuti mobil mereka dengan jarak yang cukup jauh.
didalam mobil Nesya sang sopir merasa mereka telah diikuti, ia melihat spion mobil disana terlihat mobil berwarna hitam yang mencurigakan.
tuan seperti nya kita sedang diikuti"ucap sang sopir Kepada Sean.
mendapat laporan seperti itu Sean puan melihat arah belakang,dan benar saja ia melihat mobil rafka yang sedang membuntutinya
nona kita sedang dibuntuti, mohon safety belt nya di pasang nona"ucap Sean.
Nesya yang sedang rebahan pun tidak mengindahkan ucapan Sean.
nona?
tak lama ia sampai ditempat acara tadi, ia sudah merasakan seseorang memperhatikan iapun memperhatikan sekelilingnya Tampa membuat kecurigaan dari orang itu, tak lama ia memperhatikan sekelilingnya matanya pun melihat disudut ruangan yang tak terlalu jauh darinya dua orang pria yang sedang bicara, jadi ia tau siapa yang sedang membuntutinya itu, pasti kedua pria yang dilihatnya tadi.
baik nona"jawabnya meskipun sang nona bilang tidak apa-apa,ia pun harus tetap waspada.
setelah 20 menit diperjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah, tak menunggu dibukakan Nesya langsung membuka pintu sendiri,ia merasa hari ini sangat lelah sekali.
diikuti Sean dibelakang mereka masuk mansion dengan disambut para maid yang sudah berbaris didepan pintu.
selamat malam nona muda, tuan sean"sapa para maid.
malam"jawab Nesya sedangkan Sean hanya mengangguk saja.
nona apa anda mau makan malam, akan saya siapkan makanannya? tanya Lusi sang kepala pelayan kepercayaan Nesya.
tidak usah Lusi saya sudah makan malam diluar, saka akan langsung istirahat kalian istirahat saja"ucap Nesya.
baik nona"jawabnya, setelah itu mereka kembali ke belakang untuk istirahat.
se, istirahat lah ini sudah malam besok kita lanjutkan lagi rencana kita"perintah Nesya.
__ADS_1
baik nona"jawab Sean belum beranjak dari hadapan Nesya, sudah kebiasaan Sean ia akan pergi ke kamarnya setelah Nesya masuk kamar nya.
baiklah selamat istirahat se, besok kita lanjutkan lagi permainannya"ucap Nesya dengan sedikit senyum sinis.
baik nona dengan senang hati saya, saya tidak sabar menunggu besok"seringai Sean.
tak lama dari pintu kamar Nesya tertutup, Sean pergi ke kamarnya untuk istirahat.
🐈🐈🐈
sedangkan rafka yang sedari tadi mengikuti nya pun berhenti tak jauh dari gerbang mansion Nesya, cukup lama mobil itu disitu tak ada tanda-tanda akan kapan perginya.
sepertinya rafka belum rela berpisah dengan Nesya, ia masih rindu lihatlah muka masamnya itu terlihat sekali dia sangat kesal sesekali ia juga menggerutu.
Sean yang melihat kelakuan rafka hanya geleng-geleng kepala, ia semakin tidak mengerti tingkat rafka seperti anak kecil yang tidak diberi mainan saja.
aiss ada apa dengan nya ini, apa dia tidak merasa kan kantuk, aku sangat mengantuk ohh tuhann tolong sadarkan tuan ku yang sebleng ini"batin Gavin terkantuk-kantuk
15 menit kemudian Gavin sudah tidak tahan lagi ia hanya ingin tidur kenapa rasanya sulit sekali.
tuan sampai kapan kita disini,aku sudah mengantuk"ujar Gavin masa bodo mau sang tuan ngamuk ngamuk lah tak peduli lagi ia, asalkan ia bisa merasakan kasur empuk dan selimut hangatnya.
rafka yang mood nya sedikit buruk pun tak senang mendengar ucapan Gavin.
yaaaaa,kau itu tidak mengerti Gavin aku masih ingin melihat wajah cantik wanita, kau mana ngerti jangankan pacar gebetan saja tidak ada"omel rafka sedikit mendramatis.
ohhh ayolah tuan meskipun kita sampai pagi disini kau tidak akan pernah melihat wajah nona, dia pasti sudah tidur nyenyak sedang kan kita disini seperti orang bodoh menunggu yang tidak akan terjadi"omel balik Gavin.
kenapa kau seperti ibu-ibu cerewet sekali"cibir rafka.
terserah lah sakarep koe suka-suka mu"gerutu Gavin dalam hati sambil
baiklah jalan kan mobil kita ke hotel sekarang,aku pun mengantuk"ucap rafka sambil menguap.
ia pun merebahkan kepalanya di kursi, ia tak melihat se masam apa raut wajah Gavin sekarang.
gav nanti klo sudah sampai tolong bangunkan aku ya" perintah nya dengan suara yang mulai lirih.
ohh lihat lah dia seenaknya saja mau tinggal tidur,nasib ku kok gini amat si" gerutunya sambil menghidupkan mobil.
Gavin pun melajukan mobilnya agak pelan ia sangat mengantuk sangat bahaya mengemudi dalam keadaan mengantuk.
30 menit kemudian akhirnya mereka sampai di hotel tempat mereka menginap, saking ngantuk Gavin sampai lupa membangunkan rafka yang entah sudah sampai mana mimpinya itu.
dengan langkah gontai Gavin memasuki hotel menuju lift untuk sampai ke kamarnya dengan cepat, sambil menunggu lift nya sampai di lantai kamarnya Gavin tertidur sejenak sampai berbunyi suara lift terbuka ia pun menuju kamar nya.
__ADS_1
setelah membuka pintu kamarnya Tampa memberikan dirinya terlebih dahulu Gavin langsung merebahkan dirinya di kasih empuk, tak lama dari itu ia langsung terbang mengarungi mimpi indahnya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...