
Namanya Naila Putri Aurora, putri tunggal dari keluarga terpandang yakni pasangan Gunawan Aurora dan Ratna Aurora. Naila tumbuh besar dengan kedua orang tuanya dan ditemani dengan Sepupunya Kania Aulia. sedikit info tentang kania , orang tua Kania sudah meninggal sejak ia masih duduk di bangku kelas 1 SD semenjak orang tuanya meninggal Kania tinggal bersama Omnya Pak Gunawan.kembali lagi ke Bahasan awal, Naila bukanlah tife gadis yang manja, kebanyakan gadis yg terlahir dari keluarga berada terkenal dengan sifat manja lain halnya dengan Naila, ia gadis yg sangat mandiri dan selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.
Ia berjalan menuruni anak tangga satu persatu hingga tangga terakhir, sembari bercanda ria dengan sepupuhnya Kania, membicarakan hal2 yg terkadang sangatlah tidak penting.
"Nai Lo ntar balik duluan ya.." Seru Kania.
"Lah emang Lo mau kemana?" Tanya Naila.
"Mau latihan basket dulu, mau ada turnamen soalnya..." Jawab Kania.
"Sendiri deh..." Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya
"Kan ada A'a Rendi..." Ledek Kania...
"Nai..." panggil seseorang yang baru saja keluar dari perpustakaan, menampilkan senyum termanisnya dgn lesung di pipi kirinya.
Naila menoleh melihat sosok yg telah memanggil namanya.
"Rendi!..." ucap Naila.
"Ciee... baru aja diomongin udah nongol aja.." ledek Kania.
__ADS_1
"Apaan sih kan..." Ucap Naila yg pipinya sudah merah bak tomat masak.
"Mau kekantin kan?? bareng aja yuk..." Ajak Rendi.
"em.. ya..." sahut Naila agak kikuk.
"Keknya gue mau ke kelasnya Niko dulu deh, Nai kekantin nya bareng Rendi aja ya!!! byee..." Ujar Kania sambil berlari meninggalkan mereka, ia tak ingin menggangu moment2 sepupuhnya itu. Emang ya gaes Kania orangnya peka an hhhi.
"Dasar Kania..." batin Naila
"Ya udah yuk..." ajak Rendi
"emm yaa..."
b
"Apa yg harus aku lakukan, haruskah aku mengatakannya sekarang..." Batin Rendi.
"ren.." Seru Naila untuk menghilangkan kecangguan antara keduanya. Namun nampaknya Rendi masih sibuk dengan lamunan nya.
"Ren...Rendii..." Ucap Naila dengan suara agak keras.
__ADS_1
"Ehh iya Naii..." Sahut Rendi terkejut.
"Mikirin apaan sih..."
"Ngak kok..." Jawab Rendi. "Nai...aku mau ngomong..."
"Ngomong aja..." jawabnya santai.
"Kayaknya hubungan kita sampe sini aja ya.."
deg...Naila membulatkan matanya ia sungguh tak percaya jika saat ini Rendi tengah memustuskan huhungan keduanya.
"why...?" Tanya Naila smbil menahan air mata yang ingin menetes. " Bukannya kita udah janji ya bakal terus sama-sama, kenapa sekarang kamu kek gini..." Seru Naila ..
"Aku di jodohin Nai...."
"kamukan bisa nolak perjodohan itu..."
"Nai kamu tau mama sama papa gimana aku nggak mungkin bisa ngebanta apa kata mereka, aku udah berusaha nolak tapi mereka nggak mau dengerin aku ..." sahut Rendi sedikit membentak, pikirannya sedang kacau membuat emosinya tak terkendali
"It's okey no problem!!" Seru Naila lalu beranjak pergi meninggalkan Rendi sendirian.
__ADS_1
"Nai...." Panggil Rendi. "Nai maapin aku...." Teriaknya namun tak ada sahutan sama sekali dari sang empuh.
Naila hanya bisa menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar membanjiri pipi tembemnya, hatinya sakit tapi ia tak bisa memungkiri jika huhungan nya dengan Rendi harus berakhir dengan cara seperti ini.