Perjalanan Cinta Naila

Perjalanan Cinta Naila
isi hati Rendi


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, Naila yang tak ingin berlarut dalam kesedihannya berusaha untuk menyibukkan diri. Ia berfikir jika ia terus berlarut dengan kesedihannya hanya akan membuang waktu nya saja.


Gadis itu kini nampak sedang sibuk membaca buku tebal yang bertuliskan contoh soal ujian SMA di cover depannya. ya benar, Naila tengah belajar untuk ujiannya yang akan di adakan Minggu depan, ia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya jika nanti nilainya ambruk atau turun. Sebagai anak tunggal dari keluarga yang terpandang sangat tidak baik jika mempermalukan kedua orang tua nya


"tok...tok.." seseorang mengetuk pintu dari luar kamar Naila.


"Masuk aja ngak di kunci kok...." sahut Naila


"Nai ngapain sih di kamar terus, keluar Napa..." Celoteh Kania yang sudah berada tepat di samping Naila.


"paan gue mo belajar..."


"Nai.. Lo ngak pusing apa belajar Mulu, jalan² yuk...." Ajak Kania.


"Nggak ah..."tolak Naila.


"Nai.... ayolaaah..." bujuk Kania sembari menarik tangan Naila.


"Kan, nggak ihhh gue nggak mau..." Timpal Naila lalu menepiskan tangan Kania.


"Lo kenapa sih?? berantem sama Rendi?" Tanya Kania. Naila memang tidak menceritakan pada Kania kalau Ia dan Rendi sudah tidak menjalin hubungan lagi, baginya untuk apa menceritakannya semua hanya akan membuatnya kembali teringat.


"Kan keluar nggak dari kamar gue..." Bentak Naila.


"Yaa yaaa...." Seru Kania dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Gimana Kan? apa Naila mau keluar dari kamar?" Tanya Mamanya Naila.


Kania menggeleng yang artinya Naila tidak mau keluar dari kamarnya.


"kamu tau Naila kenapa? atau mungkin dia berantem sama Rendi?"


"Kania nggak tau Ma, Naila gak mau cerita..." Kania memang memanggil ibunya Naila dengan sebutan nama karena semenjak kepergian kedua orang tuanya Orang tua naila adalah ayah dan ibu sambung untuk kania.


"kamu cari tau gih..." suruhnya


"iya mam, ntar aku kerumah Rendi, buat nanya Naila kenapa..." si lawan bicara hanya mengangguk mengiyakan.


____________________________________________________


Ia mendengar bel pada apartemen nya, dan segera membuka nya untuk melihat siapa yang datang.


"Ya..."


"ada apa?" tanya Rendi ketika Kania sudah duduk di ruang Tamu.


"Loh berantem ya sama Naila?"


"Nggak.."


"Naila udah dua hari ini nggak keluar kamar, gue khawatir sama dia..." ucapnya Sendu.

__ADS_1


Rendi terkesiap mendengar penuturan Kania, ia jadi meresa bersalah pada Naila.


"loh beneran nggak berantem kan sama Naila?"


"kita udah putus..."


"What...." Teriak Kania. Rendi hanya mengangguk.


"kenapa??"


"gue di jodohin bokap..." ujarnya. "meskipun gue nolak, mereka tetap maksa, gua nggak tau meski kayak gimana, gue bingung, gue masih sayang banget Ama Nai, tapi keadaan gue....Aghhh" Ujarnya dengan penuh kekesalan.


Kania menatap Rendi dengan mata sendunya, ia tau jika Rendi tertekan dengan semuanya, ia tau jika masalah yang Rendi hadapi bukanlah masalah yang sepeleh.


"Loh bisa kan bantuin gue..."


"bantu apa Ren?"


"Jaga Naila, kalo perlu bantu cari pengganti gue..., gue sayang sama dia, gue nggak mau dia sedih," ujarnya sembari terus menundukkan kepalanya.


"pasti gue lakuin...,"


"makasih Kan..."


Kania berpamitan untuk pulang pada Rendi, lalu berjalan meninggalkan apartment milik Rendi.

__ADS_1


Rendi memang sejak lama tidak tinggal dirumah orang tuanya, ia lebih memilih tinggal sendiri di Apartemen ia meresa jauh lebih tenang jika ia sendiri, berada di keramaian hanya akan membuatnya pusing.


__ADS_2