Perjalanan Dimensi Waktu

Perjalanan Dimensi Waktu
5


__ADS_3

Dirumah sakit, sepasang suami istri dan putranya memperhatikan gadis yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Perasaan sedih menyelimuti hati mereka, putrinya yang asli telah menderita selama 16 tahun, mereka bahkan memberikan cintanya kepada putri orang lain dan ternyata putri palsu itu membayar orang untuk menyiksa putri nya. Melihat luka memar yang ada ditubuh Sena membuat mereka semakin tak dapat menahan air mata nya.


“Bahkan dengan tubuh seperti itu, dia masih bisa berfikir untuk menyelamatkan orang lain. Putriku adalah gadis yang sangat baik” pria paruh baya itu mengatakan ini sambil mengelus kepala gadis yang tengah tertidur. Dan kembali merasa sedih saat merasakan bahwa rambut gadis ini sangatlah kasar.


Ia bahkan memberikan semua jenis perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki kepada Aurel, tetapi tak tahu bahwa putri kecilnya yang asli sangat menderita.


“Sayang, apakah putri kita benar-benar mengalami penyiksaan separah itu sejak kecil?” Tanya wanita sambil menangis dan memperhatikan gadis kecil yang tengah tertidur ini. Pria itu hanya mengangguk kemudian tangis wanita itu kembali pecah dan dengan erat menggenggam tangan gadis itu


“Ya Tuhan, apa yang telah terjadi. Kenapa putriku menderita seperti ini. Aku bahkan sangat menyanyangi putri yang ada dirumah, namun ternyata putri asliku sangat menderita sedemikian parah” wanita itu menangis sangat keras, ia tak tega melihat putrinya yang berumur 16 tahun ini tapi sangat kurus seperti anak berusia 14 tahun, hati nya bahkan terasa makin sakit saat melihat banyak luka memar di tangan dan luka sayat serta luka bakar di tubuh kurus gadis itu.


“Kenapa putriku harus mengalami penderitaan seperti ini” wanita itu masih menangis dan terus bergumam minta maaf kepada gadis kecil itu. pemuda yang sejak tadi berdiri diam mengamati adiknya berusaha untuk menenangkan ibu nya. Melihat keadaan adik kandungnya yang sangat buruk membuatnya semakin membenci Aurel, jika saja Aurel memberitahu mereka jika dia bukan anak kandung keluarga mereka ia mungkin masih akan menganggap Aurel adiknya, bagaimanapun ia telah menjaga Aurel sejak kecil. Tapi bukannya memberitahu mereka Aurel malah membuat keadaan adik kandungnya semakin buruk.


“Dengan tubuh penuh luka itupun dia masih berfikir melindungi orang lain, sebaik apa hati adik kecilku ini. Kedepannya kakak akan menjagamu” pemuda itu berjanji pada dirinya bahwa ia akan melindungi adik kandung nya mulai saat ini.


Terhitung sudah 3 hari Sena tak sadarkan diri. Keluarga beranggotakan 3 orang itu tetap berada dirumah sakit menunggu gadis ini sadar. Kemarin mereka banyak menangis dan merasakan rasa bersalah, penyesalan, hingga kemarahan. Aurel beberapa kali menghubungi mereka tetapi tak ada satupun dari mereka yang ingin menjawabnya. Semua kemarahan mereka tertuju kepada Aurel.


Aurel tahu bahwa dia bukanlah putri dari keluarga Yun tetapi bukannya memberitahukan kepada mereka dia malah berusaha untuk menyakiti putri asli. Semua kebaikan yang dilakukan Aurel selama ini langsung sirna di mata mereka. Mereka berniat untuk mengusirnya dari kediaman Kinsley saat mereka telah kembali. Dan memberikan semua kebahagiaan untuk putri kecil yang asli.

__ADS_1


Sena akhirnya mulai tersadar dan saat ingin membuka mata ia berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, kepalanya pusing dan tenggorokannya juga kering. Saat ia masih berusaha untuk membuka mata, ia mendengar suara seseorang


“Ayah... Ibu... adikku, dia sudah sadar!” mendengar itu ayah dan ibu terkejut dan tersenyum senang, mereka segera menuju samping tempat tidur. Putri kecil mereka akhirnya sadar.


Sena POV


“Ah, iya aku ingat. Aku terluka saat berusaha menyelamatkan ayah. Kepalaku sangat sakit hiks, tenggorokanku juga sangat kering. Sudah berapa hari aku tak sadarkan diri?” aku melihat sekitarku dan dapat kulihat itu adalah rumah sakit, saat melihat ke samping aku melihat ada 3 orang disitu.


Aku melihat ayah, ibu, dan seorang lelaki muda yang terlihat seperti adikku di kehidupan sebelumnya tapi menurut ingatan Sena di dunia ini, pemuda itu adalah kakaknya. Mereka bertiga benar-benar mirip dengan keluargaku di kehidupan sebelumnya.


“Sepertinya rencanaku berhasil” Aku bahagia karena pengorbananku tak sia-sia, ayah selamat dan aku berhasil membuat mereka bertiga bertemu denganku. aku tersenyum dalam hati tetapi tak memperlihatkannya. Aku hanya menampilkan ekspresi kaget.


“Ya Tuan, apakah anda baik-baik saja?” dapat kulihat ekspresi ketiganya saat mendengar pertanyaanku. Aku harus berusaha tampil baik dan rendah hati dihadapan ketiganya, agar dimasa depan mereka hanya bisa mempercayaiku.


“Gadis bodoh, kau bahkan sudah 3 hari tak sadarkan diri tetapi kau masih mengkhawatirkan orang lain” kali ini ibu yang bersuara. Aku hanya tersenyum sebagai tanggapan.


“Ah, ini tidak apa-apa nyonya. Aku baik-baik saja, ini hanyalah luka kecil aku sudah terbiasa terluka. ohya terima kasih karena sudah membawaku ke rumah sakit” Aku tersenyum dan dengan sengaja membahas soal aku yang sering terluka, dapat kulihat ekspresi sedih mereka saat mendengar perkataanku. Aku tinggal menunggu mereka membawaku kembali ke keluarga Kinsley, dan bertemu dengan rubah licik itu.

__ADS_1


Author POV


Mereka bertiga sangat sedih mendengar perkataan gadis itu, dia terluka tapi masih bisa tersenyum seperti itu. rasa bersalah kian muncul di hati mereka.


“Nak, apakah luka di tubuhmu karena orang tuamu yang memukulimu?” mendengar Ayah nya yang menanyakan hal ini Sena langsung menggeleng


“Tidak.. tidak.. itu, itu, itu bukan mereka. A..ku, aku dipukuli oleh preman di desa. Ya aku dipukuli preman, itu bukan salah orang tua ku” Sena menjawab dengan menundukkan kepalanya dan tubuhnya terlihat sedikit bergetar.


Melihat ini keluarga Kinsley semakin sedih, gadis ini bahkan masih berusaha melindungi keluarga yang telah menyiksanya. Entah mengapa api kemarahan mereka bertiga ditujukan kepada Aurel, jika mereka tidak di tukar atau jika saja Aurel memberitahu mereka sejak awal tentang Sena, gadis kecil mereka tidak akan menderita sedemikian rupa. Ibu Sena sudah tak bisa menahan diri, ia memeluk tubuh Sena sambil terus menangis. Dapat ia rasakan bahwa Sena terkejut dengan pelukannya


“Maaf, Maaf, maafkan ibu nak” Sena menunjukkan ekspresi terkejut


“Itu, Nyonya. Kenapa anda menangis, apakah aku melakukan kesalahan?” Sena bertanya dengan suara yang sedikit bergetar seperti orang yang ketakutan. Ayah nya yang menyadari bahwa Sena takut, memberitahu istrinya untuk melepaskan pelukannya.


“Sena, sebenarnya kami adalah keluargamu. Aku ayahmu ini ibumu dan yang disana adalah kakakmu. Maafkaan kami karena kesalahan kami yang sudah membuatmu menderita selama ini”


“Tapi, orang tuaku ada didesa” Sena menjawab sambil menunduk

__ADS_1


“Mereka adalah orang jahat dan mereka bukan orang tuamu. Kamu adalah anggota keluarga kami. Besok kita akan kembali bersama. Apakah kau bersedia ikut bersama kami?” Ibu Sena menggunakan nada suara yang sangat lembut takut ia akan menakuti Sena. Sena merasa sedih mendengar perkataan lembut sang ibu, terakhir kali mendengar ibunya berkata lembut padanya adalah sebelum ibu nya lupa ingatan di kehidupan sebelumnya. Setelah agak lama menunduk dan menahan air mata, Sena akhirnya mengangguk dan itu membuat mereka tersenyum bahagia.


__ADS_2