Perjalanan Dimensi Waktu

Perjalanan Dimensi Waktu
6


__ADS_3

Keesokan harinya, Sena dan keluarganya berangkat menuju kediaman Kinsley, ayah nya juga sudah memberinya nama Brisena Cyrille Kinsley, nama yang mirip dengan milik nya di kehidupan sebelumnya.


"Tuan, apakah tidak apa-apa jika aku ikut kembali ke rumah anda?" Sena bertanya dengan nada lembut sambil menundukkan kepalanya


"Apa maksudmu? Kau adalah putri ku, jika ada yang berani menganggumu laporkan kepadaku atau kakakmu. Dan juga nak harusnya sekarang kau memanggilku ayah" ayah menjawab sambil tersenyum lembut dan mengusap puncak kepala Sena. Sena menyukai saat ayahnya mengelus kepala nya seperti ini. Hal yang sering dilakukan ayah nya di kehidupan sebelumnya.


"Ayah mu benar nak, kita adalah keluarga. Mulai sekarang tak ada yang akan mengganggumu atau melukaimu" kali ini ibu yang tersenyum


"Terima kasih ayah, ibu" Ayah dan ibu Yun yang mendengar itu tersenyum bahagia karena Lin Yiyi akhirnya memanggil mereka ayah dan ibu


"Dan jangan lupa memanggilku kakak. Oh iya perkenalkan nama ku Brian Naville Kinsley" ucap Brian tak mau kalah dari orang tuanya. Sena sedikit tertawa mendengar perkataan saudara nya. Sebelumnya ia yang di panggil kakak, sekarang Sena yang memanggil saudara nya kakak


"Baik kakak" mereka tertawa bersama dan banyak bercerita saat di dalam mobil. Ayah dan Ibu merasa semakin menyukai putrinya ini. Dia baik, manis dan sangat sopan, dia juga pintar karena bisa mengikuti pembahasan bisnis ayah dan kakaknya


"Nak, apakah kau pernah bersekolah sebelumnya?" Saking luar biasanya Sena, ibunya bahkan lupa jika di biodata Sena yang di bacanya 2 hari lalu tertulis Sena tidak pernah bersekolah


"Aku tak bersekolah, orang tua ku sebelumnya mengatakan bahwa aku adalah perempuan dan tidak perlu sekolah. Di desa ada kakek baik yang mengajariku membaca dan menulis. Aku membaca banyak buku dirumahnya dan terkadang dia mengajariku jika ada yang tak ku pahami. Aku juga membantu beberapa anak di desa mengerjakan pekerjaan rumah mereka" Sena menjawab sambil menunduk dan tersenyum lembut. Mendengar ucapan Sena, ayah, ibu, dan Brian merasa sangat sedih. Anak ini sangat pintar sayangnya orang tua jahat itu tak membiarkan anaknya sekolah.


"Aku mengeluarkan banyak uang untuk putri palsu, tapi putriku yang asli bahkan tak pernah bersekolah. Untungnya ada orang baik yang mengajarinya" perasaan bersalah orang tua Sena semakin besar. Putri kecil mereka sudah sangat menderita selama ini.

__ADS_1


"Kau tak usah khawatir, setelah kita kembali aku akan memasukkanmu ke sekolah. Aku yakin dengan kepintaranmu kau bisa masuk sekolah manapun"


"Ayah terima kasih" Sena menjawab dan tersenyum cerah, senyum itu membuat mereka bertiga sangat bahagia. Sangat mudah untuk melihat senyum putri kecil mereka. Mereka sampai di kediaman Kinsley saat malam hari. Ayah dan ibu yang keluar lebih dulu.


"Ayah, Ibu. Kalian darimana saja, aku menghubungi kalian tapi tak ada yang menjawab panggilanku" suara ini datang dari arah pintu rumah, itu adalah Aurel. Ayah dan ibu yang awalnya dalam keadaan senang tiba-tiba muram saat melihat wajah Aurel. Aurel merasa aneh dengan respon mereka, biasanya mereka akan langsung memeluk Aurel dan meminta maaf kepadanya. Sebelum bersuara lagi Aurel melihat kakak nya membantu seorang keluar dari mobil


"Kenapa?! Kenapa gadis sialan itu ada disini, aku kira dia menghilang dan mati disuatu tempat. Kenapa dia bisa muncul bersama mereka" Aurel memandangi Sena dengan tatapan membunuh. Sena berpura-pura takut dan menundukkan kepalanya. Hal ini tak luput dari penglihatan Brian dan membuat ia semakin tak menyukai Aurel


"Adik, ini adalah rumah kita. Aku akan mengantarmu kedalam, kau pasti lelah" Brian membawa Sena kedalam rumah tanpa melihat Aurel sedikitpun. Begitu pula dengan orang tuanya. Mereka bahkan tak punya tenaga untuk menghadapi iblis licik itu. Hari ini mereka akan membuat Sena beristirahat dulu dan membahas semua masalah besok. Orang tua Sena juga tak lupa memanggil seluruh anggota keluarga Kinsley untuk datang ke sini besok.


Aurel yang melihat mereka mengabaikannya merasakan perasaan takut dalam dirinya. Dikehidupannya sebelumnya saat Sena kembali orang tua dan kakaknya masih memperhatikannya walaupun mereka lebih menyayangi Sena. Tapi hari ini mereka bahkan menganggapnya tidak ada.


"Aku bahkan sudah bersikap baik sejak kecil tidak seperti kehidupan sebelumnya, mengapa mereka dengan mudah mengabaikanku. Gadis Sialan itulah penyebabnya. Aku seharusnya membunuhnya sejak lama" kemarahan Aurel semakin besar. Ia sangat takut karena diabaikan oleh orang tua dan kakaknya. Untunglah saat ini Jonathan sudah bertunangan dengannya dan menyukainya. Jadi kemungkinan untuk diusir tidak terlalu besar karena keluarga Kinsley dan Dikran sangat dekat.


"Aurel sini peluk nenek. Nenek sangat merindukanmu"


"Aku juga sangat merindukan nenek." Nenek melihat Aurel tidak terlalu bersemangat dan ceria, tidak seperti sebelumnya. Ia tahu ada sesuatu yang salah dengannya.


"Aurel, kenapa kau tidak ceria? Apakah ada masalah? Beritahu nenek siapa yang mengganggumu" tak lama Aurel mengeluarkan air matanya dan menangis di pelukan nenek. Nenek terkejut dan mengusap puncak kepala Aurel.

__ADS_1


"Nenek, ayah ibu dan kakak mereka mengabaikanku" mendengar ini nenek itu sangat terkejut, ia sangat tahu bahwa putri kecil ini sangat dicintai. Apa yang membuatnya di abaikan. Tak lama ayah Sena dan Adrian berjalan keluar, dibelakang mereka diikuti oleh ibu Sena dan seorang gadis kecil yang sangat kurus. Saat mereka memperhatikan gadis itu mereka merasa wajahnya agak familiar, dan setelah dia duduk mereka akhirnya sadar bahwa gadis ini sangat mirip dengan Davin dan Helena.


"Helena siapa gadis ini?" nenek itu sangat penasaran dengan gadis kecil ini.


"Ini adalah Sena dia putriku satu-satunya" Jawaban Helena sontak membuat semua orang terkejut, disisi lain Aurel menahan emosi nya dan memandangi Sena dengan tatapan ingin membunuh


"Kakak Ipar, apa maksudmu dengan putri satu-satunya?" adik dari ayah Sena menanyainya untuk mendapatkan kejelasan


"Ini adalah putriku yang asli, dan yang disana itu hanyalah rubah licik" Helena memberikan tatapan menghina kearah Aurel. Aurel yang melihat itu sangat terkejut, selama ini ibu nya selalu memandanginya dengan penuh cinta, sekarang pandangannya seakan-akan jijik terhadapnya. Nenek sangat terkejut, cucu yang dia rawat sejak bayi ternyata bukan cucu kandungnya. Sebelum semua bisa bereaksi ayah Sena menjelaskan semuanya, mulai dari perawat yang dengan sengaja mengambil putrinya dan menukarnya hingga kebusukan Aurel. Mendengar itu tubuh Aurel gemetar, ia tak mengira bahwa mereka akan mengetahui perbuatannya. Sekarang ia mengerti mengapa sikap mereka terhadapnya berubah


"Apakah akan berakhir seperti ini lagi, seandainya gadis itu tidak kembali semua ini akan menjadi miliknya" Aurel memandangi Sena dengan tatapan membunuh.


"Perhatikan tatapan matamu ke adikku!" Brian meneriaki Aurel dan membuat Aurel terkejut, ia tak menyangka bahwa ia akan diperhatikan oleh Brian. Aurel pun hanya menundukkan kepalanya. Satu-satunya harapannya sekarang adalah neneknya.


Nenek merasa sedih tentang Sena tapi ia telah sangat menyayangi Aurel, bagaimana pun itu adalah cucu yang ia rawat sejak kecil. Ia juga sedikit tidak percaya tentang perbuatan Aurel, ia sudah merawatnya dari kecil dan ia tahu sebaik apa Aurel


"Nak aku turut sedih tentang putrimu, tapi Aurel telah bersama kita selama ini. Dia juga telah bertunangan dengan Jonathan, kita tak bisa membiarkan mereka tahu bahwa Aurel bukan putri keluarga Kinsley. Bagaimana jika kita memperkenalkan Sena sebagai saudari kembar Aurel? Dan juga mungkin Aurel tidak memberitahukan keberadaan Sena karena takut ia akan diusir. Aurel masih muda dan belum tahu tindakannya salah" nenek berusaha untuk mengubah keputusan anaknya yang ingin mengusir Aurel. Helena, Davin dan Brian tentu tidak setuju dengan usulan nenek itu. Rubah licik itu sudah sangat berani membahayakan nyawa Sena, dan sekarang dia meminta mereka untuk menjadikannya saudara kembar Sena. Tidak mungkin!


"Ibu, aku tak peduli dengan pertunangan keluarga Dikran, jika ibu ingin merawat rubah itu silahkan. Yang pasti dia tidak bisa masuk dalam keluargaku. Putriku hanya satu dan dia adalah Sena" mendengar perkataan ayahnya tubuh Aurel bergetar menahan amarah, apakah sikapnya baiknya selama 16 tahun ini tak berarti apa-apa dimata mereka. Mereka bahkan dengan mudahnya mengusirnya setelah menemukan Sena. Nenek sadar bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia sangat tahu bahwa putranya ini tak akan menarik kata-katanya

__ADS_1


"Daniel bisakah kau mengakui Aurel sebagai putrimu? Kita bisa menginformasikan bahwa Aurel dirawat di keluarga utama karena saat itu Sena di culik, dan Aurel akan tetap menjadi putri dari keluarga Kinsley walaupun bukan dari keluarga utama"


"Tidak masalah ibu, Aurel akan menjadi putriku. Istriku juga hamil dalam waktu yang sama dengan kakak ipar, tapi sayangnya anakku meninggal. Kita bisa membuat pernyataan bahwa anak itu tidak meninggal tapi dia adalah Aurel" nenek senang mendengar itu, disisi lain Aurel sangat tidak senang, dia adalah putri dari keluarga utama awalnya, sekarang bahkan derajatnya lebih rendah dari Sena. Ia kembali menatap Sena dengan tatapan membunuh tetapi kali ini Sena membalasnya dengan senyuman menghina.


__ADS_2