Perjalanan Feng Zun 2

Perjalanan Feng Zun 2
Bab 35


__ADS_3

Begitu mendengar nama Shen Chuyun, keributan segera terjadi di setiap sudut kota itu.


Sementara itu di Halaman Qinglong.


Jiu Feng memasang ekspresi aneh di wajahnya, “Rekan Taois Feng, dia sudah ada di sini, aku khawatir akan sulit untuk menolaknya…”


Feng Zun berdiri di tepi kolam, dengan santai melemparkan pakan ke kolam ikan mas. Dia berkata dengan bingung, “Mengapa menurutmu aku seolah tidak boleh menolaknya?”


Jiu Feng merenungkannya sebentar, lalu berkata, “Jika Anda menolaknya, maka semua orang akan menganggap bahwa Anda takut berduel dengannya, dan hal itu hanya akan meningkatkan prestise Shen Chuyun, yang juga akan berdampak besar pada reputasi Anda.”


“Hanya untuk reputasi?” 


Feng Zun menggelengkan kepalanya, “Tidak ada hal yang lebih tabu daripada memandang secara berlebihan pada reputasi. Pergi dan beritahu Shen Chuyun, bahwa jika dia ada disini untuk membalas dendam atas nama Bukit Pedang Tersembunyi, dia harus datang kesini secara pribadi, aku sama sekali tidak keberatan untuk memberinya kematian.”


Dengan itu, dia mengeluarkan kursi rotan kesayangannya, berbaring, dan mulai berjemur di tengah hangatnya matahari musim semi.


"Sepertinya aku perlu mencari kesempatan untuk kembali memperbaharui kursi ini, dan menambahkan beberapa materi spritual langka yang bisa menenangkan, serta beberapa bahan yang dapat melancarkan peredaran darah dan qi. Hal itu pasti akan membuatnya semakin nyaman…" pikir Feng Zun.


Saat dia memikirkan ini, berbagai bahan spiritual yang cocok untuk menyempurnakan kursi rotan membanjiri pikirannya.


Seperti Rotan Bintang sepuluh ribu tahun, Batang Pohon Ambergris, Mata Air Spiritual, dan masih banyak lagi lainnya. 


Menggunakannya akan membuat kursi anyamannya menjadi lebih nyaman dari sebelumnya.


Kursi anyaman ini telah menemaninya sejak berada di Sky Mansion, Ibukota Kekaisaran Han, Feng Zun tidak pernah sanggup menyingkirkannya.


Bukan karena kursi itu terlalu istimewa, tapi kemana pun dia pergi, kapanpun hatinya merasa baik, dia bisa duduk dengan nyaman di kursi itu dan bersantai.


Ini semua hanya tentang kenyamanan, sebuah kenyamanan yang tak tertandingi, sehingga layak untuk menghabiskan beberapa ribu batu roh dan materi spiritual langka.


Jiu Feng menyaksikan dengan linglung saat Feng Zun justru berbaring di kursi rotan dan mengistirahatkan matanya. 


Baru pada saat itulah dia berani mengatakan dengan pasti bahwa Feng Zun ternyata sama sekali tidak peduli pada Shen Chuyun.


“Kalau begitu… saya akan pergi menemuinya sekarang."


Setelah mengatakan itu, Jiu Feng berbalik dan meninggalkan Halaman Qinglong.


Ketika dia telah pergi, Shuoxue bertanya dengan rasa ingin tahu, “Saudara Feng, saya ingat bahwa Anda mengatakan betapa bersemangatnya Anda ketika menemukan lawan yang layak, jadi mengapa Anda mengabaikan lawan Anda kali ini?”


Menurut penjelasan Jiu Feng sebelumnya, Shen Chuyun adalah sosok jenius yang bisa dikatakan kelas atas.


Feng Zun berkata dengan suara rendah, “Seiring berjalannya waktu, pikiran orang pasti juga akan berubah. Pada hari kesepuluh bulan ketiga lunar, aku akan senang untuk berselisih paham dengan Shen Chuyun, tapi sekarang… aku sama sekali tidak tertarik.”

__ADS_1


Shuoxue menekankan bibirnya untuk tersenyum, ini memang Feng Zun yang dia kenal.


Tiba-tiba, seseorang berseru dari luar gerbang, “Feng Zun, ada sesuatu yang mendesak yang harus segera dibicarakan denganmu!”


Lin Yunlan?


Feng Zun tercengang. 


Dia menghabiskan setengah bulan terakhir tenggelam dalam kultivasinya, jadi dia hampir melupakan pamannya ini!


"Masuklah." kata Feng Zun.


Lin Yunlan kemudian mendorong pintu hingga terbuka dan masuk. 


Pria paruh baya kurus dengan rambut yang mulai memutih itu berjalan dengan tergesa-gesa, alisnya berkerut karena terlihat khawatir.


Begitu dia melihat Feng Zun, dia buru-buru berkata, “Anggota Keluarga Lin telah tiba, dan saya curiga mereka mengetahui tentang keberadaanmu, kita harus pergi secepat mungkin!”


“Jadi, mereka akhirnya sudah tiba di dunia ini…”


Saat Feng Zun menggumamkan itu, mau tak mau dia terlihat sedikit tertarik, “Berapa banyak dari mereka yang datang? Dan seberapa kuat barisan mereka?”


"Aku tidak yakin." Lin Yunlan menggelengkan kepalanya.


"Lihat ini." 


Lin Yunlan mengangkat tangan kirinya dan menunjukkan kepada Feng Zun tanda lahir daun merah di pergelangan tangannya. 


Tanda itu bersinar dengan cahaya berkabut yang samar, dan ukirannya yang seperti urat daun berkedip-kedip.


“Setiap kali anggota Keluarga Lin Gunung Xuanwu muncul dalam jarak dua ratus mil dariku, aku bisa merasakannya melalui tanda lahir ini.” kata Lin Yunlan. 


Artinya, mereka sudah tidak jauh lagi!


Alisnya berkerut karena khawatir.


Feng Zun berpikir sejenak, lalu berkata secara langsung, “Jika mereka mengejarku, dan jika terjadi pertempuran, apakah Anda akan menghentikanku untuk membunuh mereka?”


Lin Yunlan tertegun, tapi sesaat kemudian, dia berkata dengan penuh keyakinan, “Kamu tidak perlu khawatir, bahkan jika harus mengorbankan nyawaku, aku akan berusaha memastikan keselamatanmu.”


“Jawab saja pertanyaanku.” kata Feng Zun.


Sudut bibir Lin Yunlan berkedut, dan dia menggelengkan kepalanya, “Aku tidak akan menghentikanmu.”

__ADS_1


Feng Zun mengangguk, “Itu membuat semuanya menjadi Lebih sederhana, kita tunggu saja sampai mereka datang untuk membuang nyawa.”


Lin Yunlan baru saja hendak mengatakan sesuatu, namun Feng Zun sudah lebih dulu mengangkat tangannya dan membungkamnya, “Aku tahu apa yang ingin Anda katakan, jadi jangan mencoba membujukku lebih jauh.”


Dia sudah mengerti bagaimana Lin Yunlan akan bertindak. 


Pamannya itu dengan sepenuh hati hanya terpaku untuk memastikan keselamatannya, apapun risikonya.


Pada intinya, meskipun Feng Zun menghargai pemikirannya, tapi dia… sebenarnya tidak membutuhkan perlindungan pamannya!


Ekspresi Lin Yunlan berubah tak menentu. 


Beberapa waktu berlalu sebelum dia menggertakkan gigi dan berkata, “Baiklah kalau begitu, aku akan bergabung denganmu, dan kita bisa bertarung dengan siapapun yang datang nantinya!”


Feng Zun tidak keberatan lagi. 


Dia tidak menolak Lin Yunlan, dia tahu bahwa pamannya benar-benar peduli terhadap keselamatannya, secara alami itu tidak masalah.


“Feng Zun, apakah kamu… benar-benar tidak memiliki keinginan untuk kembali ke keluarga ibumu bersamaku?” Lin Yunlan mau tidak mau bertanya.


“Aku akan pergi, tapi tidak sekarang, kita bisa mendiskusikan hal itu lagi nanti.” jawab Feng Zun.


Meskipun jawabannya terdengar agak asal-asalan, tapi hal itu membuat semangat Lin Yunlan tetap melambung tinggi. 


Dia tersenyum, tampak bersyukur, "Itu bagus... Sangat bagus! Tidak peduli kapan kamu memutuskan untuk datang ke Alam Teratai Biru, aku akan melakukan segala daya dan upayaku untuk memastikan bahwa Kanon Dewa Leluhur bisa jatuh ke tanganmu!”


“Mengapa Anda tidak mewarisinya sendiri?” tanya Feng Zun.


Ekspresi Lin Yunlan tiba-tiba menjadi rumit, “Saat itu, di seluruh Keluarga Lin, hanya ibumu dan aku yang memenuhi syarat untuk mewarisinya, tapi pada akhirnya, hanya satu dari kami yang boleh mendapatkannya. Aku menyerah pada kesempatan ini, dan aku berencana untuk mewariskan keberuntungan besar itu untuk ibumu. Tapi siapa sangka….”


Dia menghela nafas, ekspresinya penuh kesedihan, dia tertahan, sehingga tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Hati Feng Zun tergerak.


Ini adalah kesempatan untuk membuktikan Dao untuk menjadi seorang Imperial Apex Realm. 


Bahkan di Alam Klan Tian, siapa yang tidak akan tergoda?


Tapi Lin Yunlan justru rela untuk menyerahkannya pada adik perempuannya, Lin Hua!


Dari sini, terlihat jelas betapa dia sangat menyayangi adik perempuannya itu.


Hal ini membuat Feng Zun bertanya-tanya, bagaimana ekspresi pamannya ini jika mengetahui bahwa ibunya masih hidup?

__ADS_1


Note : Hubungan Shuoxue dan Feng Zun sama seperti hubungan dia dengan Tianba, Taois Haoran, Zhuan Long, dan teman-temannya yang lain.


__ADS_2