Perjalanan Feng Zun 2

Perjalanan Feng Zun 2
Bab 79


__ADS_3

Lilin-lilin padam tanpa suara, membuat ruangan itu menjadi gelap.


Gemerisik suara pelepasan pakaian dapat terdengar, diselingi dengan nafas yang terengah-engah dan berat….


Ruangan itu benar-benar gelap, tapi bagaimana hal itu bisa membatasi pandangan Feng Zun?


Ketika dia melihat gadis cantik itu berbaring di tempat tidur, jejak gunung kembarnya terlihat melalui korset tipis yang masih menutupi dirinya, membuat Feng Zun bergetar dan terpesona sekali lagi.


Dia tidak pernah membayangkan kecantikan yang murni dan mempesona ini, akan memiliki aset yang begitu luar biasa?


-_-


Pinggangnya yang ramping bergeser dengan gelisah, kulitnya yang halus dan cerah terasa sejuk saat bergesekan. Kakinya yang panjang dan mulus meringkuk, terlihat sangat lentur dan halus saat disentuh.


Saat aromanya yang menyenangkan terhirup, seolah keharumannya akan mampu bertahan di sepanjang kehidupan. 


Di luar jendela, angin malam menggoyang pepohonan pinus dan bambu.


Di bawah langit malam yang gelap, ruangan itu sedang terjadi pertempuran hebat, namun dipenuhi dengan gairah dan kesenangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Kenikmatan yang ada di dalamnya tidak boleh diketahui orang lain.


Waktu yang cukup untuk membakar sebatang dupa telah berlalu.


"Hm?" Suara Feng Zun tiba-tiba terdengar di tengah kegelapan. 


"Tuan, apa yang…"


Suara Ning Sih membawa sedikit kelembutan dan terdengar lemah.


"Tidak apa-apa, terus lanjutkan. Jangan sampai perhatian kita teralihkan..."


"Eh…Oh…Mm…."


Kultivasi ganda mereka berlanjut.


Namun tiba-tiba, ada sesuatu yang berfluktuasi dalam hati Feng Zun.


Kultivasi ganda adalah perpaduan antara gairah dan semangat, resonansi dan benturan dua kekuatan berbeda secara langsung. 


Tapi beberapa saat yang lalu, Feng Zun telah merasakan kekuatan misterius yang tak dapat dipahami, yang tersembunyi di dalam tubuh Ning Sih, dan ia tampak gelisah, seolah takut akan terjadi sesuatu.


Hal ini membuat Feng Zun teringat kesengsaraan Ning Sih, dan ilusi mata aneh yang muncul di atasnya.

__ADS_1


Pasti ada yang aneh dengan asal usulnya, hanya saja gadis ini sendiri bahkan tidak mengetahuinya.


Aku harus membantunya menyelesaikan masalah ini.


Pagi hari berikutnya.


Langit baru saja mulai cerah ketika suara gemerisik membangunkan Feng Zun dari tidurnya.


Ketika dia membuka matanya, dia melihat sosok anggun sedang dengan hati-hati mengangkat selimut dan duduk, punggungnya yang seputih salju terbuka dan terlihat dengan jelas.


Rambut hitam pekatnya acak-acakan, dan seberkas sinar matahari pagi mendarat tepat di bahunya yang begitu indah, memancarkan kilau pesona yang samar.


Itu hanya punggung dari seorang gadis yang terkena mentari pagi, tapi pemandangan itu cukup indah hingga membuat hatinya bergetar.


Bahkan setelah dia meninggalkan tempat tidur, wanginya masih terasa.


Gadis itu melangkah dengan begitu hati-hati saat mengambil pakaiannya, sepertinya dia takut akan membangunkannya.


Saat Feng Zun melihat gadis muda itu berpakaian di bawah sinar mentari pagi, dia tidak bisa untuk tidak mengingat kembali kegembiraan dan pesta pora semalam.


Rasa kepuasan yang tak terlukiskan muncul dalam hatinya.


Setelah bertarung semalaman penuh, dia merasa jauh lebih baik, seolah ada beban yang telah dia lepaskan.


"Aaah..." 


Tiba-tiba, teriakan kaget terdengar. 


Dia tidak yakin sejak kapan, tapi ketika Ning Sih berbalik, dia melihat bahwa Feng Zun sudah membuka matanya. 


Wajah cantiknya langsung memerah, dan dia tergagap, "Tu...Tuan… Anda sudah bangun?"


Dia baru saja mengenakan pakaian. Sekarang, dia memegangi dadanya dengan kedua tangan, sepertinya tidak tau harus berbuat apa lagi.


Feng Zun menyandarkan kepalanya dan menggoda, "Siapa yang terus meminta lebih banyak tadi malam? Lihatlah dirimu! Kenapa tiba-tiba kamu menjadi begitu pemalu?"


Ning Sih gemetar seolah dia tersengat listrik, lalu melarikan diri ke dalam Labu Pemelihara Jiwa. 


Dia tidak bisa menahan tawa saat melihat tingkahnya.


Pada saat ini, rambut Feng Zun acak-acakan dan sosoknya terlihat berantakan.


Pertarungannya melawan dua puluh enam Immortal Ascension kemarin, bahkan sama sekali tidak mampu menggeser satu helai rambut pun dari kepalanya.

__ADS_1


Tapi sekarang, rambut dan sosoknya terlihat berantakan, sehingga mudah untuk membayangkan betapa mengerikannya pertempuran yang dia jalani tadi malam.


Meskipun sepertinya sangat melelahkan, dia terlihat puas, dan sekarang dia sedang dalam suasana hati yang luar biasa baik.


Setelah bangun dari tempat tidur dan mandi, dia sarapan.


Shuoxue tahu bahwa dia sedang bersemangat, dia tersenyum lalu berkata, "Saudara Feng, Anda begitu ceria hari ini."


Feng Zun juga tertawa dan berkata dengan santai, "Mungkin karena aku mendapat manfaat Grand Dao terbesar tadi malam."


Karena berhubungan dengan kultivasi, Shuoxue tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, "Bisakah Anda memberitahuku secara detail tentang hal itu?"


-_-


Bagaimana mungkin dia bisa menjelaskan secara detail, tentang pertempuran sengit yang begitu menakjubkan tadi malam?


Namun pada saat yang sama, seseorang tiba-tiba mengetuk gerbang Halaman Qinglong.


Kemudian sebuah suara terdengar, "Saya adalah Zengtian Kesembilan dari Istana Zeng Mo, Luyi Wang. Saya datang bersama Pelindung Dharma Lue Ye dan murid inti kami, Chang Ziyan untuk bertemu dengan Rekan Taois Feng Zun."


Orang tua buta itu mengerutkan alisnya, "Yang Mulia, sepertinya kita kedatangan tamu yang memiliki niat buruk."


Feng Zun tertawa, "Anda salah, tidak mungkin mereka disini untuk menimbulkan masalah. Buka pintunya dan biarkan mereka masuk."


Orang tua buta itu kebingungan, namun ia tetap bangkit dan dalam sekejap tiba di gerbang, kemudian membiarkan mereka masuk.


Sementara itu, Feng Zun sudah kehilangan minat untuk melanjutkan sarapan. Dia tiba di samping kolam ikan dan berbaring di kursi rotan seperti biasanya.


Saat itu pagi musim semi yang cerah, dengan angin sepoi-sepoi dan sinar matahari yang indah. 


Di seluruh halaman kediaman Feng Zun, setiap tanamannya tumbuh dengan subur, penuh vitalitas kehidupan.


Saat Feng Zun berbaring di kursi rotan kesayangannya, dia tidak dapat menahan diri untuk tidak mengingat sesuatu.


Tadi malam, ketika Kaisar Long dan Jiu Feng datang berkunjung, mereka membawa rampasan perang. Jika digabungkan, semua hasil jarahan itu seperti harta karun dengan nilai yang tidak dapat diperkirakan.


Dan diantaranya terdapat beberapa materi spiritual, yang dapat dia gunakan untuk menyempurnakan kursi rotan anyamannya…


Saat dia merenungkan ini, orang tua buta itu berjalan dan memimpin Zengtian Kesembilan, Chang Ziyan, dan Lue Ye.


"Orang tua ini bernama Luyi Wang. Rekan Taois Feng, selamat karena telah berhasil mengatasi kesengsaraan, membuktikan Jalan Dao Anda, dan menerobos pengepungan musuh-musuh Anda!"


Zengtian Kesembilan menyapa Feng Zun dengan penuh senyuman

__ADS_1


__ADS_2