Perjalanan Feng Zun 2

Perjalanan Feng Zun 2
Bab 78


__ADS_3

Ketika dia membunuh Guan Shaoyu dan monster lain yang bangkit dari zaman kuno, yang membuat faksi di belakang mereka memandangnya sebagai musuh, Feng Zun tidak pernah memikirkan hal itu. 


Belum lama ini, ketika dia menebas Tianxu Shouyu dan yang lainnya di depan Kota Sembilan Tungku, menghancurkan aliansi gabungan dari lima faksi kuno, Feng Zun juga tidak memikirkan apapun.


Tapi hari ini, faksi-faksi yang memusuhinya itu telah kembali, untuk mengganggu kesengsaraannya dan merebut Benih Vena Luo.


Meski enggan, Feng Zun akhirnya mulai kehabisan kesabaran.


Berkali-kali mereka telah memprovokasinya. 


Apakah mereka benar-benar mengira dia tidak bisa marah seperti bodhisattva yang hanya duduk manis di kuil Buddha? 


Apakah mereka benar-benar mengira bahwa mereka bisa memperlakukannya sesuka hati mereka?


Terlebih lagi, dia telah membawa Benih Vena Luo bersamanya, dan hal itu akan menjadikannya sebagai sasaran panah yang tak terhitung jumlahnya. Jika dia terus mengabaikan ini, siapa yang tahu berapa banyak variabel yang akan terjadi?


Setelah basis kultivasiku sepenuhnya stabil, aku harus mengakhiri semua ini.  pikir Feng Zun. 


Tak lama kemudian, orang tua buta itu, Shuoxue , dan yang lainnya telah kembali. Ekspresi mereka semua tampak senang, dan mereka tidak bisa menyembunyikan kegembiraan.


"Yang Mulia, selamat karena berhasil mengatasi kesengsaraan Anda, membuktikan Jalan Dao Anda, dan memasuki Alam Inkarnasi Spiritual!” kata lelaki tua buta itu sambil tersenyum dan membungkuk dalam-dalam.


Shuoxue, Tianba, Taois Haoran dan yang lainnya juga mendekat untuk memberikan selamat satu per satu.


Feng Zun tersenyum, "Ini hanya masalah sepele."


Kelompok itu mengobrol lebih lama sebelum dia bangkit dari kursi anyamannya. 


Dia memandang Shuoxue , lalu memberikan instruksi, "Ketika Kaisar Long dan Jiu Feng tiba disini, ingatlah untuk mengambil rampasan perang dari tangan mereka."


"Mengerti!" kata Shuoxue .


"Aku akan istirahat. Setelah tugasmu selesai, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau." Setelah itu, Feng Zun berjalan kembali ke kamarnya.


Dia baru saja menerobos, dan basis kultivasinya belum stabil, sehingga secara alami dia harus kembali berkultivasi.


Waktu berlalu.


"Jika aku menunjukkan kepada guru tentang Inkarnasi Grand Dao yang kubuat hari ini, aku yakin dia pasti akan tercengang." 


Senyum tipis muncul di bibir Feng Zun. 

__ADS_1


Saat dia mengatasi kesengsaraannya dan memasuki Alam Inkarnasi Spiritual, Pedang Pan Gu beresonansi dengan qi di tubuhnya, memberikan Inkarnasi Spiritual miliknya sebuah jejak kekuatan dari Pedang Pan Gu.


Dengan pengalaman ratusan ribu tahun dari Long Shangdi, Feng Zun sangat yakin bahwa gurunya pasti mengetahui bahwa di sepanjang sejarah, tidak ada seorangpun yang pernah menciptakan Inkarnasi Spiritual yang sebanding dengan miliknya!


Baru pada larut malam Feng Zun akhirnya terbangun dari meditasinya.


"Ning Sih." 


Feng Zun mengetuk Labu Pemelihara Jiwa.


Cahaya berkabut menyebar, dan sosok anggun Ning Sih mulai terlihat.


"Tuanku, apa perintahmu?"


Saat mengatakan itu, gaun merah gadis muda itu berkibar rendah di sekelilingnya.


Dia cantik, kulitnya yang seputih salju tampak indah, saat terlihat semakin bersinar di bawah cahaya lentera.


Feng Zun tersenyum lalu berkata, "Aku memanggilmu untuk mendiskusikan tentang kultivasi ganda."


"Ah… itu..."


Mata berbintang wanita muda itu melebar, bibir merahnya sedikit terbuka, dan pipinya memerah.


Dia seperti anak kelinci yang terkejut.


Feng Zun memperhatikan tingkahnya dengan senang hati, "Sepertinya aku ingat bahwa kamu menanyakan beberapa pertanyaan kepada Hua Jin tentang kultivasi ganda, jadi aku yakin bahwa kamu sudah melakukan persiapan?"


"Tuan… Aku..."


Wajah Ning Sih semakin memerah, dan ekspresinya di penuhi rasa malu.


"Kultivasi ganda mungkin adalah tindakan nafsu, namun masih sesuai dengan Dao. Jika kamu tidak mau, maka lupakan saja." kata Feng Zun dengan santai.


Ning Sih sempat tertegun. Kemudian, dia buru-buru berkata, "Aku... Aku bersedia, tentu saja aku bersedia! aku hanya… aku hanya…"


Suaranya yang gugup terdengar manis dan merdu saat wajahnya terlihat malu-malu.


Feng Zun tertawa, "Apakah ini terlalu mendadak?"


Dia bangkit, mengeluarkan sebotol anggur, dan berkata, "Mari kita berbagi minuman dan memanfaatkan waktu senggang ini terlebih dahulu. Aku akan memberikanmu pengetahuan tentang semua yang aku ketahui mengenai kultivasi ganda."

__ADS_1


Dia mengeluarkan dua gelas, mengisinya, dan berbaring dengan malas.


Ketika Ning Sih melihat ini, dia ragu-ragu, lalu duduk di sampingnya.


"Cinta dan gairah antara pria dan wanita adalah bagian dari sifat alami manusia." kata Feng Zun dengan lembut. 


Dia menghabiskan isi cangkirnya, lalu kembali menjelaskan, "Dan Kultivasi Ganda sejak awal adalah salah satu Jalan Dao paling alami yang diberikan langit dan bumi. Setiap aliran kultivasi, mulai dari Buddhis, Daois, aliran Iblis dan bahkan kultivator Hewan Spritual, juga memiliki warisan teknik mengenai kultivasi ganda…


"Metode yang akan aku ajarkan kepadamu ini sedikit berbeda, jadi dengarkan ini baik-baik."


Ning Sih awalnya sangat pemalu dan gelisah, tetapi ketika dia mendengar itu, dia langsung terlihat penuh minat.


Dia mengesampingkan semua pemikiran lain, wajahnya yang indah dan menawan kini terlihat serius dan fokus.


Waktu berlalu.


Di bawah cahaya lilin yang berkelap-kelip, Feng Zun mentransmisikan pengetahuan tentang Dao. 


Dari waktu ke waktu, dia dan Ning Sih minum bersama, dan dia perlahan-lahan telah menjadi rileks.


Mungkin karena alkohol, kulitnya yang halus dan seputih salju berubah menjadi sedikit merah seperti warna buah jambu, saat dia tampak agak mabuk. Dan hal itu secara tidak sengaja membuat dirinya semakin terlihat menawan. 


Ning Sih benar-benar cantik, dengan mata berbintang, bibir merah jambu, dan sosoknya ramping dan putih bersih. Sedikit mabuknya justru menambah pesona pada kecantikannya yang murni dan alami.


Bahkan hati Feng Zun sedikit bergetar saat melihatnya. 


Jika beberapa kaisar melihatnya, mungkin mereka akan berperang satu sama lain, hanya demi mendapatkan sentuhan dari keindahannya.


Inilah yang dimaksud dengan kecantikan tiada tara, tipe keindahan dunia yang mampu menghancurkan sebuah negara, dan membawa kehancuran bagi rakyatnya.


Untungnya, Feng Zun bukan tipe orang yang membiarkan hasrat mengacaukan pikirannya, dan terlebih lagi, Dao Heart-nya sudah sangat kokoh, sehingga dia tidak akan terpengaruh oleh nafsu antara pria dan wanita. 


Dia tentu saja tidak akan kehilangan kendali.


Mereka akhirnya mencapai akhir dari kendi anggur, bersamaan saat dia menyelesaikan pelajarannya tentang kultivasi ganda. 


"Tuan, aku…"


Ning Sih mengangkat wajahnya yang cantik, matanya berkilauan seperti kolam surga yang jernih.


Sebelum dia bisa berkata apa-apa lagi, Feng Zun telah mengangkat tubuhnya dan berjalan ke tempat tidur.

__ADS_1


Swosh~


__ADS_2