
sore pun tiba dengan ditandai suara adzan magrib yang berkumandang memanggil dan juga menyerukan seluruh umat islam untuk menunaikan ibadah sholat magrib
sore ini sedikit berbeda dari hari biasanya ,jika biasa nya dulu keluarga ayu sholat dirumah terapi sekarang berbeda pak samsul sekarang mengajak seluruh anggota keluarganya untuk sholat jamaah di masjid beliau berkata sekalian untuk membiasakan naya untuk sholat berjamaah juga belajar ngaji disana .
" loo ayu kapan pulang nduk ?" tanya bu darmi tetangga ayu . kemarin kata ibumu kamu mau merantau lalu kapan berangkat ". lanjutnya
"nggih bulik tadi siang selepas waktu dhuhur ayu sampai rumah , inshaallah pertengahan bulan depan bulik dan mohon doa restunya ". jawab ayu sopan dan diangguki oleh bu darmi
ayu mendampingi naya yang tengah belajar mengeja huruf hijaiyah
" wah naya pinter sekali kamu nak sudah bisa mengenal dan mengeja huruf hijakiyah " kata guru yang mengajari naya mengaji .
" melihat naya yang pinter ngaji kok hemm pengen jadi bapak sambung nya ya ". celetuk guru ngaji yang satu nya meskipun lirih tetapi ayu bisa mendengarkannya .
kemudian mereka pun melanjutkan belajar ngaji
hingga tiba adzan isya pun tiba barulah kegiatan mengaji selesai kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah dengan khidmat dungguh menenangkan hati dan pikiran ayu yang tengah berkecambuk resah menjelang keberangkatannya .
sesampainya dirumah ayu segera menyimpan mukena nya juga mukena ibu dan naya ,kemudian dia menidurjan naya dikamar baru setelah itu dia keluar kamar dan duduk berbincang bincang sekalian memohon doa restu kepada bapak dan ibu, sembari menonton tv
" pak buk , ayu mohon maaf selama ini ayu selalu saja merepotkan bapak dan ibu apalagi urusan naya sekarang ayu pasarah kan ke bapak dan ibu ". ucap ayu
" oalah nduk kamu itu ngomong apa , kamu itu anak kami dan naya cucu kami jadi sudah sewajarnya bapak dan ibu merawat dan menjaga kamu juga naya toh kami tidak merasa direpotkan sama sekali ". jawab ibu
__ADS_1
" iya lo yu , kamu jangan ngomong aneh aneh selama kami mampu maka kami akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mu dan juga naya ,karena kesalahan bapak lah yang memaksa mu menikah dengan ilham yang akhirnya kamu harus menanggung semua ini bapak minta maaf nduk ". sahut bapak
" nggak pak , bapak ngga salah semua ini sudah takdir dari yang maha kuasa pak ". balas ayu ,pak buk ayu mau mohon doa restunya bapak dan ibu bukan depan ayu akan terbang ke negara tujuan kerja . ayu mohon supaya bapak dan ibu berkenan memndoakan ayu semoga semua proses menuju hari pemberangkatan nanti berjalan lancar hingga sampai ditempat tujuan dengan selamat dan bisa bekerja dengan baik supaya dapat mengumpulkan uang untuk masa depan keluarga kita nantinya dan masa depan naya utamanya ". lanjut ayu sembari mengusap air matanya yang sejak dari tadi telah lolos membasahi pipinya .
" iya nduk bapak dan ibuk hanya bisa mendoakan mu semoga semuanya diberi kelancaran keslamatan juga rejeki yang tak pernah putus putus dan berkah untuk semuanya aamiin ". jawab bapak dan diaamiini oleh ayu juga ibu .
" nitip naya nggih pak buk " ujar ayu .dan diangguki oleh bapak ibuk
setelah berbincang cukup lama tak terasa malam pun semakin larut dan merekA pun beranjak kekamar untuk tidur ,malam ini ayu tidur dengan ibu dan juga naya .
ayu tidur sambil memeluk naya diciuminya putri kecil sumber semangatnya itu dengan penuh kasih sayang . sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam dia tak tega meninggalkan putri kecilnya itu untuk merantau kerja diluar negri tetapi keadaan himpitan ekonomi lah yang memaksanya mau tak mau untuk merelakan perpisahan sementara ini .
tak terasa sudah tiba waktu sholat shubuh , ayu beranjak bangun untuk membersihkan diri juga melaksanakan sholat shubuh bersama kedua orang tuanya dirumah saja karena naya masih tidur .
selesai sholat bapak pergi kebelakang rumah memberi makan ternak nya sapi dan juga ayam
setelah selesai dengan aktifitas masing masing mereka pun duduk di dipan belakang rumah dibawah pohon rambutanbyang tengah berbuah lebat dan mulai masak itu
mereka sedang menikmati kopi dan pisang goreng pagi itu sambil ngobrol ringan hingga tanpa mereka sadari naya bangun dan berlari kearah bundanya
" ndaaaa " panggil naya
" iya sayang sini nak ". jawab ayu sembari berlari memeluk putrinya
__ADS_1
" aya mau mandi " tanya mbak uti dan diangguki oleh naya
" biar saya yang mandiin naya buk ". sahut ayu kemudian dia ber gegas membawa naya masuk dan membantunya mandi juga ganti baju selesai itu dia menggendong naya keluar untuk sarapan
selesai sarapan dan merapikan semua perkakas yang selesai digunakan ibu mengajak ayu dan naya ke sawah mengirim sarapan untuk bapak
karena tadi bapak tidak sempat sarapan beliau hanya minum kopi lalu berangkat ke ladang untuk mencabuti rumput liar di sela sela bedengan tanaman sawi cabe dan tomat
ayu menggendong naya sedangkan ibuk berjalan di depan mereka dengan menenteng rantang nasi untuk bapak
" mbah tung maem dulu ". teriak naya dari kejauhan
" iya nduk , oalah kok ya repot repot diantar kesini to buk mbok ya biar bapak pulang sendiri ". kata bapak sembari mengambil rantang nasi tersebut .
" ndak papa pak sekalian mau ngajak ayu dan yuna untuk melihat tanaman sayuran kita ". jawab ibuk .
kemudian mereka pun duduk di gubuk yang dibangun bapak tempo hari untuk sekedar melepas lelah ketika disawah
" ayo pak sarapan dulu sudah siang ini ". perintah ibuk
" iya buk ". jawab bapak kemudian beliau pun mulai membuka rantang dan memakan sarapan dengan ditunggui oleh istri anak dan cucunya sungguh pemandangan yang sangat adem dan indah .
" pak buk doakan ayu ya supaya semua nya lancar dan ayu bisa mengumpulkan banyak uang agar kita bisa membeli beberapa petak sawah untuk bapak tanami sayuran juga padi lagi ".celetuk ayu sembari nyengir kuda
__ADS_1
" aamiin " balas bapak dan ibu serempak
sungguh ayu sangat menikmati kebersamaan nya dengan keluarga meski singkat karena dia akan segera kembali ke pt untuk melanjutkan proses lainnya