
Feifei " macan putih , serang !!" teriaknya .
semua orang mulai takut kalau kalau Lili segera mati karena serangan macan itu , namun yah , ekspektasi berbanding terbalik dengan realiti .
macan itu terus menyerang Lili , sedangkan Lili hanya menghindarinya dengan lincah.
hingga tiba tiba , sebuah pisau kecil terbang ke arahnya dan menggores wajahnya .
semua orang terkejut termasuk Feifei .
Lili " hei jangan ikut campur " teriaknya
tiba tiba , seorang pria keluar dari kerumunan , ia memiliki rambut perak panjang yang terurai dan memakai hanfu berwarna putih polos .
" maafkan aku nona , apa kau terluka ??" ucapnya
Lili " huh , sudahlah hanya luka kecil " ucapnya
Feifei " hei kau !! jangan mengganggu kami , apa kau tidak lihat kami sedang bertarung ??"
" maafkan aku nona , aku akan diam kalian lanjutkan saja " ucapnya dengan tersenyum .
semua wanita di sana terpesona dengan ketampanan nya kecuali Lili dan Feifei .
mereka melanjutkan pertarungan mereka , namun kali ini berbeda , sekarang Lili yang menyerang Feifei .
ia tidak mengeluarkan pedang iblis nya karena takut membahayakan yang lain . jadi , ia hanya membuat pedang dari angin dan mulai menyerang Feifei dan hewan nya itu.
Lili mendorong Feifei hingga ia terjatuh dari macan putih itu cukup jauh . lalu , dengan kecepatan cahaya Lili menebas macan itu dengan pedang anginnya .
macan itu sekarat namun masih punya sedikit kekuatan untuk berbicara .
__ADS_1
macan putih " maafkan aku , yang mulia , ini semua pantas untukku . kalian semua , jangan pernah menyinggungnya " ucapnya lalu sang macan pun mati .
semua orang terkejut kecuali pria berambut perak itu , terlihat sedikit senyum di ujung bibirnya .
" ternyata itu benar kau , malaikat ku " ucapnya
Lili segera mengubah kembali pedang nya itu menjadi angin lalu pergi dari arena bela diri .
ia pergi ke taman sekolah , di sana ada banyak tanaman obat , bunga , dan pohon pohon rindang .
ia duduk di salah satu kursi yang tersembunyi di belakang sebuah pohon besar. ia memejamkan matanya dan hampir tertidur , namun seseorang mengagetkannya .
An " hey !!" ucapnya sambil menepuk bahu Lili.
Lili terkejut dan hampir terjatuh , ia berbalik dan melihat siapa yang telah mengagetkannya itu.
Lili " kau lagi !! apa yang kau lakukan disini ??"
An " hei , bisakah kau memanggil namaku , kurasa kau belum pernah memanggil namaku semenjak pertama kali kita bertemu "
An " oh kalau begitu aku akan menjadi dengak denganmu sekarang "
Lili " kau .... bisakah kau berhenti bersikap kekanak kanakan seperti itu ??"
An " memangnya kenapa ??"
Lili " karena itu membuatku kesal !!"
An " hehe baiklah aku masih ada kelas , aku pergi dulu , sampai jumpa "
Lili " huh dasar " batinnya .
__ADS_1
Lili " hei rambut perak , sampai kapan kau akan bersembunyi ??" ucapnya sambil membuka sebuah buku .
" wah ternyata sudah ketahuan ya " ucapnya sambil turun dari atas pohon di belakang Lili .
" hai , namaku Zhaoyang , kau bisa memanggilku Zhao "
Lili " aku tidak bertanya "
Zhao " ehh , hehe soal pisau tadi aku minta maaf "
Lili "tidak apa "
Zhao yang melihat luka Lili belum di obati segera menariknya . mendorongnya ke pohon dan menahannya
Lili " hei , apa yang kau lakukan ?? "
Zhao " tunggu sebentar , aku sedang mengobati lukamu "
Lili hanya terdiam dan memilih untuk menurutinya .
Lili " apakah kau sudah selesai ?? kau terlalu dekat denganku "
Zhao pun sadar dan segera mundur .
Zhao " maafkan aku , aku tidak bermaksud "
Lili " sudahlah , terima kasih sudah mengobati lukaku " ucapnya sambil sedikit tersenyum
Lili " aku masih ada kelas , aku pergi dulu "
Lili segera pergi dengan berlarian kecil .
__ADS_1
Zhao " malaikat ku , apa kau sudah melupakan ku ??" batinnya
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN , DAN FAVORIT YA .