PERMEN NANO

PERMEN NANO
ceroboh


__ADS_3

Hari hari semenjak covid keuangan kami mulai turun drastis.


Jualan online ku yg tadinya ramai mulai sepi.bisnis2 online suamiku pun mulai sepi.sementara hari hari mulai sepi.dan akhirnya tabunganvkita pun lma lama terkuras habis.


Untuk mendapatkan pemasukan kami harus peras otak mencari cara .


Akhirnya kami sepakat untuk


Jualan .


Barang barang jualan sisa yg ada dirumah kami bawa ke lapak untuk di jual.beruntung saar itu aku dapat tempat untuk menjual barang dagangan ku.


Dengan beralaskan tikar seadanya aku mulai menjual barang barang ( stok jualan ) yg ada dirumah.


Awal awal terasa berat


Karena aku belum terbiasa jualan langsung pd konsumen .setiap pagi aku bangun pagi dan aku angkat jualan ku ke lapak yg lumayan agak jauh dari tempatku.lumayan peras keringat dan tenaga apalagi aku sebdirian tanpa ada yang bantu.


Kadang mamaku yg kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat jualan ku membantu ku ikut menjaga menemaniku.


Karena kasian melihat ku bawa2 barang yg kejauhan mamak ku mengusulkan agar barang dagangan nya di simpan dirumah nya.tentu saja ini suatu good idea.


Akhirnya agak berkurang kelwlahanku untuk mengangkut barang .


Hari2 aku isi dngan jualan setelah selesai aku angkut barang yg blm terjual ke tempat mamaku.


Sayang nya semua tidak bwrjalan mulus.


Setiap hari aku angkut jualan sendirian dan aktivitasku diam diam diperhatikan adikku.dia merasa kesal melihat aku yg harus berjualan sendirian tanpa Mas Bayu membantuku walau hanya untuk angkut2 barang.dari situ sikap adik ku yang awalnya ramah pun sedikit sedikit mulai berkurang.dia banyak diam dan tak pernah bicara sama aku.tapi dengan sikap ku yg chu x dengan sekeliling aku aktivitas ku tidak terpengaruh.


Bukan aku tidak faham dengan perubahan sikap adik ku satu satunya itu.tapi aku sedang berfikir untuk mengambil keputusan salah salah ambil keputusan aku bisa terjebak diantara masalah yg lebih rumit.


Disatu sisi dia adik ku yang pastinya sebagai seorang adik yg menyayangi kakaknya dia akan merasa sedih dan prihatin dengan keadaan ku.hanya saja bukan dia tidak mau membantuku.dia pun tidak jauh lebih baik dari aku.


Adik ku dia adalH tulang punggung keluargaku.ayah ku sebelum adikku lahir dia sudah meninggalkan kami.adik ku besar dan tumbuh dari kasih sayang nenek dan kakek dari mamah.


Setelah menginjak dewasa adik ku mulai kerja.dan hasil kerjanya 100% di gunakan untuk membiayai mamaku.


Adik ku membawa mamaku bersamanya dengan mengontrak sebuah rumah .


Aku sebagai seorang kakak pun tidak terlalu banyak membantu mereka.karena kebutuhan ku pun hampir 50% dibantu adikku.biaya sekolah dan keperluan anak ku semua ditanggung adikku.


Aku selalu memendam rasa bersalah terhadapvadikku.seharusnta akulah sebagai seorang kakak yg melindungi keluarga ku.tp faktanyavadikku yg melindungi kami.


Tak ada seorang pun yg tahu setiap malam aku terkadang menangis memikirkan nasib hidup kami.memikirkan bagaimna lelahnya adiku yg harus banting tulang menghidupi kami dengan mengesampinfkan masa masa mudanya.


Maafkan kakak mu ini adiku


Kakak hanya berdoa Pada Tuhan semiga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada mu , memberikan kekuatan kesabaran dan semiga kamu diberikan umur panjan.

__ADS_1


Dan aku pun selalu berdoa pada Tuhan agar aku diberikan kesempatan untuk bisa membalas semua kebaikan kebaikan adik ku pada aku dan keluarga ku terutama karena dia benar2 tulus menjaga dan menyayangi anak ku satu satu nya yg selalu ada di sisi ku bersama kami.


Kembali lagi kemasalah ku


Setiap hari aktivitas selalu sama


Aku jualan sendirian dan suamiku tetap dengan aktivitas nya bisnis online dari hp.


Aku faham dengan kerjaan suamiku.dia melakukan bisnis jual beli cripto ( coin )


Tidak ku pungkiri..dari bisnisnya itu memang suami ku kadang busa mendapatkan uang yg lbih banyak dari aku.tapi dengan waktu yg tidak bisa diprediksikan.kadang bisa dlm hitungan detik dia bisa dpat uang jutaan...kadang sehari dua hari


Kadang semingu bahkan sebulan sekali,kadang berbulan bulan bahkan tidak dapat.bisa dibayangkan bagaimana sulitnya dan bingungnya aku menghadapi hari hari yang di rundung kebutuhan setiap hari.


Saat berminggu minggu atw berbulan bulan suamiku tidak dapat uang aku harus bisa menurupi kebutuhan ku.


Aku type wanita yg tidak mau banyak bicara.kalau sudah aekali bicara tapi tidak ada hasil maka aku akan memutuskan untuk diam dan bertindak sendiri.


Pernah aku mengeluh pada suami ku dan menyarankan agar dia mau membantu ku jualan setidaknya aku bisa menutupi kekecewaan keluargaku terutama adikku.


Karena aku tahu yang di inginkan keluargaku bukan suamiku harus dapat uang banyak tapi setidak nya mereka ingin suami ku tidak membiarkan aku bekerja / jualan angkut2 barang jualan sendirian.cuma itu saja yg mereka ingin kan ( sangat sangat wajar)


Tapi...hal inilah yg sampai saat ini belum bisa suamiku lakukan.dia begitu kuat dengan prinsipnya walauvpun dia tidak bekerja keras dan cuma tidur tiduran dirumah pun dia yakin dia bisa dapat kan uang.


Kalau sudah demikian aku sudah tidak bisa berbuat apa apa selain pasrah .


Semwntara dari hasil jualan pun belum bisa di andalkan selain kita baru jualan belum punya pelanggan dan barang2 yg aku jual pun masih dlm relatip sedikit.belum ada pilihan banyak untuk pembeli.


Tapi semua yg aku ungkapkan aku jelaskan sama sekali tidak bisa merubah keyakinan suamiku.akhirnya dengan ada sedikit kecewa yg aku pendam aku berusaha melapangkan dadaku dengan harus siap menanggung resiko di abaikan adikku dan makan hati dengan sikap suami ku.


Begitulah hari hari aku lalui dengan di bumbui kecanggungan pada keluargaku sebdiri dan kekecewaan yg kupendam dari suami.


Aku tidak mau mamaku dan adikku melihat semua problema ku.sekuat tenaga aku selalu menyembunyikan setiap rasa yg sedang aku rasakan.aku selalu membentengi wajahku dengan selalu menampakkan keceriaan ku


Setiap hari aku selalu menunjukkan bahwa aku baik baik saja.padahal di dalam dalam yg sebenarnya masalah ku bagaikan buah kedondong.


Hanya Tuhan yang tahu.


Kekuatan ku sangat terbatas


Kemampuan ku dalam mendapatkan uang pun sangat terbatas...


Setiap bulan aku harus memikurkan bayar kontrakan


Beli token, belum buat kebutuhan sekilah yg terkadang adavini itu yg harus diselesaikan dengan uang, belum lagi dapat undangan undangan dari tetangga,permintaan sumbangan sumbangan dari Rt setempat untuk kebutuhan lingkungan, untuk biaya makan kita sehari hari, untuk keperluan mandi,untuk bekal sekolah anakku dan jajannya tahu sendiri namanya anak belum bisa ngerti kalau orang tuanya gak punya uang,belum lagi mamak mertua yang selalu minta jatah...udah mah mamak mertua berubah sikap padaku, terus karwna kita tidak bisa ngasi uang lg pd mamak mertua, setiap mamak tlp tak pernah di angkat suamiku.pwrnah aku dengar mamak merrua marah marah pd suamiku karena tlp nya tidak diangkat angkat dan suami ku bilang ke mamaknya


Mak kalau mamak telpon bayu dan bayu tidak abgkat itu tandanya bayu lg g punya uang begitu lah yg aku debgar.dan manaknya senakin marah bukannya beliau faham dan nengerti keadaan tapi malah membuat beban masalah


Mamak mertua marah marah karena tidak dapat lagi jatahvuang dari mas bayu. Ya Allah andai aku boleh membandingkan antara mamaku dan mertuaku.

__ADS_1


Mamaku saat aku lagi punya uang setiap hari aku kasi mamaku uang dwngan sepwngetahuan suami tentunya ..dan itu pun tanpa pernah mamaku meminta padaku bahkan kalau aku kasih uang 100k dia selalu menolak katanya jangan bnyak banyak dikasi ke mamah keperluan teteh lebih banyak dari keperluan mamah.mamah sudah cukup di kasi dari yusuf ( adikku ) katanya.


Dan saat aku tidak ngasi uang spontan mamak ku tahu kalau aku lagi tak punya uang dengan mudahnya mamah ku memberiku uang pemberian adikku yg blm mamaku pake.dan dia suruh aku pake dulu.entah sudah berapa bantak uang mamaku yang aku pake dan entah sudah berapa gram perhiasan mamaku yg dibelikan adikku yg aku punjam belum bisa aku kembalikan.dan adikku pun tahu itu tapi dia tidak pernah juga menanyakan tentang itu.


Kebalikan dari sikap mamaku , mertuaku terabg terabgan marah karena mas bayu tidak peenah lg ngasi uang kepadanya .


Pernah dulu mas bayu punjam uang ke mamak saat mamak masih baik ke mas bayu pinjam 300k kalau tidak salah dan saat ngembalikan itu harus di lebihkan kalau tidak dikasi lebih maka kita tidak akan lagi di kasi pinjaman begitulah sedikit banyaknya perbedaan perlakuan mamaku dan mamak mertua ku


Ada satu kejadian yg mungkin kejadian itu efeknya tidak bisa aku hilang kan dalam ingatanku


Saat itu hari pernikahan yani anaknya kak wati


Karena dirayakan digedung dan letaknya jauh dari rumah sehingga agar kita tidak terlambat ke acara kita harus tidur di hotel terdekat.


Nah saat itu mamak mertuaku masih marah padaku gara gara aku dan kak wati terlihat akrab.dan kak wati nampak ramahvpadaku.karena itulah mamah jd balik membenciku.


Dengan terang terangan beluau telpon ke kak wati agar kami tidak disatukan dalam satu kamar nantinya.


Kalau mamak disatukan kamarnya dengan saya maka mamak g akan ikut itu katanya.


Namanya jendral kemauannya mesti diikuti.


Dan kak wati pun menceritakan masalah itu pada aku dan mas bayu.


Mas bayu hanya terdiam


Sementara aku santai santai saja.aku bilang buat kita mah mau kamar beda pun tak masalah yg masalah kak wati yg ngeluarin uang ( yg bayarin biaya hotel) 😁🤭


Akhirnya dngan kesepakatan setelah rundingan


Kami pun dipesankan kamar yg berbeda


Mamak sekamar dengan keluarga veni dan kiki ,sementara aku disatuin dengan keluarga bang Fais dengan anaknya yg perempuan sementara untuk kamar laki2 cm ada 1 kamar


Kalau keluarga willy dia karena banyak uang merwka menyewa kamar pribadi.begitulah akhirnya keputusan yg kita ambil


Masalah tidak hanya penempatan kamar saja.


Ternyata...ada masalah yg menurut ku sudah di luar batas orang sehat.


Sebagai menantu aku berpura pura tidak faham kalau mamak mertuaku sdh membenci aku.


Mertua ku benci aku karena dia merasa malu dan merasa yakin kalau kecurangannya sudah terbongkar.kecurangan yang mengadu domba antara aku dan kak wati.itulah alasan utama kenapa mamak membenci aku.karena untuk menurupi rasa malu nya itu


Bukan nya sadar diri malah bersikap lebih konyol itulah mertuaku.


Lain lg dengan ipar ipar ku yg cewek setelah tahu kecurangan mereka terungkap...mereka masih bisa bersikap santai dan seolah olah tidak ada yg terjadi.mereka sudah terbiasa dengan muka tebalvnya dan terbiasa muka dua.yg pebting bagi mereka...fulus fulus tetap ngalir ke mereka cm itu yg mereka fikir


(Buah tidak akan jauh jatuh dari pohon)

__ADS_1


__ADS_2