Pernikahan Tak Sempurna

Pernikahan Tak Sempurna
SEBELUM DEKAT


__ADS_3

Sebelum Jinie nona mendapat sebuah ingatan yang benar benar sedihnya ditinggal, Oppa Kim menjodohkan dengan Ran, dimana Jinie nona sadar atas apa yang ia alami adalah sebuah ketakutan, meski begitu Jinie nona sadar dirinya dianggap sombong, karena Ran Oppa adalah kembaran kekasih Jinie dahulu yang telah tiada, tidak tahu jika ia juga menaruh hati sejak di bangku sekolah yang terpopuler.


Ingatan itu adalah,


"Appa .. apa Jinie kemana apa ada dirumah?"


Kim pun tersenyum, ia pun sedikit bingung. Batin Anna ayah pernah menjelaskan, jika aku juga akan dijodohkan karena kekasihku masih sama kuliah. Tapi melihat oppa Ran ia terpesona. Anehnya pria ini malah menanyakan eonienya, tidak tertarik padanya.


"Anna panggil kakakmu ya!" tutur Kim.


Namun tiba saja bibi bilang.


"Maaf Tuan, tadi nona Jinie sudah pergi dari pagi, setelah lari pagi ia sudah berangkat ke LGL, kostumnya juga santai sih, pakaian olahraga, hanya bawa tas kecil di pinggang." jelas Bibi.


Sontag keluarga Ran kagum, mereka pun terkejut.


"Jinie, putrimu mengajukan cuti, ia langsung mengurus galeri juga Kim, lalu pabrik bagaimana?"


"Ya Jinie multitalent, saat ada mendiang dulu, Jinie dan Kau segalanya makin berkembang bahkan kekasih Jinie dulu, itu pun dari kerabat teman almarhum istri. Jinie kenal dari zaman sekolah saat memakai rok biru. Hingga akrab dan memulai dari kecil hingga kini, tapi setelah kecelakaan itu, semua kacau, bahkan Jinie depresi."

__ADS_1


"Ah, sayang sekali. Tipe gadis setia, yang susah move on. Sepertinya Ran, putraku harus ekstra keras mengambil hatinya."


Tawa mereka, membuat Ran tak enak hati kala itu.


"Jika tidak ada Jinie, siapa yang handel?"


"Pabrik aku utus oleh Danu adik sepupu. Jiwa tekatnya sama seperti kakaknya. Jika ada kesempatan kami akan mengenalkan, meski tak berjodoh mereka kami anggap keluarga."


Ran menatap khawatir akan adik dari sepupu, terlihat wajah berubah.


"Tenang saja, Ran. Danu itu seperti bocah, dia seumur Anna." Kim pun menyenggol lirik, yang di goda lagi oleh oppa Ran.


Pemandangan jelas jika Ran menunggu. Ayah Kim mengambil ponsel untuk menghubungi anaknya. Ayah Kim, yakin jika Jinie sedang menghindar dari perjodohan.


"Hallo sayang anak ayah, kamu sudah dimana? ini sudah lewat jam kamu pulang kan, cepat kembali!"


"Ya, ayah Jinie sedang dijalan satu jam lagi sampai, tadi Jinie pergi ke pabrik mengambil data progres perekrutan karyawan, Jinie sudah audit beberapa karyawan yang korupsi selama ini di galeries. Hanya saja Jinie harus memperkuat bukti."


"Baiklah sayang, ayah dan tamu istimewa kita menunggu!"

__ADS_1


Panggilan pun berakhir, jantung Jinie semakin berdebar ia merasa tak baik, berkali kali menatap ponsel, tak ada pesan dari Deva.


Tiba Jinie pulang dengan taksi, di depan rumahnya lalu menyodorkan lembaran uang, Ia menatap satu mobil terpampang jelas dan mewah, hatinya semakin tak karuan. Dan ketika ia menaiki tangga rumah depan, ia terkejut akan seseorang yang berdiri.


"Hah .. anda oppa kenapa disini?" lirih Jinie, yang saat itu pria itu tersenyum padanya.


"Menurutmu ..?"


"Menurutku kau aneh, eh! apa kau datang dengan Cloe? dia di dalam .." lirih Jinie, masuk melewati tubuh pria itu yang ingin meraih celos begitu saja, lalu terkejut sebuah ruang tamu menatapnya berkumpul.


"Cloe itu siapa?"


"Temanku, sahabatku. Kau kan akrab dulu seingatku Oppa?"


"Cloe itu adikku .."


Deg, terdiam Jinie menatap kembaran kekasihnya itu dan baru tahu Cloe teman baiknya adalah adik dari oppa ini.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2