
setelah Rifka Hilang dari hadapannya ia langsung masuk ke rumah 2 lantai yg bercat merah bata dengan halaman rumah yg cukup luas.
Adara membuka pintu rumahnya ceklek "assalamualaikum"Adara mengucapkan"" salam dan di balas oleh ibunya yg berada di ruang tamu"walaikumsalam"
"Adara gimana kuliah kamu?"tanya ibu Adara yg bernama Mirna "Alhamdulillah lancar Bu"jawab Adara lalu pamit untuk ke kamarnya
kamar Adara berada di lantai 2 rumah itu. Adara membuka pintu kamarnya yg berwarna coklat ceklek Adara masuk ke dalam kamarnya yg berca pink dan putih.ia merebahkan badannya di kasur king size nya.
"lelah nya"ucap Adara mengeluh lalu mejamkan mata
setelah 30 menit ia tertidur ia bangkit dari kasurnya dan pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah itu ia kembali tidur
pukul setengah lima pagi ,Adara pergi ke kamar mandi untuk wudhu dan menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam setelah selesai ia merapikan mukenanya dan turun ke bawah untuk membantu ibunya masak
"Bu sini Adara bantu"Adara menggambil pisau yg ada di tangan ibunya dan cabai yg sedang di iris oleh ibu nya
di sela sela kegiatan memasak,"Adara kamu hari ini ga ada kelas pagi kan?"Mirna bertanya pada Adara
"enggak ad Bu"jawab Adara lalu ia memberikan cabai yg ia iris tadi ke ibu nya
ibu Adara menerima cabai yg Adara kasih lalu ia mulai membuat nasi goreng nya ia memasukkan nasi lalu irisan bawang yg tadi ia iris sebelum Adara datang lalu cabai dan terakhir kecap
__ADS_1
"Adara kmu ke sekolah adik kamu ya ngambil rat"pinta mirna. Adara memiliki 1 adik perempuan yg berbeda 5 tahun darinya dan adiknya ini masih duduk di bangku kelas 2 SMP
"lah emang ibu mau kemana?"tanya adaral"ibu sama ayah pagi ini mau ke rumah bibi kamu yg tinggal Surabaya"Jawab Mirna
"kenapa ga pas selesai bagi rapot aj?"tanya Adara LG "besoknya ayah mu ada rapat di kantornya jadi harus berangkat pagi biar pulangnya bisa istirahat dulu"jawab Mirna menjelaskan
"ouh.. ywdah kalo gitu Adara yg ngambil"ucap Adara
setelah selesai membantu ibunya memasak Adara pergi membangunkan adiknya.kamar adiknya Adara berada di lantai 2 sama seperti kamar Adara dan berhadapan. memang lantai 2 itu untuk kamar yg tinggal di rumah itu, ya itu adalah keluarga Adara dan lantai 1 itu untuk kamar tamu dan sebagainya
Adara membuka pintu kamar adiknya yg berwarna putih ceklek Adara masuk ke kamar adiknya yg berwarna biru muda dengan banyak sekali gambar Doraemon kesukaan adik Adara.
"iya ka ini Cia bangun"ucap Cia mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur king size nya."mandi sana"ucap Adara lalu mendorong tubuh Cia menuju kamar mandi"ga usah dorong dorong juga kali"ucap Cia ketus"ga usah ketus gitu jg ngomongnya"ucap Adara menyindir sang adik"lagian kakanya jg ngapain pake dorong dorong"ucap Cia lalu membuka mukenanya dan melipat mukenanya lalu menaruhnya di kasur.
"ya Kaka takut kmu malah tidur LG"Adara tertawa kecil melihat wajah adiknya yg sedang cemberut"ywdh Kaka ke kamar dulu ya mau mandi jg nih"lanjut Adara
"nyuruh orang mandi sendirinya belum mandi"sindir Cia dan di balas tawa kecil oleh Adara
Adara masuk kedalam kamarnya lalu mandi setelah itu ia memakai dress lengan pendek berwarna merah.
Adara turun kebawah untuk sarapan, di meja makan sudah ada adiknya yg siap dengan seragam nya dan orang tuanya yg memakai batik
__ADS_1
Adara duduk di samping adiknya lalu mengambil nasi goreng yg ada di depannya dan memakannya
setelah selesai makan ayah dan ibu Adara pamit"Adara ayah titip adik kmu sebentar ya jagain dia jangan di nangis"canda ayah Adara yg bernama Farhan dengan tertawa kecil semua yg ada di situ jg ikut tertawa
"iya ayah... Adara bakal jagain Cia lagian Cia udh besar ga mungkin nangis lah ayah..."ucap Adara masih tertawa kecil
"iya yah... ga mungkin lah Cia nangis gara gara ka Ara"ucap Cia membela dirinya.oh ya Ara merupakan panggilan cia kepada Adara.
setelah selesai berpamitan dan mengantarkan orang tuanya sampai depan rumah
Adara dan Cia masuk kedalam rumah dan langsung bersiap untuk ke sekolah Cia.setelah selesai bersiap mereka pergi menggunakan mobil berwarna kuning milik Adara yg di berikan ayahnya sebagai kado ulang tahun Adara yg ke 17 belas tahun
di perjalanan"awal Lo Ci jangan malu maluin gua klo sampai nilai Lo kecil"ucap Adara"ya enggak lah masa seorang Cia nilainya kecil asal kaka tau Cia itu dari SD selalu masuk tiga besar"ucap Cia membanggakan dirinya sendiri
"nah gitu dong baru adik gua namanya"ucap Adara lalu mereka berdua tertawa
setelah sampai di parkiran sekolah Cia mereka turun dan banyak mata tertuju pada mereka karena kecantikan yg mereka miliki.
"Ci di mana kelas Lo?"tanya Adara"tinggal ikutin Cia aj tuh"ucap Cia yg hanya di balas deheman oleh Adara.
end
__ADS_1