
ganteng nya
iya ganteng banget
Mau deh gua jdi pacarnya
mimpi Lo ,ga liat ap di depannya ad cewek
sayang banget udh punya
bisikan pun mulai terdengar jelas di telinga Adara ia menjadi penasaran ada ap sebenarnya senghinga membuat mereka berbisik seperti itu
saat Adara melihat kedepan ia melihat Vian
hmm... pantes aj pada bisik bisik kaya gitu_batinnya
ya memang tampan menurut Adara tapi Adara sama sekali tidak tertarik dan memilih melanjutkan memainkan ponselnya
30 menit berlalu Cia pun kembali tpi ia sangat terkejut melihat kakanya duduk dengan seorang lelaki
siapa ya laki laki yg duduk bareng Kaka?_pikirnya karena ia tau kakanya itu pernah dekat atau jalan dengan seorang lelaki
Cia menghampiri sang Kaka lalu duduk di sampingnya, Vian hanya melirik sebentar lalu mengambil ponselnya di dalam saku celana dan memainkan ponselnya
"ka..."panggil Cia berbisik dengan sedikit menarik dress Adara "apa?"tanya Adara
"siapa?"tanya Cia sembari melirik ke arah vian Adara mengerti maksud adiknya itu pun menjawab "Vian"
"temen Kaka?"tanya Cia ,adara hanya menggeleng
"trus?"tanya Cia lg dan membuat Adara jengkel "enggak tau dia tiba-tiba dateng trus duduk di depan gua"jawab Adara masih berbisik walaupun suaranya agak keras
Vian yg mendengar itu pun bertanya"gua ganggu ya?"
"enggak ko ka"ucap Cia "iya"ucap Adara secara bersamaan dengan Cia
Vian pun menatap mereka bingung tpi tidak terlalu mempedulikan
__ADS_1
"Kaka ko bisa sih duduk sama ka Adara?"tanya Cia kepada Vian sambil tersenyum canggung ,Vian hanya mengedikkan bahunya.
banyak nanya banget nih bocah_batin vian
"berangkat yuk"ajak Adara kepada Cia
"ayo"ucap Cia. saat mereka berdiri "kalian mau kemana?"tanya Vian
"mau kekampus gua"jawab Adara lalu melenggang pergi
"tunggu"ucap Vian dengan memegang tangan Adara
"apa lg?"Adara melepaskan genggaman tangan Vian dan berbalik menghadap Vian
"em... gua mau ikut Lo"jawab Vian."Hah! ngapain Lo mau ikut gua?"tanya rea dengan nada sedikit tinggi
"gua mau numpang di rumah Lo sehari aja ya plis"ucap Vian memohon sembari menyatukan tangan dan menaruh nya di depan dada
"ga ada numpang numpangan, lo kan punya rumah sendiri"ucap Adara sedang Cia masih menyimak percakapan kakanya itu dengan orang yg tidak di kenal
"gua LG males pulang ke rumah di rmh gua itu ga ad siapa siapa"ucap Vian
"pokoknya gua ikut Lo pulang ga mau tau"ucap Vian lalu berjalan mendahului Adara dan Cia sambil mengangkat sebuah kunci mobil yg pasti bukan miliknya
"ko kunci mobil gua ada di Lo sih, Lo pencuri ya?"tanya Adara sembari berjalan menyusul Vian
"tadi Lo taro di meja ya gua ambil aj"Jawab Vian santai
Adara tidak bertanya lagi ia pasrah berhadapan dengan Vian yg ga ada ujungnya
setelah di parkiran Vian memencet remot mobil Adara agar mengetahui mana mobil Adara . setelah di temukan ia langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi
Adara dan Cia masih berjalan menuju mobilnya setelah sampai ia duduk di samping kursi kemudi sedangkan Cia duduk di belakang
"lama banget sih"ucap Vian , Adara hanya mengedikkan bahunya
di jalan Adara memberitahu Vian di mana kampus adara.setelah sampai kampus Adara turun dan menyuruh Cia dan Vian menunggunya di mobil
__ADS_1
lama menunggu Adara hingga sudah waktunya memasuki sholat Dzuhur
"ka Cia mau ke masjid dulu ya"pamit Cia kepada Vian
"ayo Kaka jg ikut"ucap Vian dan di angguki oleh Cia
di masjid mereka bertemu dengan Adara yg jg ingin sholat Dzuhur."ka Ara"panggil Cia "eh kenapa pada turun dari mobil?"tanya Adara
"ya kita mau sholat lah ka"jawab Cia sembari menepuk jidatnya
"hehehe.."Adara hanya tertawa kecil
setelah selesai sholat Vian keluar terlebih dahulu dan menunggu Adara dan adiknya di depan masjid sembari memainkan ponselnya ia tidak menyadari ada dua orang perempuan yg mendekatinya
"hai boleh kenalan ga nama gua Sasha"ucap perempuan berambut panjang lurus sebahu sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
Vian hanya melirik lalu melanjutkan memainkan ponselnya dan tidak membalas jabatan tangan gadis itu
Sasha menurunkan tangannya"em..Lo siapanya Adara, tadi gua liat lo bareng dia?"tanya Sasha sedangkan perempuan di sebelahnya hanya diam saja
"gua pacarnya"ucap Vian singkat mengaku sebagai pacar Adara
"seriously?"kini wanita di sebelah Sasha ikut bertanya
"hmm.."Vian hanya berdehem sebagai tanda jawaban
tak selang berapa waktu Adara datang dan kedua perempuan itu masih diam di tempat dengan pikiran masing-masing
"Rifka Sasha" panggil Adara. Rifka dan Sasha menengok bersamaan ke sumber suara. mereka berdua adalah sahabat Adara kalian udah tau Rifka kan nah Sasha ini jg salah satu sahabat Adara
"Adara kenapa Lo ga bilang kalo Lo udah punya pacar?"tanya Rifka sambil melipat tangannya dan menaruhnya di dada
"Hah siapa yg punya pacar? orang gua ga punya"ucap Adara yg tidak mengerti dengan situasinya
"ka Ara punya pacar?"tanya Cia yg ikut bertanya
"enggak Kaka ga punya pacar ko Cia"jawab Adara
__ADS_1
end