
hari ini hari ke 11 malam ke 12,bagi adiku
yang kehilangan tanda tanda kehidupannya.
semua sudah mulai beranggapan adiku seolah dipaksa untuk hidup karna kasih sayang orang tuaku.
jujur saja aku berpendapat sama ,
"adikku itu akankah masih hidup kalau alat sebanyak ini dilepas 1"
tak terbayang kalau adikku direbut olehmu tuhan,mungkin aku berencana jadi hang lekir
itu adalah lamunan annawa ketika memakan kue bugis untuk mengisi perutnya.
waktu itu ketika melihat papa menatap dari kaca di pintu depan ruangan dingin dengan bunyi ventilator yang berderit nyaring
aku menyadari bahwa ...
luas di dalam luas bisa di ukur,tapi luas hati papa dalam ketegarannya sungguh menjadi kekuatan bagi aku dan ibuku.
di samping pesona ketegaran ayah berdiri seorang wanita ..
sama hebatnya dengan ketegaran seorang papa,wanita ini seolah tak kehilangan martabatnya di depan putrinya.walau entah putrinya punya kesempatan atau tidak untuk bertemu wanita ini.wanita ini adalah mama sendiri.
saat itu jam menunjukan pukul satu lewat lima belas menit siang.
bukankah pas untuk makan siang?
annawa,sayaang mari kita makan siang dulu,kita sama sama butuh energi untuk hari ini.ajakan dari mama.
saat itu di kantin hebatnya orang tuaku masih bisa melupakan sejenak tentang putrinya dan masih berusaha membuat lelucon agar aku tidak merasa tertekan atas keadaan ini.
__ADS_1
"teh manisnya sudah jadi"ujar penjaga kantin rumah sakit ini.
"biar saya yang ambil,sendiri.oh iya tolong hitung juga saya akan ambil kerupuk kuning 3."ujar papa yang aku tahu memang sedang lapar
dengan kerupuk kuning di tangan memberi kami masing masing satu dan segera mengambil teh dan menghampiri kami ada seorang perawat berlari menghampiri kami.
"buk,pak anak bapa kritis sekarang mari ikut saya sekarang juga"ujar perawat itu
- di ruangan itu berada, bukan bukan ruangan itu tapi ruangan operasi.
taaaaks..byuurr 3 gelas teh itu jatuh dari tangan papa saat itu.
aku masih ingat sekali aku terdiam di kursi,sementara papa dan mama telah jauh meninggalkanku dengan berlari-lari.
lalu aku di gendong oleh perawat itu karna aku sudah tak asing dengannya karna bertemu dengan perawat itu setiap hari.dia menyadari aku tidak bisa berdiri karna syok berat mendengar berita itu.
dengan tanpa harus bicara dia mengerti dan menggendongku di depan.
tanpa sadar aku menangis di pundak perawat itu,sampai aku terpejam karna tiba tiba sesak nafas dan gelap tiba tiba.aku rasa aku pingsan saat itu terjadi.
di sisi lain, ada operasi harapan terakhir akan dilaksanakan.
...*tentu saya orang tuaku,mama papa mungkin lagi mendengarkan kondisi,persetujuan operasi,dan resiko kematian putrinya....
waktu yang begitu menegangkan...
...selesai tanda tangan dan proses operasi dilaksanakan,mereka baru sadar bahwa anak sulung mereka terlupakan.yah aku tidak mempermasalahkan nya emang itu kondisi urgent....
di saat itu aku kehilangan kesadaran ku,dan pingsan begitu lama.
masih ingat waktu itu mama , papa berbagi tugas karna kondisiku begitu buruk karna demam yang tinggi juga tak sadar sadar setelah 2 jam dan operasi masih berlangsung lama.
__ADS_1
mama juga sangat menyesal karna ia tidak menyadari bahwa dari pagi bahwa aku demam panas,yah karna memang aku begitu tampak sehat dan semuanya memang lagi tertuju di Annata seorang saja.
mama menjagaku,dan papa menjaga Annata.
...selama proses operasi nya berjalan selama itu juga aku pingsan.dokter sangat sangat takut aku terkena "step" karna panasku tidak turun serta seruan ngigauanku*, jangan pergi dek,adek Kaka,Kaka boleh ikut kan. jangan jangan lari ke arah cahaya itu .. kembali kembali kembali kembali kembalilaaaaaah! tapi suara aku begitu terdengar tertatih Ratih dan ga begitu jelas tapi begitulah cerita dari mama waktu itu....
mama waktu itu runtuh sudah kekuatannya.....
seolah mengisyaratkan akan kehilangan anak anaknya.*karna kondisi Annata operasi 50 : 50. dan Annawa hampir terkena step.
...mama saat itu hanya bisa terduduk di lantai dengan seolah 1000 paku nenajam ke arahnya.mama kemudian di beri nasehat dan diyakinkan oleh dokter yang memang dokter keluarga kami juga*....
saat itu rintihan mama terdengar jelas oleh stap disana sambil di iringi teriakan pilu yang memang sudah lama ia ingin keluarkan ..
aaaaaaaaaakhhh haha haa hiks hiks..
jangaaaan jangan ambil anakku atau aku akan membencimu aaaaaaaakhhhhh.... *karna dianggap mengganggu mama di usir keluar dari ruangan Annawa.
...seakan baru saja sadar mama berlutut dan tetep di seret keluar dari pintu karna teriakannya itu....
mama sangat memohon mohon maap kepada staf dokter dan perawat di sana agar mengizinkan kembali ia melihat putranya itu.
t-tapi mama tetep di keluarkan dari ruangan tersebut dan hanya bisaa menyesali ke frustasi annya tadi dengan bodohnya.
...mama cuma* duduk,dan berusaha mengatakan dirinya kembali....
kemudian dia melihat putranya yang belum sadarkan juga.waktu itu mama beranggapan ia bahkan tidak menyadari bahwa Annawa demam panas dari tadi pagi tapi ia tidak menyadarinya.
kemudian iah terjatuh lagi di lantai.
dengan bendungan air yang pecah seolah sengaja di ledakan oleh bom Hiroshima.
__ADS_1
tanpa sadar kuku cantik mama melukai tangannya sendiri dan darah merah mengecap di gaun putih mama waktu itu.
penjelasan dari Annawa karna ia mendengar cerita kilas balik tragedi itu.