
"jadi kak ayo kita ke depan dan menyelesaikan pembayaran nya "
'iya juga ayo '
"kakek aku telah menemukan orang yang menyelamatkan kakek saat itu dia sedang membeli rumah di agensi kita apa yang harus ku lakukan dia masih terlihat marah karena kejadian itu "
"tentu saja dasar cucu bodoh apakah kau pikir dia akan memaafkan kita dengan kejadian itu, hais kenapa aku punya seorang cucu yang tidak peka, kau ini perempuan atau kaki laki sih tidak peka sekali dengan keadaan sekarang kau bilang dia ingin membeli rumah kan jadi kau berikan rumah yang ada di dekat rumah kita supaya lebih mudah bertemu dengan kita "
"sudah kek aku memberikan adik nya saran tentang perumahan dan aku menyarankan mereka untuk ada di rumah yang dekat dengan kita jadi tidak ada masalah dengan itu jadi tenang saja kek "
"bagus bagus ada gunanya juga aku punya cucu tidak percuma dan bermanfaat bagi keluarga kita "
"tentu saja siapa lagi jika bukan cucu kakek "
"haha cucu ku memang terbaik, jadi jangan buat dia kecewa lagi ingat "
"tentu saja kek "
*sementara itu di depan *
'permisi pak saya mau membeli rumah ini bisakah kau urus dengan surat surat pembelian nya dan dimana aku harus melakukan pembayaran '
"silakan kesini tuan "
"kak kenapa kamu tidak menanyakan harganya dulu dan langsung membeli nya bukan kah itu nama nya sombong ya kak"
'tidak begitu aiko kakak sudah melihat harga nya jadi kakak tahu berapa yang harus dibayarkan jadi aiko kakak tidak sombong '
"begitu ya aiko kira kakak sombong karena sudah punya banyak uang ternyata tidak maaf kak karena menuduh kakak yang tidak tidak "
'haha tenang saja aiko, kamu bilang begitu demi kebaikan kakak jadi tidak masalah , dan zumi kenapa kamu diam saja dari tadi tidak berbicara sama sekali'
"tidak bukan begitu kak a i zumi hanya tidak bisa bertemu banyak orang jadi zumi tidak berani bicara "
'hem begitu kenapa tidak bicara dengan aiko saja bukankah kamu sudah akrab dengan aiko kakak lihat kalian bersama dari tadi dan tidak lepas'
"zumi bukan nya tidak mau tapi zumi tidak bisa karena itu akan menghina martabat zumi sebagai saingan nya aiko "
'hah ternyata yang melarang nya adalah martabat nya ya, zumi memang berpendirian walaupun dia takut dan masih terlihat imut walau ketakutan'
"hei kak bisakah berhenti melihat zumi seperti itu aiko merasa kakak menjadi lebih memperhatikan zumi daripada aiko '
" oh benarkah seperti itu aiko apa kakak memang terlihat sekali ya "
__ADS_1
" iya kakak sangat terlihat sekali bahwa kakak selalu saja menatap zumi dari tadi "
' baiklah baiklah kakak akan memperhatikan aiko juga kalau begitu jadi aiko tidak merasa tersaingi lagi kan '
"huh kenapa aiko harus merasa tersaingi dengan itu apakah aiko begitu, juga kenapa juga kakak kan sudah punya aiko jadi tidak ada yang bisa menyaingi aiko dalam hati kakak"
'iya iya aiko memang selalu ada di hati kakak jadi aiko jangan khawatir oke '
"huh walau begitu kakak masih saja melihat orang lain padahal ada aiko, itu membuat aiko sedih kakak tahu"
'hah memang kapan kakak melihat orang lain saat ada aiko kakak selalu melihat aiko '
"benarkah begitu kak"
'tentu saja aiko '
"lalu bagaimana dengan zumi apakah dia bukan orang lain "
'bukan kah zumi akan menjadi keluarga kita aiko karena itu kakak juga memperhatikan nya'
"jadi siapa yang lebih kakak perhatikan aiko atau zumi "
"iya benar kak a i siapa yang lebih kakak sayangi "
"tuan ini tanda selesai surat nya sekarang anda hanya perlu melakukan pembayaran silakan lewat kesini tuan "
'oh iya kakak harus melakukan pembayaran jadi nanti saja kakak jawab ya aiko zumi '
*a i z a langsung pergi melakukan pembayaran dan bertemu seseorang*
'jadi berapa harganya '
"harganya adalah 150 juta yuan jadi silakan lakukan pembayaran "
'huh untung sekali si Zhang zu memberiku 1 milyar jadi aku tidak perlu khawatir tentang uang , silakan gunakan ini untuk melakukan pembayaran '
"iya silakan anda tunggu sebentar saya akan melakukan nya didalam supaya menjaga privasi anda "
'iya silakan saja '
" iya kalau begitu saya kedalam dulu, bukan kah ini adalah kartu yang hanya dimiliki oleh orang kaya top di fung zo kenapa dia memiliki apakah mungkin dia adalah bagian keluarga di sana, sepertinya aku harus hati hati dalam melayani nya"
*dan di depan tempat pembayaran*
__ADS_1
"bukan kah itu a i z a, hei a i z a apa yang kau lakukan di sini"
'hem siapa kau apakah kita kenal '
"hei apa kau melupakan teman semasa kecil mu begitu saja
karena kita tidak pernah bertemu selama 5 tahun jadi apa boleh buat "
'hah apakah kau itu Mum Mum, lama sekali aku tidak melihat mu apakah kau sehat saja dan kau semakin cantik saja'
"hei bisakah kau berhenti menyebut nama ku seperti itu aku malu jiak orang lain mendengar nya jadi jangan sebutkan lagi ok"
'baiklah mun mun '
"hei bukan kah kau masih saja jahil seperti dulu, apakah kau tidak pernah berubah dari dulu selalu saja menjahili ku "
'baiklah aku tidak akan menjahili mu lagi Mu Nan dan apa yang kau lakukan disini '
"itu seharusnya pertanyaan ku apa yang kau lakukan disini
apa kau mau membeli rumah disini "
'hahaha tentu saja aku sedang membeli rumah apa lagi yang kulakukan selain itu'
"hah benarkah jadi kau sudah sukses sekarang ya, dan kau sudah berubah dulu kau hanya menggunakan pakaian yang tidak benar dan selalu saja berantakan, karena kau aku menjadi harus merapikan mu "
'iya Terima kasih karena kau sudah mau membantu aku dulu padahal kau adalah orang kaya tapi mau berteman dengan aku yang hanya seorang anak miskin '
"hei apakah kau melihat ku adalah orang yang melihat harta jika berteman "
'tentu saja tidak aku sudah tau kau hanya berteman dengan orang yang baik , oh iya kau kesini mau ngapain apakah sama juga seperti aku '
"oh tidak aku kesini karena temanku sedang disini dan aku lewat sini jadi aku datang untuk bertemu dengan dia "
'benarkah kalau begitu apakah aku boleh ikut dengan mu siapa tahu aku bisa mendapat sesuatu '
"huh kau memang selalu begini dari dulu tidak berubah sama sekali sifat mu itu, oh iya dari tadi ada anak yang melihat kesini apakah kau mengenal mereka "
' hah dimana, hah kenapa mereka ada disini '
"zumi dan aiko menatap a i z a, siapa dia zumi apa kau tahu"
"tidak aku tidak tahu aiko , mungkinkah dia adalah pacarnya kakak"
__ADS_1