
"Loh ? Kok gak ada talinya" Tanya Ozil Heran
Ozil pun mencari tali tersebut , namun tetap tidak ada
Ozil pun menyerah dan putus asa
" Aku harus bagaimana , sekarang aku sendiri " Batin Ozil dalam hati
"Apa aku lompat ke jurang saja ? " Batin Ozil
"Gak usahlah , nanti berbahaya " Batin Ozil hati
Ozil pun hanya berjalan lurus tidak tau arah , berpikir bagaimana cara untuk menyelamatkan
Tiba tiba
Ada permen kapas berwarna pink menghampiri di bahu Ozil
Eh - apa ini ? , ini kan permen kapas " Kata Ozil dan Ozil pun memakan permen kapas itu
"Iya , ini permen kapas " Kata nya
Tapi , permen kapas ini dari mana ya ? " Tanya Ozil
Lalu di sampingnya , ternyata ..
Ada banyak permen kapas yang berterbangan di sana
"Wah , banyak kali permen kapas nyaa"
Ozil pun menghampiri tempat yang ada permen kapas itu
Ozil pun memakan permen kapas itu
Tiba tiba , dia terdengar suara orang orang yang ramai
Karena penasaran ozil pun masuk ke dalam tempat kapas itu
dan .. ternyata ....
itu adalah tempat yang tersembunyi dan ditutupi oleh kabut permen kapas ini , tempat itu sangat ramai , sepertinya bukan kota , karena tempat itu sangat sempit tidak seluas kota dan tertutup
" ini kota ? .. atau desa ? " Tanya Ozil tercengang
Rumah rumah disana hampir sama , yaitu berbentuk seperti permen kapas
lalu , Ozil melihat bangunan yang tinggi , bangunan itu kokoh , megah dan indah
" Bangunan apa itu , tinggi sekali " Kata Ozil tercengang
" Istana ?! " Ozil pun terkejut melihat
Itu adalah istana kerajaan
__ADS_1
Istana kerajaan itu berwarna putih dan pink , seperti warna permen kapas pada umumnya
Ozil pun berlari menuju Istana itu
Namun , Istana itu di pagari , tidak bisa dibuka
Ozil pun bersedih , karena dia ingin meminta tolong kepada orang kerajaan untuk menemukan Dira dan Aisha
" Hei ! kok kamu murung? " Tanya ibu - ibu disana kepada Ozil
" Ga ada apa apa kok bu " Kata Ozil tersenyum paksa
" ayo dong cerita , kayak nya kamu seperti bersedih " Kata ibu itu
Ozil pun menceritakannya sambil bersedih
" Jangan sedih ya , semoga teman mu baik baik saja di jurang coklat itu " Kata ibu itu menenangkan Ozil
" Eh- kamu bukan orang sini ya , kok kamu bisa sampai sini , ibu rasa tempat ini kan ditutupi oleh kabut dan banyak orang lain yang gak mengetahui " Kata ibu itu baru sadar
Ozil pun menceritakan semuanya panjang lebar
" Kamu bukan orang asli di dunia ini kah? " Tanya ibu itu tercengang
Ozil pun menggelengkan kepala nya
" agar bisa ke dunia kamu , kamu harus pergi ke lava coklat , gitu ?" Tanya Ibu
IYA " Kata Ozil
" Itu ada di temanku yang ada terjatuh di lava coklat " Mata Ozil berkaca - kaca dan meneteskan air matanya
" Jangan sedih lagi , nak ...
Ibu juga pernah merasakan seperti kamu nak " Kata ibu murung
"Maksud ibu ? " Tanya Ozil penasaran
" Suami dan Anak ibu juga terjatuh di jurang coklat tersebut , lalu , sekarang ibu sudah tidak tahu keberadaan di mana " Ibu itu pun menangis dan berpelukan dengan Ozil
" Ibu , sedih nak , Ibu tinggal sendiri sekarang " Kata Ibu itu bersedih
" Kapan suami dan anak ibu terjatuh di jurang coklat itu? " Tanya Ozil
" sekitar 3 tahun yang lalu " Kata ibu itu murung
"Maaf ya ibu , mengingat kan ibu tentang itu " Kata Ozil meminta maaf
" Gapapa kok nak , oh iya kamu kan gaada tempat tinggal , yuk kerumah ibu aja yuk " Ibu itu mengajak ozil untuk pergi kerumahnya
Ozil pun itu mengangguk sambil tersenyum , memahami ibu itu yang kesepian
Ozil pun sampai di rumah ibu itu
__ADS_1
" Silahkan masuk , nak ! " Ajak Ibu itu
Ibu itu menghidangkan makanan manis (permen kapas ) untuk Ozil
"Maaf ya bu kalau boleh tahu , kok bisa sih suami dan anak ibu bisa jatuh ke jurang coklat itu?" Tanya Ozil kepo
Ibu itu pun tersenyum
"Sebenarnya..
Karena desa kerajaan permen kapas dari jurang coklat ga jauh dari sana , akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke jurang coklat untuk bersantai - santai menikmati sunset (matahari terbenam) tiba tiba anak ibu itu main main lompat di dekat jurang gitu loh , jurang coklat itu licin , jadinya anak ibu kepleset dan terjatuh dari jurang , suami ibu menolong anak ibu dan menariknya , tapi karena jurang itu licin , saat menarik , suami ibu pun terpleset , jadinya mereka pun terjatuh , saat ibu sangat sedih sekali " Kata ibu pun sedih
"Oh gitu ya ibu " Kata Ozil
" Nama ibu Nisha , panggil aja bu Nisha ya , nama mu siapa nak ? " Tanya bu Nisha
"Nama ku Ozil " Kata ozil
" Aneh juga nama kamu , ibu baru denger" Kata ibu Nisha
Ozil pun tersenyum cengir
" Jadi , nama tempat ini desa kerajaan permen kapas bu?" Tanya Ozil
"Iya , makanya ada Istana kerajaan , dan desa ini di pimpin oleh kerajaan permen kapas " Jawab ibu Nisha
"Ooh gitu ya bu " Kata Ozil
Lalu ..
Oh ya! Ibu baru ingat , orang asing / orang yang baru pindah disini wajib daftar ke Istana kerajaan " Kata Ibu Nisha memegang kepala
"Jadi kita harus pergi ke Istana itu?" Tanya Ozil
" Iya dong " Kata bu Nisha gembira
Ibu Nisha dan Ozil pun pergi ke Istana itu
Yang anehnya..
Saat ada ibu nisha , pagar itu terbuka sendiri
Lah , kok terbuka pagarnya ? " Batin Ozil dalam hati
Apa ibu ini bukan ibu - ibu biasa kah ?" Batin Ozil dalam hati
Saat masuk ke dalam ruangan Istana
Tak disangka , pengawal itu menunduk kepada bu Nisha
"Ada apa hubungan Bu Nisha dengan kerajaan ini , kok pengawal nunduk ke ibu Nisha" Batin Ozil dalam hati dengan ekspresi aneh
"Apa ... jangan² Ibu Nisha adalah ratu kerajaan yang berpura-pura menjadi warga " Kata Ozil
__ADS_1
~Bersambung ~