Petualangan Di Dunia Makanan Manis

Petualangan Di Dunia Makanan Manis
Part 8


__ADS_3

"Loh ? Kok gak ada talinya" Tanya Ozil Heran


Ozil pun mencari tali tersebut , namun tetap tidak ada


Ozil pun menyerah dan putus asa


" Aku harus bagaimana , sekarang aku sendiri " Batin Ozil dalam hati


"Apa aku lompat ke jurang saja ? " Batin Ozil


"Gak usahlah , nanti berbahaya " Batin Ozil hati


Ozil pun hanya berjalan lurus tidak tau arah , berpikir bagaimana cara untuk menyelamatkan


Tiba tiba


Ada permen kapas berwarna pink menghampiri di bahu Ozil


Eh - apa ini ? , ini kan permen kapas " Kata Ozil dan Ozil pun memakan permen kapas itu


"Iya , ini permen kapas " Kata nya


Tapi , permen kapas ini dari mana ya ? " Tanya Ozil


Lalu di sampingnya , ternyata ..


Ada banyak permen kapas yang berterbangan di sana


"Wah , banyak kali permen kapas nyaa"


Ozil pun menghampiri tempat yang ada permen kapas itu


Ozil pun memakan permen kapas itu


Tiba tiba , dia terdengar suara orang orang yang ramai


Karena penasaran ozil pun masuk ke dalam tempat kapas itu


dan .. ternyata ....


itu adalah tempat yang tersembunyi dan ditutupi oleh kabut permen kapas ini , tempat itu sangat ramai , sepertinya bukan kota , karena tempat itu sangat sempit tidak seluas kota dan tertutup


" ini kota ? .. atau desa ? " Tanya Ozil tercengang


Rumah rumah disana hampir sama , yaitu berbentuk seperti permen kapas


lalu , Ozil melihat bangunan yang tinggi , bangunan itu kokoh , megah dan indah


" Bangunan apa itu , tinggi sekali " Kata Ozil tercengang


" Istana ?! " Ozil pun terkejut melihat


Itu adalah istana kerajaan

__ADS_1


Istana kerajaan itu berwarna putih dan pink , seperti warna permen kapas pada umumnya


Ozil pun berlari menuju Istana itu


Namun , Istana itu di pagari , tidak bisa dibuka


Ozil pun bersedih , karena dia ingin meminta tolong kepada orang kerajaan untuk menemukan Dira dan Aisha


" Hei ! kok kamu murung? " Tanya ibu - ibu disana kepada Ozil


" Ga ada apa apa kok bu " Kata Ozil tersenyum paksa


" ayo dong cerita , kayak nya kamu seperti bersedih " Kata ibu itu


Ozil pun menceritakannya sambil bersedih


" Jangan sedih ya , semoga teman mu baik baik saja di jurang coklat itu " Kata ibu itu menenangkan Ozil


" Eh- kamu bukan orang sini ya , kok kamu bisa sampai sini , ibu rasa tempat ini kan ditutupi oleh kabut dan banyak orang lain yang gak mengetahui " Kata ibu itu baru sadar


Ozil pun menceritakan semuanya panjang lebar


" Kamu bukan orang asli di dunia ini kah? " Tanya ibu itu tercengang


Ozil pun menggelengkan kepala nya


" agar bisa ke dunia kamu , kamu harus pergi ke lava coklat , gitu ?" Tanya Ibu


IYA " Kata Ozil


" Itu ada di temanku yang ada terjatuh di lava coklat " Mata Ozil berkaca - kaca dan meneteskan air matanya


" Jangan sedih lagi , nak ...


Ibu juga pernah merasakan seperti kamu nak " Kata ibu murung


"Maksud ibu ? " Tanya Ozil penasaran


" Suami dan Anak ibu juga terjatuh di jurang coklat tersebut , lalu , sekarang ibu sudah tidak tahu keberadaan di mana " Ibu itu pun menangis dan berpelukan dengan Ozil


" Ibu , sedih nak , Ibu tinggal sendiri sekarang " Kata Ibu itu bersedih


" Kapan suami dan anak ibu terjatuh di jurang coklat itu? " Tanya Ozil


" sekitar 3 tahun yang lalu " Kata ibu itu murung


"Maaf ya ibu , mengingat kan ibu tentang itu " Kata Ozil meminta maaf


" Gapapa kok nak , oh iya kamu kan gaada tempat tinggal , yuk kerumah ibu aja yuk " Ibu itu mengajak ozil untuk pergi kerumahnya


Ozil pun itu mengangguk sambil tersenyum , memahami ibu itu yang kesepian


Ozil pun sampai di rumah ibu itu

__ADS_1


" Silahkan masuk , nak ! " Ajak Ibu itu


Ibu itu menghidangkan makanan manis (permen kapas ) untuk Ozil


"Maaf ya bu kalau boleh tahu , kok bisa sih suami dan anak ibu bisa jatuh ke jurang coklat itu?" Tanya Ozil kepo


Ibu itu pun tersenyum


"Sebenarnya..


Karena desa kerajaan permen kapas dari jurang coklat ga jauh dari sana , akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke jurang coklat untuk bersantai - santai menikmati sunset (matahari terbenam) tiba tiba anak ibu itu main main lompat di dekat jurang gitu loh , jurang coklat itu licin , jadinya anak ibu kepleset dan terjatuh dari jurang , suami ibu menolong anak ibu dan menariknya , tapi karena jurang itu licin , saat menarik , suami ibu pun terpleset , jadinya mereka pun terjatuh , saat ibu sangat sedih sekali " Kata ibu pun sedih


"Oh gitu ya ibu " Kata Ozil


" Nama ibu Nisha , panggil aja bu Nisha ya , nama mu siapa nak ? " Tanya bu Nisha


"Nama ku Ozil " Kata ozil


" Aneh juga nama kamu , ibu baru denger" Kata ibu Nisha


Ozil pun tersenyum cengir


" Jadi , nama tempat ini desa kerajaan permen kapas bu?" Tanya Ozil


"Iya , makanya ada Istana kerajaan , dan desa ini di pimpin oleh kerajaan permen kapas " Jawab ibu Nisha


"Ooh gitu ya bu " Kata Ozil


Lalu ..


Oh ya! Ibu baru ingat , orang asing / orang yang baru pindah disini wajib daftar ke Istana kerajaan " Kata Ibu Nisha memegang kepala


"Jadi kita harus pergi ke Istana itu?" Tanya Ozil


" Iya dong " Kata bu Nisha gembira


Ibu Nisha dan Ozil pun pergi ke Istana itu


Yang anehnya..


Saat ada ibu nisha , pagar itu terbuka sendiri


Lah , kok terbuka pagarnya ? " Batin Ozil dalam hati


Apa ibu ini bukan ibu - ibu biasa kah ?" Batin Ozil dalam hati


Saat masuk ke dalam ruangan Istana


Tak disangka , pengawal itu menunduk kepada bu Nisha


"Ada apa hubungan Bu Nisha dengan kerajaan ini , kok pengawal nunduk ke ibu Nisha" Batin Ozil dalam hati dengan ekspresi aneh


"Apa ... jangan² Ibu Nisha adalah ratu kerajaan yang berpura-pura menjadi warga " Kata Ozil

__ADS_1


~Bersambung ~


__ADS_2