
*Awal Perjalanan Mereka*
kisah ini bermula pada saat mereka di bangku SMA yang menceritakan tentang sekumpulan sahabat, mereka sedang istirahat seperti biasa di kantin belakang sekolah.
Seperti biasa mereka duduk di dekat sumur tua, mereka makan bersama, duduk dan bercanda tawa. Tiba-tiba mereka tersedot ke dalam sumur tua tersebut, dan mereka terpental ke masa lalu.
Lalu mereka muncul di tahun 1940 dimana dunia sedang berperang yang kedua kalinya, di tengah tengah peperangan tersebut mereka terpencar,
ada yang di Belanda, dan di Jerman.
Mereka kebingungan dan mulai mencari satu sama lain yang terpencar.
Teja: waah kita ada dimana ini?
Akiko: aku tak tau, ini sepertinya kita telah masuk ke lorong waktu di saat kita terjatuh dari sumur.
Meiko: kak aku takut.
Akiko: sudah sudah jangan takut, kita tenangkan diri kita dulu.
Teja: sebelum itu kita mencari teman teman terlebih dahulu, masalahnya kita terpencar.
Akiko: coba kita cari ke tempat warga sekitar.
Teja: sebelum kita mencari ke warga sekitar, sepertinya kita tidak tau tempat apa ini?
Meiko: benar juga, pasalnya kita tersesat di saat kita memasuki sumur itu.
Akiko: yasudah coba untuk tetap tenang dan bertanya sebisa kita disini.
Lalu mereka berjalan untuk mencari serta menanyakan kepada warga sekitar bahwa mereka ada dimana. setelah sekian lamanya mereka mencari hingga larut malam, mereka menemukan tempat penduduk terpencil di tengah tengah hutan yang dingin.
__ADS_1
Teja: Excuse me, we are where we? ( permisi, kita ada dimana?)
warga sekitar: Where do you come from?(kamu dari mana)
Teja: we are from far country (kami dari negri yang jauh)
warga sekitar: You are now in Germany, more precisely in Nürnberg (kamu sekarang ada di Jerman, lebih persisnya di Nürnberg)
Teja: Thank you very much ( terimakasih banyak)
warga sekitar: bitte ( sama sama dalam bahasa Jerman)
Akiko: waduh yang benar saja kita sudah tersesat jauh.
Dan dari situ warga sekitar menunjukkan tenda kosong untuk di gunakan sementara, dan mereka bertiga menerima bantuan dari Masyarakat sekitar dengan baik.
Teja: waduh kita sepertinya di sambut baik oleh mereka
Meiko: yasudah kak ayo kita masuk dan tidur.
Teja: ehhh, tahan dulu.
Teja: apakah kita tidak apa apa tidur bersama begini, kita kan laki laki dan perempuan.
Akiko: udah jangan mikir begitu, kita lagi dalam keadaan darurat.
Meiko: gak papa lah, lagian kita ini teman dan tetap saling percaya saja.
Pagi pun tiba, mereka bergegas untuk mencari tempat tinggal yang layak untuk bertahan hidup.
sebelum itu mereka tak memiliki uang sama sekali.
__ADS_1
lalu mereka melihat poster perekrutan pasukan sukarela yang tertempel di papan, mereka menanyakan kepada warga disitu.
Teja: excuse me, want to ask what poster is this? ( permisi, saya mau bertanya poster apakah ini?)
warga sekitar: oh this is a volunteer squad recruitment poster ( oh ini adalah Poster perekrutan pasukan sukarela)
sontak Teja kaget karena dia baru menyadari ini adalah tahun dimana sedang panas panasnya perang dunia.
kebetulan ada perwira Jerman lewat dan melihat kearah Teja dengan muka terheran-heran karna pakean yang digunakan sangat asing.
Pak perwira: Hey Junge, woher kommst du? ( hei nak, kamu ini dari mana?)
Teja: I'm sorry sir, I don't speak German (maaf pak, saya tidak bisa berbahasa Jerman)
Pak perwira: Where do you come from? (kamu dari mana)
Teja: I'm from Indonesia and got lost here (saya dari Indonesia dan tersesat kesini)
Pak perwira: oh really? (oh benarkah?)
Teja: yes sir (iya pak)
setelah merasa bingung dan mendengar penjelasan tersebut sang perwira ini pun makin bingung.
mereka pun dibawa ke kantor polisi terdekat untuk di investigasi.
setelah investasi tersebut, memang benar tidak ada kebohongan yang di ucapkan Teja dan tidak di curigai sebagai mata mata sekutu.
setelah itu perwira itupun mendatangi si Teja yang selesai di investigasi. Perwira itu melihat poster yang dibawa si Teja, dan perwira itu menawarkan perekrutan ke divisi heer Wehrmacht.
Teja dan kedua temannya, pun menerima dan melaksanakan test serta pendidikan kemiliteran.
__ADS_1
Sebelum itu mereka sekolah berbahasa Jerman selama 2 bulan demi kelancaran komunikasi.