
sepulang sekolah rein membaringkan tubuhnya di kasur ternyamanya itu. beberapa bulan ini rein dibuat lelah oleh pelajaran-pelajaran di sekolah. dia harus giat belajar untuk mendapat nilai bagus. karna sebentar lagi rein akan menghadapi ujian kenaikan kelas. rein ingin mendapat nilai bagus supaya papa dan mamanya bahagia dan tak sia-sia rein harus sekolah jauh dari orang tuanya.
rein mengambil phonselnya dari dalam tas miliknya. ia membaca beberapa pesan masuk. salah satunya dari wira.
"hay. lagi apa??? pasti capek ya seharian mikirin pelajaran di sekolah????
"enggak terlalu sih!!! ni aku lagi santai aja di kamar. kamu sendiri lagi apa???
"aku lagi mikirin kamu terus ni. nggak tau gimana caranya ngilangin bayangan kamu dari ingatan aku.
"hu dasar gombal banget sih jadi cowok. lagian kamukan belum tau wajah aku gimana bisa bayangin wajah aku.
"ya kecilnya cantik gitu di foto pasti besarnya juka cantik kan.!!!! lah kamu nggak tau ya gombalan itu senjatanya para cowok buat dapetin para cewek incaran mereka. wah kamu ndeso ndak ngerti gitu2an.
"owh jadi kamu gombalin aku supaya aku naksir kamu gitu???
"lah kok kamu jadi kePD an gitu. kata siapa ???hahahahahahaha.
"lah barusan kamu yang bilang.
__ADS_1
"waduh kalok aku ya beda dong. kalok aku tadi gak ngegombal kok. tapi cuma bercanda aja. hahahahahahaha.
"dasar kamu ya nyebelin ih.
"jangan sebel-sebel gitu. nanti suka lo.
"ih udah lupain nggak usah di bahas. aku mau tanyak serius ni ke kamu???
"mau tanyak apaan???
"aku lihat fto profil kamu. kayaknya seumuran deh sama aku apa bener???
"berati cuma terpaut 1thn aja sama aku. kamu udah lls sekolah.????
"aku cuma lulusan sekolah menengah pertama. waktu itu aku nggak punya biyaya buat lanjut sekolah lagi.
"trus kok bisa kamu kerja di resto milik papa. setau aku sih pegawai yang kerja di sana harus minimal lulusan smk/sma lo.!!!!
"ya karna ada kejadian yang kenapa sampai aku bisa kerja sama papa kamu dan jadi kepercayaanya.
__ADS_1
wira menceritakan bagaimana awal dia kenal dengan sang papa rein. dan rein yang mendengar cerita dari wira itu sangat terharu dan kagum dengan sosok wira. entah kenapa rein begitu merasa nyaman ngobrol sama wira soalnya anaknya gampang nyambung gitu diacak ngomong dan sikapnya yang humoris.
rein yang saking nyamanya sama wira sampai dia melupakan bahwa aldo saat ini juga sedang berada di kehidupanya. aldo yang merasa pesanya tak segera di balas2 oleh rein lalu menghubungi rein. melihat ada panggilan masuk dari aldo rein segera menerimanya.
"iya halo kak aldo ada apa kok telfn????
"nggak ada apa2 sih iseng aja pengen tlfn kamu. habis pesan aku nggak kamu bls2 sih.
"aku kira ada apa. ya soalnya aku masih istirahat ni. aku kecapean kak soalnya seharian ini aku belajar dengan giat bgt biar dapet nilai bagus. kakak sendiri gak belajar kan bentar lagi kakak menghadapi UN kan.????
"aku sih orangnya santai rein. jadi nggak terlalu mikir gitu sama pelajaran. tapi ya tetep belajar sih dikit2.
" ohhh gitu!!!! yaudah deh kak aku mau mandi dulu soalnya mau pergi sama ida.
rein mengakhiri panggilan itu lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai rein menemui ida di kamar dan mengajaknya ke taman dekat kostnya itu. tiba2 rein mengingat sosok wira. entah kenapa rein bener2 dibuat penasaran oleh sosok wira. rein melamun membayangkan wajah wira dengan seyum2 tak jelas.
"aku benar2 penasaran dengan wira. bagaimana ya aslinya. apa di kehidupan nyata wira memang benar2 humoris dan lucu gitu ya.(batin rein)
selesai.
__ADS_1
next episode. jangan lupa pencet gambar jempol/like dan tinggalkan comentar kalian. makasih buat semuanya. autor sayang kalian.