
rein bangun lalu di lihatnya jam dinding yang menunjukan pukul 16.30
rein mengambil phonselnya dari dalam tasnya. lalu rein membuka pesan dari wira.
"hay gimana nanti bisa nggak kita ketemu???
"bisa kok. aku udah izin papa. dan papa ngizinin. jam berapa kita ketemu???
"jam 18.00 aja gimana????
"okey. kita ketemu di caffe permata yap. aku tunggu disana.!!!!
rein pergi membersihkan diri. entah kenapa rein merasa begitu semangat akan bertemu dengan wira. pria yang bahkan belum pernah ia kenal sama sekali. padahal rein hanya mengenal wira melalui phonsel. tapi rein merasa ingin sangat kenal lebih dekat lagi dengan wira.
ia berendam di bate up sekitar 20 menit. rein merasa sangat nyaman saat merendam tubuhnya di bate up. karna sudah lama dia tak merasakan sensasi nyaman seperti ini. setelah selesai rein keluar dari kamar mandi dan mimilih pakaian yang terlihat sangat sederhana di lemari pakaianya.
ia lalu memakainya. step terakhir dia merias wajah sebiasa mungkin dan mengikat rambut kriwilnya itu lalau memakai kacamata. sungguh terlihat seperti wanita yang sangat biasa saja. padahal saat ini banyak sekali yang menawarkanya menjadi model majalah majalah ternama di kota I. sungguh menjadi model adalah impianya dari sejak kecil. tapi sebelum ayahnya mengizinkanya dia tak berani menerima tawaran itu.
__ADS_1
***
tak terasa jam sudah menunjukan pukul 17.40 ia lalu bergegas memesan taksi online. rein lalu turun menemui papa dan mama di ruang keluarga untuk berpamitan.
**pa,ma rein berangkat ya!!!!
**kamu naik apa sayang???(tanya mama)
**naik taksi online ma!!!
**kamu nggak naik mobil kamu aja sayang???(ucap sang papa)
**yaudah terserah rein aja. yang penting hati hati dan jangangan terlalu larut ya sayang pulangnya.!!!
**okey pa, ma. aku berangkat. babay.
rein mencium tangan papa dan mamanya lalu berangkat. ia sudah melihat taksi yang ia pesan tadi di depan gerbang rumahnya. ia lalu masuk dan menyebutkan tujuanya.
__ADS_1
***
rein telah sampai di caffe permata. ia lalu masuk kedalam caffe. rein clingak clinguk mencari sosok wira sembari menatap foto wira di layar phonselnya. tapi kelihatanya wira belum sampai. rein lalu mencari tempat duduk yang menurutnya nyaman. dia memilih duduk di kursi paling ujung lalu mengirim pesan pada wira.
**wira aku udah sampai di caffe permata. kamu dimana. aku duduk di kursi paling ujung aku pakek kacamata.
rein menunggu balasan dari wira sembari main games. tak terasa ternyata dia sudah menunggu wira 1 jam. rein bingung kenapa wira tak kunjung datang. rein mengirim pesan pada wira berkali kali tapi tak ada balasan. mencoba memanggil nomor wira tapi tak di angkat. rein semakin bingung. apa wira telah membodohinya.
tapi rein berfikir positif kali aja dia kejebak macet. rein memutuskan untuk menunggu sembari memesan makanan. setelah makanan datang ia melahap sampai habis. tapi sejauh ini wira tetap tak ada kabar. rein semakin gusar.
tiba2 mata rein berkaca kaca.
"apa kamu membodohiku wir. aku udah memohon mohon sama papa supaya dia gizinin aku pulang hanya untuk bisa ketemu kamu. tapi ternyata kamu malah nggak dateng aku bener2 kecewa sama kamu.(bergumam dalam hati).
air mata yang tadinya ia tahan sekuat tenaga akhirnya tumpah juga. rein benar2 merasa kecewa. dan merasa wira telah mempermainkanya. sudah 2 jam rein menunggu, karna wira tak kunjung datang dan tak ada penjelasan sama sekali melalui pesan. rein memutuskan pulang.
selesai.
__ADS_1
next episode. plis kasih like dan comentar kalian dong buat autor. biar autor makin semangat lagi. makasih buat kalian semua yang sudah baca novel autor ini.