
Melihat adler yang ambruk ke tanah aku langsung berlari ke tempat pesta api unggun diselenggarakan...
"tolooong..., ada yang pingsan"
guru² dan kakak pembina langsung berlari ke arahku.
"Siapa nak yang pingsan"
"Adler pak dia pingsan di dekat pohon sana", ucapku sambil menunjuk pohon dimana adler pingsan.
Mereka semua membantu membawa adler ke tenda medis.
•
•
•
•
Singkat cerita...
Aku menemani Adler di tenda medis semalaman, karena aku juga merasa bersalah...
Malam itu aku terjaga sampai jam 2 malam, aku terus duduk di samping Adler dan kadang juga keluar untuk mencari udara.
Tapi aku juga gak sendirian ada beberapa guru medis juga yang menemani Adler.
" Nak sudah malam kenapa kamu tidak kembali ke tendamu, biar kami yang menjaga temanmu disini..."
"Tapi buu..."
__ADS_1
"Sudahlah tidak perlu khawatir saya akan jaga dia, oh iya kamu jangan balik dulu ya saya mau ambil perlengkapan obat di mobil dengan guru² medis lainya jadi tolong jaga adler sebertar."
"Iya buu..."
Aku menunggu cukup lama guru² medis kembali.
Tapi tiba² Adler sadar dan menarik tanganku sehingga aku ambruk ke dada Adler.
"Pliss..., aku cuma pengen kaya gini sebentar aja", Bisiknya ditelingaku tapi aku gak mengerti apa yang dia maksut.
Aku langsung bangkit dan Adler juga mengikutiku keluar tenda medis, kami berdua duduk di dekat perapian tenda kelompok kami.
" Eemm Adler aku mau tanya kenapa kok daritadi kamu kayak aneh, sifat kamu tuh gak kayak biasanya yang selalu ceria"
"Eemm... Okeh aku mau jujur aja sebenernya aku itu udah kenal kamu dari SD kita satu tempat les tapi kamu gak pernah kenal aku, aku udah lama merjuangin kamu dari aku tanya² ke temen² soal kamu beliin kamu coklat tapi yang ngasih temenku, dan banyak lah, sampe sekarang aku juga masih merjuangin kamu, aku sempet sedih banget karena kamu nolak aku, mangkanya aku berubah"
"Oohh... Gitu, tapi kalo menurut aku, aku itu nggak mau menyia - nyiakan perjuangan seseorang untukku, masalah cinta itu belakangan, yang penting dia serius menjalani hubungan denganku, cinta bisa dijalin seiringnya hubungan kita berlangsung"
"Ya aku mau kok jadi pacarmu"
Mata Adler terbelalak sekaligus senang.
Kami saling tersenyum satu sama lain tanpa disadari neysa memperhatika kami dari tadi.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Siangnya diadakan penjelajahan hutan kelompok dipisah yang artinya anggota laki² sendiri dan anggota perempuan sendiri.
Saat berangkat Adler memberi wings kepadaku sambil berkata semoga berhasil.
Dan serentak teman² menyoraki aku
"Cieee... Yang udah punya pasangan nie yeee..."
"Apasih" aku mencoba menghindar dengan wajah tersipu malu...☺
Diperjalanan jelajah hutan sih nggak ada halangan sekaligus dan berjalan baik baik saja tapi di akhir perjalanan kami merasa ada yang aneh, hutan jadi sepi dan semua tanda petunjuk arah hilang, kami seperti di pindahkan ketempat lain aku sangat ketakutan dan sesuatu terjadi...
"BRUUAKK...", aku dan teman² ku terperosok ke jurang, aku berfikir ini akan sakit tapi aku jatuh seperti diatas kapas yang lembut.
aku membuka mataku, tubuhku lemas, suara guru² dan kakak pembina berteriak - teriak membuatku pusing, dan tubuhku terasa seperti dibopong seseorang, aku mencoba membuka mataku tapi tiba² semuanya gelap, aku takut dan berpikir apa yang terjadi padaku...
Aku membuka mataku dan ternyata aku sudah terbaring di tenda medis, disebelahku ada Adler dan juga neysa yang terbaring tak sadarkan diri.
" Kamu sudah bangun, syukurlah kamu baik² saja aku sangat khawatir tadi", Ucap Adler cemas
"Iya aku tidak apa² hanya sedikit sakit di bagian kaki dan tangan" Ucapku padahal saat jatuh aku tidak merasakan apapun tapi kenapa sekarang badanku rasanya remuk semua.
Adler memelukku erat sambil berkata...
"Maafkan aku belum bisa jagain kamu sepenuhnya tapi, aku janji aku akan selalu ada buat kamu dan selalu melindungi kamu"
"Iya..."
By: safinatunajah indi P.
__ADS_1
Kepo nih sama lanjutannya, Jangan lupa vote yah, biar gue makin semangat buat ngelanjutin ink ceritaΨ(≧ω≦)Ψ