Pria Bar Bar Yang Kesepian

Pria Bar Bar Yang Kesepian
Siapa yang kamu telfon?


__ADS_3

Sudah setahun lebih aku menjalin hubungan yang tak jelas ini bersama sintiya.


Orang lain dan sekitar sudah tau, aku bersama sintiya. Tapi ntah kenapa, hatiku serasa sepi dan hampa. Dengan sikap nya yang berubah.


Aku maklumi karena dia masih belasan tahun dan masih bucin atas segala hal menyangkut cinta. Sintiya memang pendiam jika seseorang belum mengenalinya.


Beberapa bulan menginjak 2 tahun ini,


semua tidak ada perubahan . Seperti biasa, kami kadang bertemu, kadang telfonan, kadang vc-an juga . Bahkan kadang aku izin atau pas liburan pesantren, main kerumah nya menuntaskan rasa rinduku .


Keluarganya sangat menganggapku.


Kami seperti biasa. Hari hari kadang tengkar kadang baikan. Maklumi karena kami di pesantren jadi alat komunikasi sebelum lulus Aliyah, tidak boleh memegang henfon.


Berbagai lain, aku selalu sibuk untuk perkuliahanku. Tugas kuliah kian menumpuk, hingga bosan dalam hubungan aku dengan sintiya ada. kenapa? aku merasa sintiya tidak mengerti dan tidak se arah pikiranku dengan nya. dia yang masih anak anak, dan aku yang seperti ini. Mungkin aku banyak menyakiti perasaan sintiya. karena aku, seorang pria bar bar yang selalu ramah dan senyum pada lawan jenis. Bahkan berguraupun di depan nya? (ah betapa tega nya aku) .


Aku mencintai kebebasan, dan sintiya tidak permasalahkan itu. Karena aku juga tidak mengekang sesorang .


Suatu ketika aku mulai bahas lagi dengan sintiya masalah keinginan keluargaku.


tiba tiba saja, aku dengar dari temanku, teman dekatku, berbicara padaku.


Sulton : ga!


*dirga menoleh*


Dirga : hey! bos! *senyum*


Sulton : ngelamun aja nih orang wkwk


Dirga : apaan sih wkwk


*setelah berbincang*


Sulton : eh ga, masih sama sintiya?


Dirga : iya gitulah. Kenapa?


Sulton : sikap dia ke lu gimana?

__ADS_1


Dirga : ya biasa, aku maklumi sikap dia karen bingung setelah permintaan keluargaku..


Sulton : hmmm


Dirga : ada apa ton?


Sulton : bukan nya gue ikut campur ya ga .


Dirga yang tertawa mengangkat alis nya dan..


Sulton : gue liat temen gue liatin sintiya lagi telfonan sama cowok lain, bahkan vc-an sih.


*Deg*


Dirga : ....


Sulton : tapi mungkin aja ya, itu saudaranya atau siapanya lah . soalnya masih muda juga.. dan setiap ada acara disini, kan dia bagian dapur tuh.. gue denger dari temen gue cewek, kalau ada yang naksir sama sintiya udah lama sejak lu deket sama dia. Dan orang itu berbincang sama sintiya ketawa ketawa bahagia.


Dirga yang mendengarkan aduan dari teman nya hanya bisa terdiam dan diam


Sulton : bahkan ya dia melakukan hal gila seperti ikutan trending yang tidak di perbolehkan, dia ikut ikutan. Juga kalau ada cowok itu pasti sintiya senyum senyum sendiri apa lagi kalau sintiya di ingat ingatkan temannya, sudah ada yang punya, sintiya ngelak dengan 'iya tau jaga hati kan gpp cuma temen kan?'


Dirga : ....


Dirga : .....


Sulton : udah jangan terlalu lo pikiran ga. intinya ini benar apa ga lo tanyain sintiya langsung. siapa tau ada kesalah fahaman dan ada yang ga suka sama lo atau sintiya, bisa jadi ga suka sama hubungan kalian.


sulton tersenyum dan merangkul ku, mengajak becanda lagi walaupun aku tak seperti biasa .


Apa bener sintiya ?


mendua ? Tidak mungkin.


Aku tau, sintiya hanya bosan dan melampiaskan kebosanan nya kepada temannya. dan juga tidak melarang nya untuk berdekatan dengan siapapun. aku tidak mengekang dia.


selalu saja mengganggu ketenanganku ..


ntah kenapa aku mulai ragu.. disisi lain semua tau, keluarga tau, dan disisi lain aku juga.. mencintainya. sangat mencintainya. aku tidak ingin kehilangannya.

__ADS_1


hingga pada suatu ketika, aku mulai bertanya


ketika aku bertemu dengannya tanpa sengaja.


Dirga : dek.


Sintiya : eh? iya kak?


Dirga : denger denger kamu telfonan sama cowok ? bahkan vcan. bener ya?


Sintiya : *mengangkat sebelah alis* kenapa?


Dirga : aku cuma tanya dek, katanya kamu deket sama cowok? Bahkan setiap ada acara cowok itu selalu ada di bagian dapur temenin kamu, bantuin kamu.. dan bahkan kalian terlihat senang ngobrol nya dan bahagia keliatanny--


Sintiya : maksud kakak, aku selingkuh gitu!?


Dirga terkejut, dengan nada tinggi sintiya.


ga biasanya sintiya berbicara dengannya dengan nada tinggi ? ada apa ? aku hanya bertanya supaya tidak ada kesalah fahaman?


Dirga : dek.. dengerin kakak.. kakak cuma tanya . Apa salah nya kakak tanya?


Sintiya : udah ya kak. Aku sama dia cuma temen. aku juga bosen butuh temen walaupun lawan jenis. lagian kami ga lebih hanya sebatas temen. Mau aku telfonan mau aku vcan intinya aku tau batasku dimana!


Dirga : .....


Sintiya : udah ya kak kalau ga ada lagi aku mau masuk!.


Dirga : dek. kakak ga ngelarang kamu deket sama siapa, temenan sama siapa. Kakak tau kamu masih dalam keadaan bingung karena ketidak jelasan hubungan ini, kita hanya menjalani hubungan ini. Kakak juga ga ngekang kamu sama siapapun dek. kakak tadi cuma tanya.


Sintiya : ....


Dirga : oke kakak minta maaf udah buat kamu marah, kakak tadi cuma bertanya..


Sintiya : ya, lagian masalah gitu doang masa cemburu? kayak anak kecil.


Dirga yang mendengar itu hanya diam.


dia tidak ingin melanjutkan perdebatan nya lagi. Hingga suatu ketika, selang berganti hari sintiya sikap nya masih sama. Kadang dingin, Kadang hangat.. masalah telfon, vcan dan chat dengan siapapun juga sama bahkan aku tidak pernah melarang nya berkomunikasi siapapun. itu karena aku bebaskan dia.

__ADS_1


Setiap kali sulton bercerita tentang nya, aku hanya diam menahan rasa emosi dan belajar bersabar. Aku berusaha berfikir positif tentang sintiya. aku percaya, sintiya tidak akan mendua. tapi sikap nya yang dingin ini, membuat aku kehilangan rasa .


__ADS_2