Pria Bar Bar Yang Kesepian

Pria Bar Bar Yang Kesepian
Pesan Baru Whatsapp


__ADS_3

Kembali seperti biasa, hari hariku penuh dengan kesibukan. Kadang suntuk seperti ini memaksakan diri. Akhirnya aku di ajak keluar bersama teman temanku yang ntah kemana, aku mengikutinya. Untuk menghilangkan rasa lelahku, bebanku, yang tidak tau harus aku apakan semua. Seketika selama libur kuliah, disitulah kami berpetualangan.


*Pondok Pesantren*


Rizal : yo opo rek ? Koncoku kok wes mlamun neh? Kekekekek


(Gimana kawan? Kok kawanku udah mulai melamun lagi?)


Sulton : tau tuh, padahal kita ajak dia keliling dunia dah wkwkwk


Dirga : siapa yang ngelamun orang ga ngelamun kok wkwkwk


*Beberapa saat*


Dreett dreett !!


Dirga yang merasa henfon di sakunya bergetar, ia langsung mengambil dan melihat pesan whatsapp nya.


[???: Hallo, assalamu'alaikum pak?]


(Pak? Segitu tua nya aku di panggil pak?)


[Dirga: wa'alaikumsalam, dengan siapa?]


[Anna: perkenalkan pak, nama saya Anna]


(Hah? Anna? Anna kan saya kalau di artikan? *Bahasa arab)


[Anna: maaf pak, saya mengganggu waktunya sebentar]


[Dirga: iya ada apa? Ada yang bisa saya bantu?]


[Anna: emm.. begini pak.. saya tau nomer whatsapp bapak dari temen saya karena ada yang ingin saya tanyakan tentang pendaftaran kuliah..]


(Eh buset dah!? Bapak!? Pengen tak jitak deh kepalanya! aku masih muda anjir)

__ADS_1


[Dirga: iya, mau daftar?]


[Anna: begini pak, teman saya si ella, mau tanya tanya tentang syarat perkuliahan nya, dan kalau memang sudah mantap dia mau minat untuk melakukan pendaftaran kuliah nya lewat beasiswa ini]


(Ini cewek formal amet sama aku? Belum tau aku mungkin hahaha)


Tanpa di sadari, teman dirga melihat reaksi dirga sendiri yang tersenyum membalas pesannya ntah dari siapa


[Dirga: jadi?]


[Anna: kami mau tau pak isi persyaratannya dan bapak bisa menjelaskan secara rinci dan jelas. Karena teman saya si ella, agak ga ngertian orang nya dan maaf pak .]


(Maaf?)


Seketika mata dirga terbuka yang awalnya sipit alis menyatu dan bibir cemberut kini berubah menjadi mata membuka dan mulut tersenyum


[Anna: kalau jawaban bapak ga jelas, saya bisa terus tanya dan bertanya hingga mengganggu aktifitas kegiatan bapak . Meskipun bapak cuek dingin gini, saya bertekad untuk mengganggu bapak dan memberikan jawaban yang jelas.]


(Wkwkwk, lucu ini cewek, selain formal juga mau melawak)


[Dirga: gimana sudah jelas?]


[Anna: sudah pak. Nanti kalau ada pertanyaan lagi, saya akan wa bapak. Oh iya.. pak..]


[Dirga: iya?]


[Anna: saya izin save wa bapak,takut temen saya ada kepentingan jadi enak tidak usah meminta sana sini😀]


[Dirga: save aja gpp, ngapain izin segala?]


[Anna: takut ada yang marah pak, kan ga enak saya sama mba² nya. Saya takut ada timbul masalah]


[Dirga: maksud kamu saya pembawa masalah?]


[Anna: bukan gitu pak. Takut ada Masalah dan kesalah pahaman antara bapak dan saya juga si mba nya.]

__ADS_1


[Dirga: oh iya gpp, biasa saja. Tidak ada yang marah kok.]


[Anna: syukurlah pak kalau gitu]


[Dirga: satu lagi, jangan panggil saya pak atau bapak]


[Anna: kenapa pak]


[Dirga: risih, saya juga ga tua² amet.]


[Anna: terus saya panggil bapak apa dong ?]


[Dirga: terserah, asal jangan pak atau bapak. Dan sama saya jangan terlalu formal. Saya orang nya ga begitu, biasa aja santai.]


[Anna: ... Mnnn.. baik..]


(Gitu doang?)


[Anna: saya panggil mas dirga aja ya?]


*Deg*


[Anna: gpp kan ?]


[Dirga: iya gpp]


Setelah saling save kontak wa, kini story demi story mereka berdua menjadi penonton. Kadang membalas kadang tidak hanya melihat saja.


Dirga yang awalnya sepi, kini merasa ada yang menemani, dia menganggap anna sebagai temannya lebih. Karena dia dekat dengan anna.


Sebenernya anna ini orang nya berbaur, walau pendiam tapi jika kalian kenal lebih dekat dia orang nya asyik. Pikiran kami sejalan sefrekuensi.


Anna jug seorang perempuan yang pemikiran nya dewasa, bahkan lebih dari umur ku dan umurnya. Umur anna 21 tahun terpaut 2 tahun denganku (23tahun).


Aku tidak sungkan² bertanya hubungan menjalin percintaan, walaupun seharusnya aku tidak boleh menceritakan, tapi aku ingin tau pendapat seseorang. Dan aku juga tidak mudah jatuh hati dan mengambil keputusan cepat. Karena dihatiku masih ada sintiya.

__ADS_1


__ADS_2