
dom dan nica saling pandang dan melihat kembali ke arah sang pria itu.
"paman siapa"ucap dom.
"kami teman ayah mu anak kecil" ucap salah stu peria.
"dominico paman dan ini adik kembar ku dominica"ucap dom sambil menampilkan raut wajah donginnya.
"paman kenapa kemari"ucapnya lagi.
"tidak ada hanya berkunjung "ucapnya
"knp kakek seperti itu "ucap dom lagi.
" hey anak kecil lebih baik bersikap seperti anak kecil pada umumnya"cetus pria itu.
Ttttaaakkkk
"oh ****"ringisan peria itu sambil memegang jidat yang terkena pluru tembakan mainan yang di buat oleh dom sendiri.
Kedua teman peria itu tertawa terbahak bahak meliat temannya meringis kesakitan oleh kelakuan dom.
"kakak knpa kakak lakukan itu jika nenek tau pasti kakak akan di hukum dengan nenek nanti" ucap nica
"maafkan kakak ku paman dia memang seperti it" smbungnya.
__ADS_1
"tidak papa gadis cantik paman itu tidak akan mati cuma karna terkena pistol mainannya kakak mu itu"ucap pria satunya.
"tapi bagus juga bidikan mu boy"sambungnya.
Di kamar kakek dan nenek sedang berbincang tentang masalah yang ada.
"maksud kakek tadi apa kek"ucap sang nenek cemas.
"duduk lah dlu nenek kakek harap nenek bsa tegar mendengarnya"ucap kakek.
"katakan kek ad ap ini" sambung nenek
"pria itu teman anak kita nek mereka ingin membawa dom dan nica karna surat wasiat itu anak mu yang membuatnya isinya yang pertama meminta maaf ke kita nek karna telah berbohong karna ternyata anak kita dulu seorang mafia nek kecelakaannya juga karna musuh yg menargetkannya, lalu sebelum pergi dia menitipkan surat itu di bosya dan ya di dalam surat itu mengatakan kalau dom sudah d jodohkan oleh anak ketua mafia itu dan bisa d ambil saat umur 6 tahun nek berubuk hari ini dom dan nica genap 6 tahun mereka akan mengambilnya, dan jika kita tidak memberikannya nyawa kita jadi taruhannya nek, dan di dalam wasiat it mengatakan kita harus memberikannya karna nyawa dom dan nica terancam karna selama ini mereka berdua ad yg mengawasi dari pihak musuh" ucap sang kakek nenek yang mendengarkannya syok dan hampir pingsan.
"dan makannya nek tadi kakek minta ikut karna yang pertama nenek gak bisa jauh dari mereka yg kedua untuk keselamatan kita juga nek takut ad musuh orang itu " sambungnya.
"lalu kita tingal di mana kek" ucap nenek dengan lirih.
"kita akan tinggal bersama dom dan nica nek tetapi lebih baik kita bergegas dulu nek nti kta pikirkan lg" ucak sang kakek lg.
Kembali ke ruang tamu di sana hening tidak ad suara apa pun mereka pun hanya saling tatap menatap saja setelah itu nenek dan kakek pun menghampiri mereka dgn 4 ransel tas.
Dengan kening mengkerut dom dan nica pun saling pandang dan ahirnya dom pun membranikan diri untuk bertanya.
"nenek degan kakek mau pergi ke mana dengan banyak barang" ucap dom
__ADS_1
Nica pun mengangguk anggukan kepalanya lalu nenek pun menjawab dengan penuh sayang sambil mengelus kepala dua anak itu "kita akan tiggal dengan paman paman ini dom ,nica"cucap nenek dengan alis terangkat dom bertanya "kenapa, bahkan kita tidak mengenal mereka nek sebelum ini juga kita tidak penah berpergian nek" ucap dom.
"mereka teman ayah mu dom kenapa tidak mempercayai mereka ayah mu saja percaya dengan mereka"ucap nenek.
dom mengoreksi pria pria dari atas hingga bawah terus seperti itu berulang kali "ok"
Ahirnya pun mereka pergi menaiki mobil pria itu d tengah jalan menuju keluar kampung itu nica melihat temnnya yang suka sekali mengganggunya "paman apa kah bisa kita berhenti sebentar untuk bertemu teman ku yg d depan itu" ucap nya.
"5 menit ok" ucap peria itu.
setelah it mobil pun berhenti tepat di depan anak laki laki itu dengan penasaran alis anak laki laki it pun menyerngit heran.
"nica kau.......kau mau pergi kemana dan......siapa orang itu" ucap anak laki laki it.
"maaf alesio sebenarnya aku mau bilang kalo ak dan kak dom akan pindah dan tidak kemari lagi" ucap nica.
"ke ke kenapa nica apa kau marah padaku karna sering mengganggumu " ucap anak itu nica pun mengelengkan kepalanya.
"tidak al aku tidak marah padamu tapi paman ku ingin membawaku untuk bersekolah di sana karna kakek nenek juga sudah tua paman khawatir tentang kesehatan nenek dan kakek"ucap nica.
"nica sayang ayo nak cepat kasian paman menunggu" ucap nenek tiba tiba.
"baik nek" ucap nica"sudah ya al aku cuma mau memberi tahumu itu saja dada al" sambungnya lalu berjalan meninggalkan alesio.
Alesio pun terdiam dan tiba tiba" nica bagemana aku akan menghubungi mu nanti" nica ber balik" aku tidak tau al ini ak kasih ikat rambut ku aj dan aku akan mebawa kalung mu ini bagemana" nica pun memakaikan ikat rambut itu ke pergelangan alesio dan alesio pun melepas kalungnya lalu di pakaikan di leher nica.
__ADS_1
"bay bay nica hati hatinya jangan lupakan aku" alica pun berbalik lalu benar benar pergi meninggalkan alesio yang berdiri mematung.