
Sudah sejak lama sejak dia memimpikan posisi ini. Pada waktu itu dia akan merindukan posisi ini setiap hari. Ketika Stan menjadi saudara iparnya, dia akan bisa menjadi petarung yang hebat. Sekarang mimpi ini akhirnya menjadi kenyataan.
"Baiklah, kalian semua dapat melanjutkan acara. Aku masih punya sesuatu untuk di kerjakan."
Stan akan pergi karena dia masih memiliki beberapa hal untuk di urus. Penunjukkan sepuluh tahun sudah dekat, dan dia masih perlu membuat persiapan untuk itu. Tapi sebelum dia selesai berbicara, ponsel Jeremy berdering.
Kring Kring!
Jeremy menatap T-man Stan. Stan mengangguk padanya memintanya untuk menjawab telepon lebih dulu.
Jeremy kemudian mengambil teleponnya dan melihat bahwa itu dari saudara perempuannya, Lorraine. Oleh karena itu dia dengan cepat menekan tombol jawab.
"Dimana kamu?" suara sedingin es Lorraine datang dari sisi lain telepon.
"Lori, aku sedang makan dengan beberapa temanku. Mereka sedang menyambut kedatanganku kembali." jawab Jeremy dengan hati-hati.
Dia sedikit takut dengan saudara perempuannya yang jarang dia lihat ini.
"Apa yang sudah aku katakan padamu?."
"Lori, aku.."
"Dimana lokasimu?"
Sebelum Jeremy sempat meneruskan, Lorraine langsung memotong ucapannya.
"Private Room 3 di Great Wall Club."
"Tunggu disana, dan jangan kemana-mana!"
"Oke, baiklah."
Jeremy menutup telepon dan menyadari semua orang sedang memandangnya.
"Um..kakakku bilang dia akan segera datang. Dan dia memintaku untuk menunggu di sini." kata Jeremy.
Mata semua orang langsung berbinar. Mereka pernah mendengar tentang Lorraine sebelumnya. Tapi selama ini mereka tidak pernah bertemu langsung dengannya. Apakah mereka akhirnya bisa melihat langsung sosok legendaris ini?
Seperti kata pepatah, seseorang tidak akan memiliki reputasi jika mereka tidak pantas mendapatkannya.
Lorraine di kabarkan sebagai wanita tercantik di Bumi. Jadi siapa yang tidak ingin melihatnya secara langsung?
Ketika Stan mendengar bahwa Lorraine akan datang, dia mulai ragu untuk pergi melanjutkan urusannya. Sudah satu dekade sejak terakhir dia melihat Lorraine. Lorraine mungkin telah di beri tugas oleh Sektenya sejak dia kembali, dan itulah sebabnya dia tidak pernah menghubunginya dari awal dia datang sampai saat ini.
Sekarang dia tahu Lorraine akan datang, dia ingin melihatnya juga. Dia ingin melihat apakah Lorraine masih akan memberinya perasaan mencengangkan seperti yang dia lakukan saat pertama kali mereka bertemu, meskipun sudah tidak melihatnya selama satu dekade penuh.
Tapi dia mendengar bahwa Lorraine akan datang bersama dua senior dari Sektenya. Sekarang dia juga ingin melihat seberapa kuat murid-murid dari Sektenya itu.
Tidak lama lagi Sekte tersembunyi akan muncul kembali satu persatu. Oleh karena itu dia akan lebih siap jika dia bisa bertemu dengan murid dari beberapa Sekte yang lebih kuat terlebih dahulu.
"Jeremy, apakah kakakmu akan datang kemari? Aku akan menunggu sebentar kalau begitu. Senang melihat seorang teman lama yang sudah sepuluh tahun tidak aku temui."
Setelah Stan mengatakan itu dia mulai mencari tempat duduk dan duduk.
David dan Celia sampai di Great Wall Club, lalu memarkir mobilnya dan masuk bersama. Begitu mereka memasuki pintu, seorang pelayan yang tinggi dan cantik langsung menyambut mereka.
"Tuan, Nona! Halo. Apakah kalian sudah memesan tempat?"
__ADS_1
"Ya, teman-temanku ada di Private Room 138 di ruang makan." jawab David.
"Oke. Kalau begitu silahkan ikuti aku." kata pelayan itu dan mulai memimpin jalan.
David dan Celia mengikuti. Ketika mereka baru saja berjalan, beberapa orang lagi masuk dari luar Club. Itu adalah Lorraine dan yang lainnya dari Sekte Krum. Begitu Lorraine memasuki pintu, dia melihat punggung yang tampak tidak asing baginya.
"David?" kata Lorraine terkejut.
Grant dan fred juga melihat David. Orang-orang dia ranah mereka secara alami memiliki ingatan dan penglihatan yang sangat baik. Apalagi David juga sudah meninggalkan kesan yang sangat dalam.
Lorraine dan yang lainnya memasuki Lobi Great Wall Club dan langsung menarik perhatian semua pengunjung. Itu karena temperamen halus dan wajah Lorraine yang sangat cantik terlalu mencolok.
Baik pria maupun wanita akan tertarik padanya ketika mereka melihatnya untuk pertama kali. Sedangkan Grant dan Fred juga seorang pria dengan temperamen dan penampilan yang sangat baik. Sulit bagi ketiganya untuk tidak menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Hai, Tuan dan Nona, apakah kalian sudah memesan tempat?" seorang pelayan melangkah maju dan bertanya pada mereka.
"Bawa kami ke Private Room 3 di ruang makan." kata Lorraine.
Pelayan itu terkejut. Tidak semua orang bisa menggunakan Private Room 3. Orang-orang yang dapat menggunakan sepuluh Private Room pertama semuanya adalah orang hebat.
"Baiklah, silahkan ikuti aku." kata pelayan itu dengan hormat.
"Tunggu!" kata Lorraine tiba-tiba.
"Apa lagi yang bisa aku lakukan untukmu Nona?."
"Apakah kamu tahu kemana pria dan wanita yang barusan pergi?."
"Maaf Nona, kami harus menjaga privasi semua tamu kami."
"Oh, Privasi? Bahkan Stan tidak berani menggunakan kata ini di depanku. Apakah kamu yakin ingin melakukan ini?"
'S-Siapa mereka? Kenapa mereka berani memanggil Bos Besar mereka dengan nama depannya seperti itu? Tampaknya mereka dekat dengan Bos Besar.'
Apapun alasannya, tidak perduli siapa mereka, seorang pelayan seperti dia tidak akan mampu untuk menyinggung perasaan mereka.
"T-Tolong tunggu sebentar. A-Aku akan mencari tahu untukmu." jawab pelayan itu sambil terbata-bata.
"Silahkan!"
Lorraine ingin mengungkap misteri di balik David. Itu karena David adalah orang pertama yang tidak bisa dia lihat kekuatannya setelah mempelajari teknik rahasia dari tuannya. Perasaan kalah dalam bidang keahliannya ini sangat membuatnya kesal, dan dia merasa tidak nyaman dengan hal itu.
Grant dan fred juga ingin mengetahui lebih banyak tentang David. Mereka ingin tahu siapa pria misterius yang tampak sepuluh tahun lebih muda dari mereka ini.
David di bawa ke Private Room 138 di ruang makan. Begitu dia memasuki pintu, dia melihat lebih dari selusin pria dan wanita sedang duduk di private room yang besar.
"Celia, kamu akhirnya sampai di sini! Kami semua sudah menunggu cukup lama. Kemarilah dan duduk disini."
Lilith dengan cepat berdiri dan menyapa ketika dia melihat Celia dan David masuk melewati pintu ruangan. Celia menggandeng tangan David dan menuntunnya duduk. Semua orang memperhatikan Celia melakukan itu. Hubungan mereka berdua telah di konfirmasi. Mereka pasti memang pasangan.
Mereka sudah lama mengenal Celia. Dan ini pertama kalinya mereka melihat Celia berinisiatif menggandeng tangan seorang pria. Mata dua atau tiga pemuda yang hadir terasa kabur.
"Celia, apakah kamu tidak akan memperkenalkan pria di sampingmu?" seseorang berkata.
Celia berdiri dan berkata, "Halo semuanya, ini..ini pacarku, David!"
Setelah mengatakan itu dia duduk kembali. Pada kenyataannya, ada banyak pria yang hadir di sini tidak mengenalnya cukup dekat, mereka hanya pernah bertemu dengannya beberapa kali sebelumnya.
__ADS_1
Sementara itu, gadis-gadis yang terdiri dari Lilith dan beberapa lainnya adalah orang-orang yang memiliki hubungan baik dengannya. Karena itu Celia tidak mengatakan apa-apa lagi.
"David, cepat ceritakan bagaimana kamu bisa menipu Celia untuk menjadi pacarmu. Apakah kamu tahu bahwa banyak pria yang hadir di sini sudah lama mengejar Celia, tetapi Celia bahkan tidak pernah memperhatikan mereka?"
"Ya, Celia adalah putri di kalangan kami. Dan sekarang dia punya pacar bahkan tanpa memberitahu kami. Jika Lilith tidak bertemu kalian berdua kemarin, aku bertanya-tanya berapa lama lagi dia akan menyembunyikannya dari kami."
Lalu David juga berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Halo semuanya. Namaku David, dan aku pacar Celia. Sebenarnya aku dan Celia sudah saling kenal sejak lama. Kami adalah teman sekelas di sekolah menengah. Dia tinggal bersama ayahnya dan pergi ke sekolah menengah bersamaku saat itu. Kami sudah berhubungan sepanjang waktu sejak kami lulus, tapi kami baru saja resmi bersama."
"Apakah Celia begitu dingin kepada semua pria di lingkaran kami karena dia sedang menunggumu?" seseorang bertanya lagi.
Celia tersipu saat mendengar ini. Itu memang benar, dia memang sedang menunggu David saat itu.
"Lalu, dari mana asalmu? Aku kira Celia tidak sekolah SMA di Ibukota saat itu." tanya yang lain.
"Aku berasal dari Kabupaten kecil di Provinsi South River. Aku rasa belum ada yang pernah mendengar sebelumnya, jadi aku rasa aku tidak perlu menjelaskannya." kata David
"Sebuah Kabupaten kecil di Provinsi South River?"
Mereka yang hadir mulai memandang David dengan jijik. Mereka mengira keadaan David tidak akan terlalu buruk, bahkan ketika dia tidak stabil dalam hal keuangan. Bagaimana pun, Celia mempunyai kualitas yang luar biasa. Tidak hanya dia cantik, tetapi keluarganya juga di anggap kelas menengah ke atas di lingkaran mereka. Tapi kenapa dia menemukan pacar yang hanya berasal dari Kabupaten kecil?
Meskipun dia terlihat sangat tampan, apakah itu bisa mendukungnya hanya dengan penampilannya?
"David, apakah Nyonya Young tahu kalian bersama?" tanya Lilith.
Kemudian dia menambahkan, "Nyonya Young adalah Ibu Celia."
Dia khawatir David belum pernah bertemu dengan Mindy. Dari apa yang dia tahu, jika Celia mendapat pacar dari kota kecil, Nyonya Young pasti akan menentangnya. Keluarga mereka tidak akan cocok sama sekali. Meskipun bebas mencintai adalah segalanya, tapi di lingkaran mereka, dia mungkin tidak akan bisa bebas menentukan pernikahannya sendiri.
Jika keluarga dari kedua belah pihak kaya secara finansial, akan baik-baik saja jika mereka terlibat dalam romansa terbuka, karena memang diharapkan mereka akan berakhir bersama. Tapi jika menyangkut pasangan seperti David dan Celia, 90% dari mereka akan berakhir dengan putus.
Bahkan jika mereka melewati semua rintangan untuk tetap bersama, akan sulit untuk mereka bahagia pada akhir prosesnya. Itu sudah terbukti berkali-kali.
Tentu saja, itu bukan aturan mutlak. Tapi hanya sedikit yang bisa bertahan sampai akhir dan tetap bahagia. Mereka yang mengalaminya sangat jarang sekali. Dia tidak percaya Celia dan David akan bisa melakukan itu. Dia tidak akan bisa berhadapan dengan Nyonya Young.
"Nyonya Young sudah tahu tentang itu. Tuan Young juga!" kata David.
"Mereka mengetahuinya? Apakah mereka tidak mengatakan apa-apa?" tanya Lilith merasa bingung.
"Nyonya Young mengatakan bahwa kami harus segera menikah setelah kami lulus." jawab David.
Dia bahkan ingin mengatakan bahwa Mindy memintanya untuk menginap di rumah mereka. Dan pada akhirnya dia malah tidur bersama Celia. Tapi dia hanya akan jadi objek kebencian jika dia mengatakan itu.
Selain itu Celia sangat pemalu, sehingga dia pasti tidak akan bisa menerima perkataan seperti itu. Oleh karena itu, dia tidak bisa mengungkapnya.
"Hah?" Lilith semakin bingung.
Semua orang yang hadir juga bingung.
'Bagaimana mungkin?
Tidak hanya Nyonya Young tidak melarang mereka, dia bahkan mendesak mereka untuk menikah secepatnya? Ini tidak normal! Ini luar biasa!'
Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke Celia. Kemudian mereka hanya melihatnya menundukkan kepala karena malu. Semua orang merasa seolah-olah pandangan dunia mereka telah terbalik.
Jika itu adalah orang tua mereka, sudah cukup baik jika tidak memisahkan mereka secara paksa.
__ADS_1
Mendesak mereka untuk segera menikah?
Mereka pasti sedang bermimpi!