
David memandang Agacia yang sedang berlutut di lantai gerbong. Pihak lain menundukkan kepalanya dan tidak berani memandangnya.
Dia berpikir dalam hati, di mana dia melakukan kesalahan, dan apakah wanita di depannya telah melihatnya? Sepertinya tidak!
Pada saat itu, dia menggunakan kekuatan pikirannya untuk memanipulasi hukum waktu. Ketika waktu membeku, orang akan berhenti berpikir. Bahkan kalau dia lewat di depan mereka, mereka tidak mungkin menyadarinya.
'Lalu apa yang salah? Apa dia menebaknya?' David tidak bisa memikirkannya untuk sementara waktu.
Tapi karena pihak lain sudah membicarakan hal ini, dia tidak mau terus menyembunyikannya. Tidak perlu untuk itu. Karena sudah ketahuan, maka dia hanya akan mengakuinya secara terbuka.
"Nyonya Agacia, aku penasaran, bagaimana kamu bisa tahu kalau itu adalah aku?" tanya David ingin tahu.
Ketika Agacia mendengar kata-kata David, dia sangat gembira.
'Ternyata benar! Aku berhasil menebak dengan benar. Jadi memang pemuda ini yang sudah menyelamatkan kami.'
Meski sudah mempersiapkan diri, pada saat ini, Agacia masih gemetar tanpa sadar karena kegirangan.
"Tuan Lidell, kalau aku bilang bahwa aku hanya menebaknya, apakah kamu akan percayaku?" Agacia menjawab dengan hati-hati.
David sudah mengakuinya. Dia tidak berani berbicara dengan pihak lain seperti barusan. Ini adalah pria yang sangat kuat. Agacia hanya ingat bahwa Broken Spirit Arrow yang tak terhitung jumlahnya datang kepadanya pada saat itu, dan yang bisa dia lakukan hanyalah memeluk Orfeo erat-erat dan menahannya dengan tubuhnya.
Terakhir, saat dia membuka matanya lagi, semua panah sudah kehilangan kekuatannya dan jatuh ke lantai kereta. Apa yang baru saja terjadi, Agacia tidak paham sama sekali. Dia belum pernah mendengar metode aneh seperti itu.
"Aku rasa tidak mudah untuk bisa menebaknya. Bahkan aku yakin, Kapten Foster di luar tidak bisa menebaknya."
"Tuan Lidell! Sebenarnya, aku juga memperhatikan beberapa petunjuk selama mengobrol denganmu, dan kemudian aku perlahan mulai menebak dalam hal ini. Berdasarkan pemahamanku tentang kerajaan Grant, tempat yang kamu sebutkan tidak ada kemiripan dengan tempat mana pun di kerajaan Grant. Dan kamu, seorang pemuda, telah mengunjungi begitu banyak tempat aneh, yang melampaui apa yang dapat dilakukan orang biasa." Agacia menjelaskan.
"Oke! Ini kelalaianku, tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mengirimmu ke ibukota." David tidak bertanya lagi, dan langsung mengganti topik pembicaraan.
"Tuan Lidell, sejujurnya, kami telah menghadapi lusinan serangan diam-diam di sepanjang jalan. Saat kami berangkat, ada ratusan orang di tim pengawal, tetapi sekarang hanya tersisa sepersepuluh dari mereka. Dan perjalanan baru saja ditempuh dua pertiga. Kalau kamu tidak mengantar kami sampai tujuan, saat ada serangan lain seperti terakhir kali, dan kami tidak akan dapat bertahan." Agacia berkata dengan suara yang dalam.
David terdiam ketika mendengar kata-kata itu. Setelah beberapa saat, dia bertanya, "Bisakah kamu memberitahu padaku, kenapa orang-orang itu ingin membunuh kalian?"
"Tentu saja! Tuan Lidell, tolong dengarkan aku baik-baik."
Kemudian Agacia mengungkapkan kepada David identitas mereka yang sebenarnya, tujuan pergi ke ibukota kerajaan Grant, dan identitas umum musuh-musuh itu.
Ketika David mendengarnya, dia berpikir bukankah ini kisah berdarah tentang anak haram yang ingin berkuasa, tetapi paman lain berusaha sekuat tenaga untuk menghentikannya? Hanya saja posisi atas ini bukanlah posisi biasa, melainkan tahta kerajaan Grant yang besar.
Dia melirik Orfeo. Tak disangka, bocah ini masih menjadi pewaris keluarga kerajaan. Kalau dia berhasil mencapai ibukota dengan selamat, dia dapat mewarisi tahta.
David berpikir sejenak. Pasti akan menghabiskan terlalu banyak waktu kalau mengawal mereka berdua ke ibukota. Menurut kecepatan kemajuan tim saat ini, ditambah dengan beberapa masalah dan penundaan di tengah, ini bukan tiga atau lima hari, tetapi sepuluh atau delapan hari. Jika butuh beberapa bulan, siapa yang bisa menjamin tidak akan ada kecelakaan di Leila?
Bom waktu Lufian bisa meledak kapan saja, dan dia harus bergegas ke sana secepat mungkin.
"Nyonya Agacia, karena kamu sudah mengetahuinya, aku tidak perlu menyembunyikannya. Terakhir kali kalian dalam bahaya, memang aku yang menyelamatkan kalian. Tujuanku datang ke sini hanya untuk mencari seseorang untuk diajak bicara dan menghilangkan kebosananku. Itu saja. Aku punya hal penting yang harus dilakukan, dan aku tidak punya waktu untuk mengantar kalian ke ibukota." David tetap menolak dengan sopan.
Mendengar penolakan David lagi, Agacia tampaknya telah kehabisan tenaga dan hampir jatuh. Awalnya dia mengira setelah dua atau tiga hari bergaul, hubungan kedua pihak cukup baik, dan David akan setuju untuk mengantar mereka ke ibukota. Tanpa diduga, dia ditolak oleh pihak lain dua kali berturut-turut.
"Tuan... Tuan Lidell!" Agacia mengucapkan sesuatu, tetapi tidak tahu harus berkata apa.
"Kakak! Tolong, tolong bantu kami!" Orfeo juga memohon.
"Nyonya Agacia, Orfeo, bukannya aku tidak ingin membantu kalian, tapi aku benar-benar memiliki hal-hal penting yang harus segera diselesaikan. Tapi, aku bisa memberimu pilihan sekarang."
Ketika kata-kata David berubah, Agacia memiliki secercah harapan lagi.
"Pilihan apa?" Agacia bertanya dengan tidak sabar.
"Aku tidak punya waktu untuk mengantar kalian dengan tim besar, tapi aku bisa membawa kalian berdua ke ibukota kerajaan Grant. Itu tergantung apakah kamu ingin pergi denganku, atau kamu ingin pergi dengan pengawal di luar, itu terserah pilihanmu." kata David.
__ADS_1
Dia hanya bisa melakukan ini karena dia tidak ingin berlama-lama. Pertama, bawa Agacia dan Orfeo ke ibukota, lalu segera berangkat ke Domain Leila. Dengan begitu tidak akan membuang waktu terlalu banyak.
"Tuan Lidell, aku memilih yang pertama, tolong bawa Orfeo dan aku ke ibukota." Agacia segera menjawab tanpa memikirkannya.
Lusinan pengawal terluka yang ditinggalkan di luar tidak lagi cukup untuk mengawal mereka ke ibukota dengan selamat.
Seperti serangan diam-diam terakhir, jika itu terjadi lagi, seluruh pasukan pada dasarnya dapat dinyatakan musnah. Kalau tidak mengikuti David saat ini, kemungkinan besar mereka tidak akan pernah mencapai ibukota.
Agacia bukan orang bodoh. Dia tahu bagaimana memilih.
"Kamu yakin? Kalau aku membawa kalian berdua ke ibukota, aku tidak akan bisa membuktikan identitas kalian. Itu mungkin bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu, jadi pikirkan lagi." kata David.
"Jangan khawatir! Tuan Lidell, kami punya cara untuk membuktikan diri kami. Kamu hanya perlu membawa kami ke kerajaan Grant."
"Oke! Sekarang kamu sudah mengatakan itu, jangan buang waktu, ayo kita pergi!" David bangkit dan berkata.
"Tuan Lidell! Izinkan aku untuk menyapa Kapten Foster dan yang lainnya. Para pengawal ini melakukan yang terbaik untuk mengawal Orfeo dan aku ke tempat ini. Kebanyakan dari mereka telah berkorban, dan sisanya juga terluka. Aku harus memberitahu mereka dulu sebelum kita pergi." Agacia memohon dengan suara rendah.
"Oke! Kalau begitu segera beritahu mereka! Lalu berangkat secepat mungkin."
"Terima kasih Tuan Lidell!" Agacia menjawab dengan senang hati.
Dia tidak mungkin pergi diam-diam dan mengabaikan Kapten Foster serta yang lainnya begitu saja.
Kemudian Agacia keluar dari gerbong. Tim masih bergerak cepat.
"Kapten Foster!" Agacia berteriak kepada orang di barisan depan.
Mendengar suara itu, pria itu segera berbalik ke arah gerbong dan datang ke sisi Agacia.
"Nyonya, apa perintahmu?" Kapten Foster bertanya dengan hormat.
"Nyonya, apa yang kamu bicarakan! Adalah tugas kami untuk mengantarmu dan Tuan Muda ke ibukota dengan aman, tapi kami malah membuatmu khawatir di sepanjang jalan." Kapten Foster segera menjawab.
"Kapten Foster, jangan katakan itu. Untuk melindungiku dan Orfeo, kamu telah mengorbankan terlalu banyak orang. Demi keselamatan kalian semua, aku memutuskan untuk pergi ke ibukota terlebih dahulu. Setelah Orfeo dan aku pergi, kamu dapat membubarkan tim, agar lebih banyak orang yang selamat."
Apa yang dikatakan Agacia membuat Kapten Foster tercengang.
'Nyonya berkata bahwa dia ingin pergi duluan ke ibukota? Apa artinya?'
Sebelum dia bisa mengetahuinya dan kembali ke akal sehatnya, Agacia berkata lagi: "Kapten Foster, Orfeo dan aku akan menunggu kalian di ibukota, dan aku harap kalian semua bisa tiba di ibukota dengan selamat."
Setelah Agacia selesai berbicara, dia berbalik dan akan memasuki gerbong.
Pada saat ini, Kapten Foster baru sadar, dan buru-buru bertanya, "Apa maksud Nyonya dengan ini?"
Agacia tidak menjawab karena dia tidak yakin apakah David bersedia mengungkapkannya. Tapi suara lain datang dari kereta, menjawab kata-kata Kapten Foster.
"Artinya aku akan membawa Nyonya Agacia dan Orfeo untuk pergi lebih dulu. Setelah kalian membubarkan tim, pergilah ke ibukota secara terpisah, sehingga harapan untuk tiba dengan selamat akan lebih besar."
Begitu kata-kata itu jatuh, David memimpin Orfeo keluar.
"Nak! Apa yang ingin kamu lakukan? Biark kuberitahu padamu, kalau kamu berani menyakiti Nyonya dan Tuan Muda, bahkan jika dunia ini begitu besar, tidak akan ada tempat bersembunyi untukmu." Kapten Foster memperingatkan dengan tajam.
Orfeo adalah satu-satunya pangeran dari Kerajaan Grant dan satu-satunya kandidat untuk mewarisi tahta. Nyonya adalah wanita dari raja saat ini. Status mulia kedua orang ini bukanlah sesuatu yang bisa diprovokasi oleh David.
Kata-kata Kapten Foster juga menarik perhatian pengawal lainnya. Semua orang berkumpul dan memandang David dengan mata tidak ramah. Mereka memiliki kesan buruk tentang David, hanya saja mereka tidak berani melanggar perintah Nyonya.
Sekarang David malah ingin pergi bersama Nyonya dan Tuan Muda mereka, bagaimana mungkin?
Mereka tidak akan membiarkan ini terjadi. Ini terkait dengan masalah kekayaan dan kehidupan setiap orang.
__ADS_1
"Dunia ini sangat besar, apakah betul tidak ada ruang untukku?"
David mengulangi kalimat ini sambil tersenyum, lalu menatap ke langit dan melanjutkan, "Kapten Foster, duniamu berbeda dari duniaku. Duniamu adalah kerajaan Grant, sedangkan duniaku adalah alam semesta tanpa batas dan langit berbintang. Apakah keduanya masih bisa dibandingkan?"
Sebelum dia sempat memikirkannya, Kapten Foster berteriak keras.
"Tunggu! Tinggalkan Nyonya dan Tuan Muda!"
Kapten Foster bergegas menuju David, berusaha menyelamatkan Nyonya dan Tuan Muda mereka. Pengawal lainnya juga bertindak pada saat bersamaan. Tidak boleh ada kecelakaan untuk Nyonya dan Tuan Muda. Kalau tidak, semua orang akan berakhir.
Saat puluhan orang mendekati David, mereka tiba-tiba terhalang oleh sesuatu yang tak terlihat. Tidak peduli seberapa keras mereka mencoba, mereka tidak dapat menembusnya.
Setelah beberapa kali mencoba, semua orang menatap David dengan mata ketakutan. Mereka tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi.
"David Lidell! Siapa kamu sebenarnya?" Kapten Foster bertanya dengan keras.
"Aku sedang dalam perjalanan, karena sendirian terasa membosankan, jadi aku keluar untuk mencari seseorang untuk diajak bicara untuk menghilangkan kebosananku, dan kemudian aku bertemu denganmu, yang juga merupakan takdir! Aku akan membantumu mengantar Nyonya Agacia dan Orfeo ke ibukota. Lalu kalian, cari saja cara untuk bergegas ke ibukota! Selamat tinggal!"
Setelah David selesai berbicara, di bawah tatapan Kapten Foster dan puluhan pasang mata, ruang dimensi muncul di depan mereka. Lalu dia masuk bersama Agacia dan Orfeo. Kemudian ruang dimensi menghilang.
Keadaan kembali normal. Kapten Foster dan yang lainnya bisa bergerak sekarang. Tetapi pada saat ini, mereka semua membeku di tempat, menatap ke arah di mana ketiga oramg itu baru saja pergi, dengan gelombang besar di hati mereka, dan kengerian mereka mencapai batasnya.
"Kap ... Kapten! Dia ... bagaimana ... bagaimana dia melakukannya, hanya ... menghilang begitu saja? Bukankah itu aneh? Apakah itu semacam tipuan mata?" seorang anggota pengawal tergagap dan bertanya.
"Ini ... ini adalah ... celah ruang dimensi yang kosong, hanya ... hanya kekuatan super legendaris yang telah mencapai Eternal Realm yang dapat melakukannya." Kapten Foster menjawab dengan tidak percaya.
Pengetahuannya jelas lebih luas dari yang lain. Meskipun Broken Star hanyalah planet kehidupan di tepi galaksi yang luas dengan peradaban tingkat keempat. Tapi dia juga tahu tentang galaksi yang luas.
Dia juga tahu bahwa orang terkuat di galaksi yang luas adalah Eternal Realm yang dapat mengobrak-abrik ruang.
"Eternal Realm? Kekuatan macam apa itu?" seseorang bertanya lagi.
"Kekuatan terkuat di seluruh galaksi yang luas dan berdiri di puncak. Itu dapat menghancurkan ruang dan berjalan di ruang dimensi tinggi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada metode lain. Dari sini ke ibukota, dapat dicapai hampir secara instan." Kapten Foster terus menjelaskan.
"Ini... sangat kuat? Dengan kata lain, anak itu, David Lidell, adalah seorang super..."
Sebelum seorang anggota pengawal selesai berbicara, Kapten Foster menampar kepalanya, membuat suara yang tajam.
Plak!
"Ka...Kapten, kenapa kamu memukulku?" anggota tim merasa sedikit bingung.
"Aku akan memukulmu sampai mati! Panggil dia Tuan Lidell. Kamu pikir bisa menyebutnya sesukamu? Nak? Jangan bawa kami bersamamu kalau kamu sudah tidak ingin hidup. Tuan Lidell bisa meledakkanmu." Kapten Foster segera memarahinya.
"Tapi ... Bukankah kamu juga memanggil Tuan Lidell seperti itu juga di depannya? Kenapa kamu masih baik-baik saja?" anggota tim bergumam dengan suara rendah.
"Aku...aku...aku..." Kapten Foster berkata untuk waktu yang lama, tapi dia tidak menemukan alasannya.
Dia juga berkeringat dingin. Dia merasa sangat ketakutan. Dia ingat bahwa sejak pertama kali dia bertemu David, dia selalu memakinya. Kalau itu orang lain, dia khawatir David akan membunuhnya sejak lama.
Pada saat ini, seorang anggota tim tiba-tiba berkata: "Kamu mengatakan bahwa terakhir kali kita diserang secara tiba-tiba, Broken Spirit Arrow yang tak terhitung jumlahnya telah mengenai gerbong tempat Nyonya dan Tuan Muda berada, tapi mereka masih baik-baik saja. Apakah ini adalah perbuatan Tuan Lidell?"
Ucapan ini mengingatkan mereka yang hadir tentang situasi saat itu. Pengawal di hutan lebat mungkin tidak mengetahuinya, tapi pengawal di sekitar gerbong bisa melihatnya dengan jelas. Saat itu, mereka memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, ketika sadar kembali, Broken Spirit Arrow telah kehilangan efeknya, dan Nyonya serta Tuan Muda mereka masih aman dan sehat.
Setelah memikirkan tentang itu sekarang, kalau bukan Tuan Lidell yang menolong mereka, siapa lagi?
"Pasti Tuan Lidell, hanya dia yang bisa menyelamatkan Nyonya dan Tuan Muda tanpa sepengetahuan kita."
"Ya! Pasti Tuan Lidell. Ternyata Tuan Lidell sudah menyelamatkan hidup kita. Tanpa bantuan dia, hidup kita akan berakhir kalau Nyonya dan Tuan Muda mati."
Setelah Kapten Foster menganalisa semuanya, dia rasa itu memang masuk akal kalau David yang sudah menyelamatkan mereka terakhir kali.
__ADS_1