
Para penjaga dari keluarga Maven dan keluarga Clementine semuanya berhenti dan berdiri di tempat mereka berada, tidak berani bergerak. Seolah ditatap oleh binatang buas purba, kalau bergerak, mereka akan langsung membunuh.
Darius dan Gretta menunjukkan ekspresi yang lebih ketakutan di wajah mereka. Karena target utama energi ini adalah mereka berdua. Perasaan jika bergerak akan langsung mati, membuat kulit kepala kedua anggota keluarga super itu mati rasa. Kapan mereka secara pribadi pernah mengalami krisis kematian yang nyata seperti ini?
Seolah-olah waktu berhenti di tempat kejadian, dan tidak ada yang berani bergerak.
"Woww! Kak, kenapa mereka tiba-tiba berhenti bergerak? Luar biasa!" melihat pemandangan ini, gadis kecil itu berteriak ingin tahu.
“Karena mereka takut mati, jadi mereka tidak berani bergerak!” David menjelaskan sambil tersenyum.
Setelah berbicara, dia memeluk Pebbles dan berjalan selangkah demi selangkah ke tengah kedua pihak. Seluruh proses memakan waktu sekitar sepuluh detik. Tidak ada penonton yang berani bergerak, bahkan satu jari pun tidak. Energi besar yang menyesakkan itu masih ada. Saat dalam bahaya kematian, siapa yang berani bergerak?
Selama lebih dari sepuluh detik, meskipun semua orang tidak berani bergerak, mereka memiliki pikiran mereka sendiri di dalam hati mereka.
Orang-orang yang paling merasa bahagia adalah Daran dan petugas penegak hukum yang dibawanya. Untungnya, Daran bertahan hingga saat terakhir. Kalau tidak, kesempatan terbaik untuk lebih membangun hubungan baik dengan David akan terlewatkan.
Kerumunan di sekitarnya juga menunjukkan ekspresi gembira. Adegan Gretta yang menyuruh pengawalnya untuk membunuh orang secara acak barusan masih jelas dalam ingatan mereka. Semua orang sudah lama menantikan seseorang yang bisa membersihkan monster gemuk jelek ini.
"Tuan Rivers! Ceritakan padaku secara singkat apa yang sedang terjadi." tanya David tiba-tiba.
"Baik, tuan muda!" Thor menjawab dengan hormat.
Kemudian Daran memimpin orang untuk memblokir pintu, Daran datang untuk mencegah para pengawal Gretta menerobos masuk. David mengerutkan kening ketika mendengar bahwa orang yang mati di sekitarnya dibunuh hanya karena mereka tidak dapat menahan muntah ketika mereka melihat Gretta untuk pertama kalinya.
Tidak masalah kalau dia jelek. Lalu kenpa dia tidak diam rumah saja. Apa gunanya keluar untuk menakuti orang, dan membunuh orang setelah orang merasa takut?
Sejujurnya, David juga hampir muntah saat pertama kali melihat Gretta. Siapa di antara wanita di sampingnya yang tidak cantik? Mereka adalah satu dari sejuta. Tiba-tiba dia melihat Gretta yang seperti itu, tubuh memang memiliki reaksi berlebihan. Tapi ini bukan alasan yang tepat agar Gretta bisa membunuh orang secara acak.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Thor. David terus berjalan maju, melewati penjaga keluarga Maven dan keluarga Clementine, dan sampai di tempat Darius dan Gretta.
Keduanya memandang David sedang mendekat, dan ketakutan di hati mereka mencapai batasnya. Mereka tahu bahwa ancaman kematian itu nyata. Saat mereka perhatikan situasinya, sangat mungkin mereka berdua akan mati di sini hari ini. Sebagai keturunan langsung dari dua keluarga super, tak satu pun dari mereka ingin mati.
"Kamu ... kamu ... apa yang kamu inginkan?" Darius bertanya dengan gemetar.
"Aku ... aku ... cucu dari kepala keluarga Maven. Kamu ... kamu tidak bisa ... kamu tidak bisa membunuhku, tidak bisa ... kalau tidak kakekku tidak akan pernah membiarkanmu pergi." Gretta juga mencoba menakuti David.
Dia tidak pernah mengalami krisis kematian yang begitu nyata. Perasaan takut benar-benar keluar dari pikirannya.
David memandang Gretta.
"Tidak masalah kalau kamu jelek! Tapi kenapa kamu ingin keluar rumah untuk menakut-nakuti orang? Setelah kamu berhasil membuat mereka takut, kamu tidak ragu untuk membunuh mereka? Siapa yang memberimu hak untuk menganggap hidup orang lain tidak berharga dan membunuh mereka kapan pun kamu mau? Apakah kakekmu yang merupakan kepala keluarga Maven?"
Beberapa pertanyaan berturut-turut membuat Gretta tertegun sejenak. David berani mengatakan bahwa dia jelek. Gretta sangat marah sejak lama, dan ingin mencabik- cabik David. Tapi sekarang krisis kematian masih membayangi kepalanya, dia tidak berani.
"Aku... aku salah! Aku tidak akan pernah berani lagi, tolong lepaskan aku!" Gretta menangis.
__ADS_1
Lalu ada bau busuk. Wanita menjijikkan ini sebenarnya takut buang air kecil!
"Ouhh! Baunya sangat tidak enak!" gadis kecil itu mencubit hidungnya dan berkata dengan polosnya.
Darius di samping menutupi mulut dan hidungnya dengan ekspresi jijik. David mundur beberapa langkah dan melepaskan energi lagi untuk memblokir bau busuk.
"Kalau aku membiarkanmu pergi, lalu siapa yang akan mengantar orang-orang yang sudah mati ini pergi? Kalau aku tidak ada di sini hari ini, aku tidak tahu berapa banyak orang tak bersalah yang akan mati di sini. Kalau kamu melakukan sesuatu, kamu harus membayarnya. Ingat ini, manusia melakukan, dan langit mengawasi. Bukan karena tidak ada yang berani bertindak, tapi karena waktunya belum tiba!”
Setelah David selesai berbicara, dia mengabaikan mereka berdua dan berbalik untuk pergi. Dia membenci para playboy yang mengandalkan latar belakang mereka untuk bertindak sembrono dan memperlakukan hidup orang lain seperti tidak ada harganya.
Orang seperti itu, selama dia hidup entah sudah berapa banyak orang yang telah dimusnahkan. Tampaknya pendidikan yang disebut kelompok besar ini perlu ditingkatkan.
David berbalik dan pergi. Aura menakutkan juga menghilang. Darius dan Gretta tenggelam dalam kegembiraan. Mereka sangat lega karena sudah terhindar dari bencana.
Tapi, dua sinar cahaya melintas. Segera, senyum di wajah keduanya membeku. Di dahi mereka, ada dua lubang yang mengeluarkan darah, dan hidup mereka tiba-tiba berakhir. Tubuh mereka jatuh ke belakang.
Bruk!
GEDEBUK!
Ada dua suara berturut-turut, satu besar dan satu kecil. Tubuh Darius dan Gretta jatuh ke tanah. Suara nyaring itu secara alami disebabkan oleh berat sekitar lima ratus sampai enam ratus kati milik Gretta.
Keturunan langsung dari dua keluarga super baru saja mati di dunia Spirit Cage. Ketika jiwa mati, mereka juga mati di dunia nyata, dan tubuh mereka akan segera membusuk.
Mungkin Darius dan Gretta tidak pernah bermimpi bahwa perjalanan ke dunia Spirit Cage akan mengakhiri hidup mereka. Adegan tiba-tiba mengejutkan semua orang di sekitar. Bahkan mata Daran membelalak, kengerian di hatinya tak terkira.
Daran berpikir bahwa David mungkin akan menjatuhkan Darius. Paling buruk mungkin hanya akan membuatnya lumpuh. Tidak pernah terbayangkan. Beraninya dia membunuh seseorang secara langsung?
Apakah ini karena dia cukup percaya diri. Atau, apakah dia orang bodoh yang tidak kenal takut?
Jika ada seseorang yang memiliki kepercayaan diri, hanya Lima Kaisar Leila yang bisa membuat dua keluarga super Clementine dan Maven tidak berani mengejar keturunan langsung mereka setelah kematian mereka.
'Mungkinkah salah satu dari Lima Kaisar Leila berdiri di belakang Tuan Lidell?'
Setelah memikirkan hal ini, jantung Daran hampir melompat keluar. Para pengawal Clementine dan Maven tercengang saat melihat tuan mereka mati di depan mata mereka.
Kemudian mereka berpikir tentang situasi yang akan terjadi selanjutnya. Awalnya, mereka dikirim oleh keluarga untuk melindungi Darius dan Maven. Sekarang tuan mereka sudah mati, apakah mereka akan memiliki akhir yang baik?
Jelas tidak mungkin. Bahkan jika mereka kembali ke keluarga hidup-hidup, apa yang menunggu mereka akan menjadi akhir yang lebih buruk daripada kematian.
Setelah Darius dan Gretta mati, puluhan pasang mata merah menatap David. Dan pemilik mata ini adalah penjaga di samping Gretta dan Darius. Pada saat tuan mereka meninggal, mereka tahu betapa menyedihkan nasib mereka nantinya.
"Ada apa? Kalian juga ingin mengikuti tuan kalian?" David berhenti dan memandangi penjaga kedua keluarga super itu dengan tenang.
Menghadapi mata kanibal orang-orang ini, dia tidak merasa takut sama sekali. Berapapun banyaknya semut, mereka tetaplah semut dan tidak akan menjadi gajah. Tak satu pun dari dan para pengawal Darius dan Gretta yang berani menjawab, tapi mata mereka masih tertuju pada David.
__ADS_1
"Aku belum mengejar masalah kalian yang sudah membantu tiran! Lagipula, sebagai seorang pelayan, kalian mungkin tidak dapat menolak perintah, jadi aku berencana untuk memberikan jalan keluar kepada semua orang. Tapi kalau kalian ingin mati juga, aku bisa melakukan perbuatan baik dan membantu semua orang.”
Setelah David selesai berbicara, dia melepaskan niat membunuhnya. Niat membunuh yang dingin, seperti pisau tajam, seakan bertumpu pada leher para penjaga dari dua keluarga bangsawan, membuat mereka sadar seketika.
Ketika krisis kematian datang, tidak ada yang tidak takut. Semua orang juga mengerti. Selama masih ada kehidupan, masih ada harapan. Walaupun saat mereka kembali, mereka akan dihukum berat oleh keluarga, dan paling buruk mereka akan di hukum mati. Setidaknya mereka masih bisa hidup sedikit lebih lama untuk saat ini.
Banyak orang tidak peduli dengan kematian. Tapi saat benar-benar berhadapan, berapa banyak orang yang benar-benar tidak takut?
Para penjaga, yang berpikir jernih, perlahan menarik pandangan mereka, dan mereka menjadi sedikit tenang, tidak berani terus menatap David, sang bintang jahat.
"Kembalilah dan beritahu tuan kalian, si pembunuh adalah David Lidell, kalian bisa datang kapan saja kalian ingin membalas dendam, dan aku akan menunggu di sini."
Setelah mengucapkan kata-kata ini, nada suara David berubah.
CTAARRRR!
Guntur menggelegar di benak para pengawal Hua dan Cao, membuat mereka pusing. Niat membunuh menghantam hati mereka secara langsung, dan membuat mereka ketakutan setengah mati. Kemudian mereka melarikan diri dari tempat kejadian satu per satu.
David terus berjalan menuju gerbang Treasure Pavilion.
"Tu-Tuan Lidell, ka-kamu ..." Daran tergagap dan tidak bisa mengucapkan kalimat lengkap.
Saat ini, David menyela, "Kapten Solara, ayo pergi, apakah kamu tertarik untuk masuk dan minum bersamaku? Kita tunggu untuk melihat reaksi Clementine dan Maven."
"Uh... oh... bagus... baiklah!" Daran mengangguk berulang kali.
Bagaimana dia bisa melepaskan kesempatan untuk lebih dekat dengan David?
Ketika David berjalan ke sisi Thor, dia berkata kepadanya, "Tuan Rivers, kirim seseorang untuk membersihkan pintu, dan siapkan meja berisi makanan enak untukku. Aku ingin minum sedikit dengan Kapten Daran."
"Ya, Tuan Muda, aku akan melakukannya sekarang!" Thor menjawab dengan hormat.
David masuk ke Treasure Pavilion terlebih dahulu, diikuti oleh Daran.
Kematian Darius Clementine dan Gretta Maven segera menyebabkan kegemparan di Amber City. Itu saja akhir dari Gretta. Keluarga Maven memang kuat, mereka sama sekali tidak lebih lemah dari keluarga Clementine, dan bahkan melampauinya, tetapi bagaimanapun juga, mereka tidak ada di Amber City.
Sangat sedikit orang yang mengenal keluarga Maven. Tapi Darius adalah keturunan langsung dari keluarga Clementine, salah satu dari tiga kelompok besar di Amber City. Dengan identitas ini, dia bisa berjalan bebas di Amber City dan melakukan apapun yang dia mau tanpa ada yang berani menyentuhnya.
Tapi Darius mati. Apakah ini sepadan? Bisakah keluarga Clementine menggulingkan Amber City?
Nama David bergema di seluruh Amber City. Dia berani membunuh keluarga Clementine. Walaupun hanya keturunan langsung yang tidak mendapat banyak perhatian, konsekuensinya akan cukup serius, tidak semua orang bisa menanggungnya.
Amber City, Kediaman Keluarga Clementine
Saat mengetahui kematian Darius. Brandon Clementine, penanggung jawab keluarga Clementine di dunia Spirit Cage, langsung mengejar kasus tersebut.
__ADS_1
"Apa? Katakan lagi! Apa yang terjadi pada Darius?" Brandon Clementine bertanya dengan keras.