
Roland mendekat ke Safira.
"Belajarlah untuk mencintain diriku".
Safira seakan tersentak, ia menjawab dengan gugup.
"Emm, iya".
Selanjutnya mereka pun memadu kasih Safira tidak menolak karena Roland adalah suaminya.
* * *
Hari hari Safira berlalu dengan tenang ia mulai beradaptasi dan mulai mencintai Roland.
Safira sedang berjalan menuju ke perpustakaan. Kemudian muncul seorang pelayan lalu berkata kepadanya.
"Queen ada nona Teressa".
"Siapa Teressa?".
"Mantan pacar King".
Pelayan tersebut berbicara sambil bergetar takut ia mengatakan sesuatu yang salah.
Safira berfikir sejenak. 'Untuk apa seorang mantan pacar berkunjung'. Kemudian Safira menjernihkan fikirannya. 'Mungkin hanya sebatas pertemanan saja'.
"Baiklah aku akan turun kebawah".
Safira pergi menuju ruang utama sambil ditemani pelayan tadi yang berada di belakangnya.
__ADS_1
* * *
"Oh ini ternyata Queen".
Teressa berbicara sambil menatap Safira yang menuju ke arahnya.
"Perkenalkan namaku Teressa".
Ucap Teressa sambil menjabat tangan Safira.
"Aku Safira".
Ucap safira menimpali.
"Oh ya aku adalah mantan nya Roland".
Teressa berkata sambil menyonmbongkan dirinya seakan akan Safira tidak lebih baik dari dirinya. Teressa berusaha menyulut emosi Safira. Namun sayang Safira hanya melontarkan kata kata pedasnya.
Teressa langsung tersulut emosi.
"Apa maksudmu. kau hanya manusia rendahan yang di ubah menjadi vampir oleh Roland. Kau tak sebanding denganku".
"Aku tak peduli dengan itu. Aku hanya tidak mau ****** sepertimu mengusik rumah tanggaku".
Safira melawan kata kata Teressa dengan tidak sedikitpun menampakkan ekspresi selain marah.
"Kau dasar wanita rendahan".
Teressa mencekik Safira hingga Safira tersengal sengal.
__ADS_1
Roland yang melihat kejadian itu marah.
"Teressa!! ia apa yang kau lakukan".
Teressa lansung melepaskan cekikannya.
"Roland kenapa kamu memilih wanita rendahan itu aku lebih baik daripada dia".
Roland yang tersulut emosi membentak Teressa.
"Teressa Safira adalah mate ku dan Queen disini jaga sikapmu".
Roland yang sangat marah memanggil pengawal.
"Pengawal masukkan Teressa ke dalam tahanan karena dia sudah kurang ajar terhadap Queen".
"Baik King ucap pengawal sambil menyeret Teressa".
"Roland aku tak bersalah, ****** itu yang mengganggu hubungan kita".
"Diam kau!! ".
Roland menjadi semakin marah.
"Pengawal cambuk dia 25 kali".
"Baik king".
"Roland kau tidak bisa melakukan ini padaku. Awas saja kau ******!! ".
__ADS_1
Teressa terus meronta ronta ingin dilepaskan saat pengawal menyeretnya untuk di hukum.