
Tidak terasa sudah berlalu 3 bulan awaab menjalani kegiatan disekolah tersebut,awaab yang makin akrab dengan joni tidak mempedulikan lagi pertemuannya dengan gadis tersebut,maklum awaab termasuk anak yang cuek.mereka tidak pernah bertemu lagi dan awaab pun tidak merasa penasaran terhadap gadis tersebut
pagi hari diminggu pertama bulan ke 3 itu awaab melihat pengumumun di majalah sekolahnya bahwa bakal ada seleksi untuk menjadi skuad tim basket di sekolahnya,awaab dan para siswa disekolah itu telah mengetahui bahwa menjadi skuad di tim basket adalaah salah satu impian bagi mereka,karena basket adalah olahraga bergengsi dan pengemarnya dari kalangan wanita cukup banyak baik disekolah itu maupun di sekolah sekolah lain yang ada di kota itu.
"jon,kau telah melihat pengumuman hari ini?"tanya awaab kepada joni yang sedang melihat majalah sekolah juga
"iya ini aku baru baca,adanya seleksi skuad tim basket y waab?" lanjut joni sambil bertanya kembali
"iya jon...ikut yuk,aku mau daftar deh besok,kamu gimana?" awaab bertanya sambil sedikit tersenyum
"hadeeh...aku ngak deh wak,aku tau itu seleksi lumayan sulit,sedangkan kemampuan aku tidak ada,kalau kau aku yakinlah,bakat kau ada disitu aku lihat" keluh joni sambil memberi awaab semangat
"oke lah klo gtu,aku coba daftar besok..kau bantu aku dengan doa agar aku bsa lolos y!!!" awaab bersemangat untuk mengikuti kompetisi tersebut
dengan senyuman joni menjawab,joni tau kemampuan awaab karena dia pernah melihat kepandaian awaab bermain basket di sore hari
"ini anak kalau lolos pasti jadi idola deh disekolah ini"gumam joni sambil tersenyum kecil
joni benar,awaab yang selain pintar bermain dia juga mempunyai tubuh yang ideal dengan paras wajah yang tidak terlalu tampan tetapi asik yang membuat orang tidak bosan melihatnya
Seleksi yang akan diadakan disekolah itu bakal memakan waktu seminggu,karena biasanya peserta yang ikut terlalu banyak.
keesokan hari awaab ditemani joni pergi mendaftarkan dirinya ke meja panitia,mereka saling tersenyum melihat peserta yang mendafta telah banyak,dan kabar yang dibocorkan oleh seniornya siswa baru yang akan diterima di seleksi tersebut paling banyak 3- 5 orang paling banyak
awaab yang mengetahui itu tidak putus asa,dia yakin akan kemampuannya.setelah pendaftaran tersebut awaab setiap sorenya berlatih terus dilapangan dekat rumahnya,walaupun lapangannya tidak begitu bagus tapi cukup untuk mengasah kemampuan awaab.
seminggu kemudian tibalah hari seleksi yang ditungggu-tunggu.Peserta yang mengikuti seleksi itu cukup banyak,kurang lebih ada 50 peserta.
__ADS_1
untuk seleksi hari pertama sampai hari ketiga adalah uji fisik bagi seluruh peserta
uji fisik ini cukup sulit,karena peserta di minta agar memiliki fisik yang kuat dan lincah.
dalam uji fisik 3 hari tersebut banyak peserta yang gagal maupun mundur dengan sendirinya,karena tidak kuat, ada yang pingsan,pusing,dan mual-mual.
Dihari ke 4 dan 3 hari kedepannya awaab dan 6 orang peserta lainnya yang tersisa akan melakukan ujian kepandaian bermain,kelincahan dan seberapa bisa peserta tersebut dalam bermain.disini seluruh peserta yang tinggal menampilkan segala kemampuan dan kepandaian mereka dalam bermain basket.
awaab yang merasa optimis telah menampilkan kemampuan terbaiknya dalam bermain basket,begitu juga dengan peserta yang lain.diakhir seleksi pelatih sekaligus juri mengumumkan sesuatu yang membuat peserta semakin bersemangat untuk lulus
"selamat atas kalian yang telah melewati seleksi ini,bagi yang lulus kalian akan langsung dihadapkan dengan turnamen yang ada dikota P, dan bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati,mungkin kalian bisa mencoba di bidang yang lain" pelatih darmen mengumumkan bakal ada turnamen yang diadakan oleh sekolah dikota P
Tibalah pengumuman hasil seleksi yang diadakan seminggu sebelumnya.para peserta dan siswa-siswa lainnya merasa penasaran akan hasilnya
joni yang datang terlebih dahulu bersorak dilokal sewaktu awaab memasuki lokal
"Ada apa jon,lebay kali kau pagi-pagi" jawab awaab merasa ada yang penting
"kau lulus kawan" joni merangkul pundak awaab
"Alhamdulillah" gumam awaab sambil tersenyum kecil
"ada berapa orang yang lolos?" tanya awab
"cuma 3"jelas joni
benar saja seperti bocoran informasi dari seniornya,cuma ada 3 orang yang berhasil lolos dari siswa-siswa baru
__ADS_1
dan sejak hari itu mulai sore sepulang sekolah awaab berlatih bersama kakak kelasnya dan 2 orang yang ikut lolos seleksi bersama dia Gor sekolah untuk mengikuti turnamen yang diadakan bulan depan seperti pengumuman yang disampaikan pelatih disaat seleksi waktu itu
awaab merasa senang,kemampuan dan keinginannya tersalurkan disekolah itu.dengan berlatih sungguh-sungguh awaab melakukan perkembangan bagus dan begitu juga dengan 2 rekannya yang sama-sama baru di tim itu
Datanglah waktu dimana turnamen pertama yang telah ditunggu-tunggu awab.awaab dan rekan-rekan satu timnya pergi kekota P dengan percaya diri akan memenangkan turnamen antar sekolah tersebut.turnamen yang diadakan seminggu membuat mereka izin bersekolah
selama seminggu melewati turnamen tersebut awaab dan 2 rekannya yang baru harus rela duduk dibangku cadangan,karena senior mereka lebih memiliki kemampuan yang tinggi dari mereka.meskipun begitu mereka sekali-sekali dimaainkan juga,untuk melihat seberapa kemajuan latihan mereka
"kemajuan mu cukup bagus waab"jelas pelatih saat mereka tinggal berdua dilapangan saat pertandingan final telah selesai
"terimakasih pak" jawab awaab tersenyum
"untuk turnamen selanjutnya kita akan bagi dua tim,dan aku berencana kau akan aku jadikan kalten di tim kedua,apa kau tak keberatan kau aku tarok di tim kedua?" pelatih memberi informasi tentang turnamen yang akan mereka hadapi selanjutnya
"tidak ada masalah bagi ku pak,aku akan tampilkan semaksimal mungkin" jawab awaab dengan semangat
tim dari sekolah awaab berhasil menjuari turnamen tersebut,karena tim basket awaab memang bagus,sampai-sampai nama tim sekolah awaab diperhitungkan di ibu kota
selepas kepulangan mereka dari kota P,awaab meras sedikit aneh terhadap siswa-siswa kelas satu,awaab merasa selalu diperhatikan apalagi dikalangan wanita,sesampai salah satu teman wanita kelas awaab gencar mendekati awaab.awaab yang cuek tidak membuat hal tersebut membuat bangga hati,dia tetap fokus belajar setelah seminggu dia meninggalkan pelajaran
"asik ya wab,kau bakal jadi idola kayaknya disekolah ini,apalagi kabarnya turnamen selanjutnya sekolah kita yang adakan" celoteh joni ketika istirahat di kantin
"ah biasa aja kali,masih banyak yang berpengalaman dan yang bagus dari aku" jawab awaab tidak merendah
"haha..kita lihat saja prediksiku" lanjut joni
sejak saat itu awaab makin fokus berlatih setiap sorenya tanpa disadari awaab selalu diperhatikan oleh gadis yang pernah ia temui sewaktu mengantarkan kue diwaktu itu
__ADS_1