psikopat cantik and mafia tampan

psikopat cantik and mafia tampan
Chapter 𝟐


__ADS_3

Jam pulang sekolah menggema di seluruh sela penjuru SMA international generation.


Gara datang menghampiri Rista yang berjalan kearah parkiran dengan tatapan kososngnya.


"Hai ... Salken Gara!" Sapa Gara namun gadis itu tetap berjalan tak menghiraukan pria tampan itu.


"Menantang" gumam Gara sambil tersenyum sinis.


Gara berjalan kearah parkiran menyusul langkah gadis dingin itu. Yang sudah menaiki motor sportnya dan berlenggang pergi dari sana.


Gara tak melepas tatapannya pada Rista hingga tak terlihat lagi.


***


Rista kini sedang menemui salah satu tangan kanan almarhum papanya yang termasuk seorang bos mafia dahulu.


"Ada apa non datang kesini?" Tanya Garvan.


"Saya mau kamu sama para maid yang dulu kerja lagi sama saya di mansion papa" titah Rista dingin.


"Baik nona" Garvan sangat setia pada tuannya dahulu termasuk dengan putri tuannya.


"Okey bagaiman dengan perkembangan penyelidikan kasus papa?" Tanya Rista. Ia merasa sangat frustasi sebab pencariannya masih berlanjut hingga sekarang. Dari kasus sudah diTiga tahun lalu yang belum diselesaikannya.

__ADS_1


"Mohon maaf Non. Kami belum mendapatkan kemajuan atas penyelidikan tuan Tarkan Non" jelas Garvan ikut frustasi.


"Baiklah hubungi saya jika ada perkembangan." Ujar Rista kemudian diangguki oleh Garvan.


"Sebentar malam saya tunggu kedatangan kalian di mansion!" Titah Rista tak ada penolakan.


"Siap Non"


Rista kini mengendarai motor kesayangannya dan pulang. Namun dipertengahan jalan ia melihat seseorang yang sedang melakukan p3mbvllYan terhadap gadis lemah dipinggir jalanan tepat diatas jembatan.


Rista melihat itu. Slogan pshycopatnya meronta ronta. "Siapa pun yang bersalah akan mAti!."


Rista melihat jalanan yang cukup sepi serta tanpa disangka ketiga gadis itu sedang kejar kejaran hingga masuk kelorong yang sangat sepi. "Wah umpannya pintar sekali" Rista tersenyum devil.


Rista kini mengikuti mereka dengan laju motornya yang sangat pelan dari kejauhan. Sekarang menurutnya waktu yang tepat untuk melakukan aksinya.


Ia menghampiri kedua gadis pembvlly itu dan menvsvk tepat di leher mereka masing masing hingga menembus segi tenggorokannya. Rista tersenyum bahagia. Kedua k0rbannya t3was saat itu juga.


Rista menunduk melihat gadis malang itu yang kini sudah gemetaran disertai dengan keringat dingin, takut. "A--ku mohon jangan sakiti aku!" Mohon Gadis malang itu.


"Aku tak akan menyakitimu!. Kamu tinggal dimana sekarang?" Tanya lembut Rista.


"A-aku tak punya tempat tinggal sekarang. Kedua teman ku yang kau bvnvh telah membuatku diusir dari rumahku hiks hiks" isak gadis itu ketakutan.

__ADS_1


"Namamu siapa?"


"Arma"


"Sekarang panggil aku kakak!. Kau akan tinggal bersamaku dan bersekolah bersamaku juga" tak disangka Rista yang dikenal pshycopat ternyata memiliki sifat baik juga.


"A--ku takut k-ak" gagap gadis itu ketakutan dan membekap tubuhnya ditembok pembatas lorong.


"Tenanglah aku tak akan melukaimu" Rista membelai rambut Gadis itu sambil tersenyum lembut.


"Benarkah?"


"Hmm ... ! Nama kamu siapa?" Tanya lembut Rista.


"Aku Rena kak" senyuman Rena sedikit mengembang. "Makasih kak"


"Sama sama! Kenalin juga nama aku Rista" Rista menarik lengan Rena untuk ikut naik keatas motornya. Tak lupa Rista mengirim pesan pada Garvan untuk membereskan aksinya barusan.


"Ayo naik" ujar Rista yang berusaha selembut mungkin.


"Hmm"


***

__ADS_1


Rista sudah turun dari motornya lalu masuk kedalam mansion diekori Rena dari belakang.


"Wahh ... Tempat tinggal kakak gede banget" kagum Rena


__ADS_2