psikopat cantik and mafia tampan

psikopat cantik and mafia tampan
chapter 𝟑


__ADS_3

"Biasa aja kali" seru Rista. Gadis itu merangkul pundak Rena masuk kedalam kamar yang dipilihkannya.


"Kamarnya ...? Keren!!!" Heboh Rena. Tampak rasa takutnya pada Rista sudah menghilang. Secepat itu?


***


Malam harinya...


Datang beberapa maid dan bodyguard yang berjejer rapi dipintu masuk. Tampak mansion saat ini sedang sangat gelap, kenapa? Tak jarang akhir akhir ini Rista mengalami teror dirumah itu jika lampu dinyalakan. Pada malam hari akan datang beberapa orang dengan setelan black nya kemansion itu dan mengacak acak barang barang disana untuk memastikan mansion itu masih dihuni oleh seseorang atau tidak. Namun beberapa hari kemarin Rista tak mengalaminya hingga ia mencoba untuk memanggil para rekan kerja almarhum ayahnya yang masih tersisa setelah sebagian besarnya t3w4s akibat pembvnvhan berantai dan k3ji dimansion itu.


Rista memang tak melihat kejadian saat dimana pembvnvhan tr4g1s itu berlansung sebab ia dikurung oleh orangtuanya diruangan bawah tanah demi menyelamatkan putri semaya wayangnya. Hingga Rista yang masih berusia lima tahun itu keluar dan berteriak histeris melihat semua orang keluarganya yang ada dimansion itu t3w4s. Termasuk paman dan bibiknya yang juga bekerja dengan orangtuanya.


Setelah melakukan penelusuran akan kejadian yang menimpa orangtuanya tiga belas tahun yang lalu. Rista hanya mengetahui nama dari dalang pembunuhan itu namun tak pernah ditemukannya hingga sekarang. `Mungkin dipalsukan` pikir Rista.


Malam itu Rista mengajak Rena untuk sarapan bersama dengan para maid dan bodyguard.


Jiwa pshycopat dan kejam Rista kali ini tak diperlihatkannya, ia sangat ramah pada para keluarga barunya.


"Rena hati hati dong makannya, ntar keselek gimana?" Khawatir Rista yang membuat para maid dan bodyguard heran. `sejak kapan Queen mereka memiliki rasa kekhawatiran?.`


"Mwehehe Rena kan laper kak iss" gadis itu kini sangat imut dan lucu.

__ADS_1


Selepas makan malam bersama Rista mengajak Rena untuk ikut latihan bersamanya diruangan bawah tanah. Ia kesana menggunakan lift khusus dengan liontin yang dipakainya dan lansung ditandai oleh kecerdasan buatan otomatis di lift itu.


Mereka turun kelantai bawah..


Tampak ruang bawah tanah yang suasananya begitu mencekam dan seram.


Rista mengambil sebuah pistol yang terpajang di lemari khusus peralatan senjata.


"Ayo latihan!" Ujar Rista memberikan pistol itu untuk digenggam Rena.


"Inikan yang sering dipakai pak polisi? Piu piu" Rena mencoba menembak nembak kesembarang arah. Untungnya pistol itu belum diisikan peluru.


Rista kemudian mengambil pasokan peluru dilemari khusus peluru lalu mengisinya dipistol yang dipegang Rena. "Kamu akan latihan menembak malam ini!"


Rista menunjuk arah dimana titik tengah ditembok ujung sana. "Harus tepat sasaran!"


PIUU


"Hah?" Rena heran. Tanpa disangka satu peluru tepat mengenai titik tengah yang baru ditunjukkan oleh Rista. Rista kagum.


"Coba tembak lagi!."

__ADS_1


"Aku tidak bisa menembak!!!"


PIUU


Satu tembakan kembali dari tangan Rena yang memejamkan matanya tepat sasaran. `Berarti yang tadi bukan kebetulan` Rista membatin. Sungguh tak menyangka gadis yang ditemuinya dipinggir jalan akan selincah ini dalam menembak.


"Kamu pernah menembak sebelumnya?" Tanya Rista.


"Hmm ... Aku suka memanah. Ya aku sering mengikuti ekskul memanah disekolahku!" Ucap Rena penuh kejujuran. Tampak dari raut wajahnya bahwa gadis itu tak bisa berbohong jika sedang bersama dengan Rista.


"Good"


"Thanks kak"


"Kenapa kau tak melawan saat dibvlly?" Tanya Rista. Pelan namun penuh penekanan.


"Salah satu dari mereka adalah anak dari pemilik sekolah tempatku bersekolah!. Aku tak mungkin melawan disana apalagi aku hanya masuk melalui jalur beasiswa" ucap sendu Rena.


"Apakah kau ingin membalas dendam?" Usul Rista diiringi senyuman devilnya.


"Bagaimana jika orangtuaku men4mp4rku lagi?"

__ADS_1


"Apakah kau tak ingin menghabisi mereka bersama sekaligus?"


"Apakah boleh?" Tanya Rena antusias. Dendam didalam tubuhnya kini bergejolak. Ternyata gadis polos dan cupu dimata Rista tak sepolos yang dipikirkan.


__ADS_2