
"Kesempatan emas!" Rista tersenyum miring.
Rista kini mengambil pisau lipat kesayangnnya.
Dan
SREKKK..
Ia berhasil membuat tvsvkan dipunggung Gara.
Sontak Gara yang terkejut pun lansung menggenggam tangan Rista yang hendak melakukan tusukan keduanya. "Kau harus dihukum sekarang" Gara tersenyum sinis.
Gara kini menyeret lengan Rista dengan sangat erat untuk menuju parkiran dengan tidak ketahuan. Yaps mereka akan bolos sekolah.
Gara membawa Rista kedalam mobilnya dan membawa gadis itu ke tempat tinggalnya.
***
"Lepasin!!!" Titah Rista memberontak. `kenapa pria itu tidak mati? Apakah tvsvkanku meleset?` batin Rista.
"Kau? Kenapa berani sekali menyerangku dari belakang?" Sentak Gara.
"......."
"Jawab!!!!!" Suara bariton itu sangat terdengar jelas.
BRUKK
Rista berhasil melepas ikatan tangannya. Gadis itu menendang Gara hingga tersungkur. Ia kini berlari mendobrak pintu keluar yang terkunci. `dia tipe wanitaku sekarang`batin Gara.
"Lepasin bangs4t!!!! Biarin gw pergi"
Rista dan Gara kini beradu tinju. Dan tentu saja Gara menang, sebab ia adalah seorang bos mafia yang belum diketahui Rista. Hingga berurusan dengannya.
"Sekarang kau milikku! Sekarang dan seterusnya!!"
"Lepasin gw!!!" Lengan Rista masih berada digenggaman pria itu.
"Kau tak bisa lepas dariku!!" Gara menjeda ucapannya. "Kecuali jika kau mau menikah denganku!!"
"Baik aku akan menikah denganmu," tentu ini hanya penipuan yang Rista buat.
"Gadis penurut" Gara tersenyum manis dan mengelus kepala Rista pelan.
Tanpa disangka Rista lagi lagi berusaha menyerang pria itu namun dengan gesitnya lansung ditahan.
"Kau hanya berbohong rupanya"
"Tidak! Aku janji akan menikah dengan mu!!" Tutur Rista. "Tapi lepaskan aku dulu"
"Tak akan!!!" Gara kini mengikat tangan gadis iti dikamarnya.
__ADS_1
"Hiks hiks ..."jurus tipuan tangis mulai dikeluarkan oleh Rista.
Gara yang tak tega pun mendekati Rista yang terisak.
"Huss jan nangis lagi dong. Maafin gue ya" lirih Gara yang tak tega jika gadis itu menangis.
"Bukaa talinya!!!" Titah Rista pelan namun penuh penekanan.
"Besok ya sayang!! Kamu terlalu nakal jika dibuka sekarang"
"Aku janj-"
"gada janji janji!!"
`inginku membunuhmu sekarang juga!!` batin Rista penuh kekesalan.
"Ck kak Rista manasih?" Khawatir Rena yang sedari tadi mondar mandir memikirkan kemana perginya kakak angkatnya itu.
Ya gadis itu sedang berada disekolahnya sekarang. Kantin.
Tak ada yang membvllinya sekarang akibat penampilan barunya yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Ia mulai duduk di bangku kantin dan menikmati pesanannya yang sudah dipesan sedari tadi.
"Ck.. Sudah dingin!!" Rena mendengus kesal.
Rena tetap memakan makanannya. Gadis itu sudah bisa makan dikantin dari yang sebelumnya tak pernah menginjakkan kakinya dikantin kecuali jika ingin meminta air putih saja. Ya itu saja. (Hidupnya benar benar pahit).
FLASHBACK ON
Hidup Rena sangat sensara saat ini. Ia makan sisa dari orangtua dan kakaknya yang sedang kuliah.
__ADS_1
Orangtuanya selalu berusaha untuk membiayai kampus kakaknya Farah. Ia tak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya sebab kasih sayang mereka hanya untuk kakaknya yang selalu meraih juara umum berturut turut. Jauh berbeda dengan Rena.
"Cuci piring setelah membereskan meja! Jangan lupa mencucikan baju kakakmu," Sang ibu menjeda ucapannya. "Jangan lupa juga setrika bajunya!!, jika tidak kamu tak akan mendapatkan makanan lagi hingga besok sore dan harus tidur diluar!" Tegas ibunya.
"Baik ibu." Lirih Rena yang tampak baru saja pulang dari sekolah. Gadis itu sangat lelah apalagi disekolah ia saja selalu mendapatkan bvlyan dari teman temannya.
Usai mengerjakan apa yang diperingahkan ibunya, Gadis itu kini berada didapur. Mencari makanan untuk mengganjal perutnya yang sudah keroncongan sedari kemarin. Setelah menemukan makanan sisa dimeja. Rena mengumpulkannya dipiringnya lalu memakannya dengan buliran air mata yang terus saja terjatuh tanpa diminta.
Keesoka harinya...
Rena bangun sangat awal dari biasanya. Hari ini adalah hari piketnya dikelas jadi ia bangun sangat pagi untuk mengerjakan pekerjaan rumah sebelum kesekolah lalu berlari kesekolahnya tanpa sarapan terlebih dahulu. Jarak rumah dengan sekolahnya terhitung satu kilo meter dan ia hanya berjalan kaki untuk kesana sebab uang seribu rupiah pun tak diberikan oleh ibu tirinya untuk naik angkot.
Sementara Farah sudah lebih dulu berangkat dengan pacarnya menaiki mobil sport untuk kekampus.
Rena sadar saat kem4tian ibunya. Ayahnya berubah, pria berkepala empat itu selalu merasa jika Rena adalah pembawa si4l dikeluarganya. Pria itu selalu memaki bahkan mencemoh anaknya didepan umum.
Alasan Rena dibvli disekolah tak hanya sebab dia miskin dan jel3k tetapi ia pernah mencintai satu kelasnya dan menyatakan perasaannya namun ditolak.
FLASHBACK OFF.
Huahhh ceritanya emang gaje!!! Otak author aja paspasann gbisa mikur yang lebih seruu.
Typo bertebaran dimana mana!! Abaikan aja typo nya
Thanks buat yg udah baca jan lupa like ye
__ADS_1
Lopyu sekebonn