
#Di Grand Indonesia Mall_Jakarta Pusat
" Sudah donk ngambek nya, kan tadi udah aku jelasin. Kalau bukan karena itu rapat penting, mendingan istirahat lah, penerbangan dari Belanda ke Indonesia jelas sangat melelahkan, ok" bujuk Neisya kepada kedua sahabatnya itu
Sayangnya semua penjelasan serta bujukan itu seolah angin lalu dihadapan Aurel dan Ayun. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri, bagi mereka itu hanyalah alasan belaka, sebab itu perkataan Neisya tidak mereka hiraukan.
" Baiklah baiklah, sekali lagi aku minta maaf. Bagaimana sebagai ganti nya, hari ini kalian mau belanja apa aja, aku yang terakhir" ini merupakan upaya terakhir yang dilakukan oleh Neisya agar kedua sahabat nya tidak mendiamkan nya lagi. Dia berniat klo cara yang satu ini masih tidak mempan, maka ia akan mendiamkan balik kedua sahabat nya itu, "Soal mendiamkan orang lain, siapa yang tidak bisa” batin Neisya.
Mendengar perkataan itu, Ayun dan Aurel saling memandang dan tersenyum licik.
"Baiklah karena ku lihat kau tulus meminta maaf, maka kami memaafkan mu"
~Ayun
"Tapi apa yang sudah kau ucapkan, tidak boleh ditarik kembali"
~Aurel
"Tentu saja, aku tidak akan menarik perkataan ku kembali"
~Neisya
"Karena kau sudah berkata seperti itu, maka kami tidak akan sungkan sungkan lagi"
~Aurel
"Mari kita borong banyak barang, agar dia tekor, Aurel"
~Ayun
Melihat kelakuan konyol kedua sahabatnya, Neisya hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Andai kalian tau, untuk senyum kalian itu, aku rela melakukan apapun. Sebab kehadiran kalian salah satu alasan aku bisa bertahan hingga sekarang. Jika tidak ada kehadiran kalian, mungkin aku sudah menyerah saat itu" batin Neisya
Skipp>>
"Eh kenapa kau mengambil seragam HSI (high school internasional)?"
~Ayun
"Menurut mu"
~Neisya
"Kau mau sekolah lagi? Masuk sekolah kita aja, SMA Nusa Bangsa gak kalah pamor kok sama HSI"
~Aurel
"Bener tuh, mending di sekolah kita aja, biar kita satu sekolah. Jadi kita bisa ketemu setiap saat. kemana mana juga bersama 😙"
~Ayun
"Hm... Maaf guy's 🥺. Aku ada misi kesana"
~Neisya
"Baiklah, kalau gitu...."
~Ayun
"Kita yang akan pindah kesana"
~Aurel
"Kakak pelayan yang manis, ambil kan seragam untuk kita juga ya"
~Ayun
"Baik kak, akan saya ambil kan, mohon tunggu sebentar"
~pelayan
Setelah mereka membeli seragam dan keperluan sekolah lainnya, serta tak lupa baik Ayun maupun Aurel memborong pakaian dan aksesoris yang menurut mereka bagus. Sehingga mereka tidak dapat membawa semua belanjaan mereka itu, untung nya di mall ini ada jasa porter. Bahkan, sampai 6 orang yang telah mereka sewa.
Setelah asik keliling serta memborong sana sini, akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah masing masing.
"Makan yuk guy's, Yuyun laper nih🥺"
~Ayun
"Iya nih perut aku juga udah mulai keroncongan minta diisi"
~Aurel
"Oke mau makan apa?"
~Neisya
"Makanan Korea enak kayak nya"
~Ayun
"No No No, bosen aku tuh, masa tiap keluar jalan sama kamu, makan nya selalu saja makanan Korea😒"
~Aurel
"Kuliner Indonesia aja yuk, kangen aku. Meski di luar negeri ada restoran yang menyajikan kuliner Indonesia, tetap aja rasa nya ada yang kurang"
__ADS_1
~Neisya
"Baiklah, mari kita ke lantai 4. Disana ada restoran langganan mamah yang menyajikan makanan khas tiap daerah di Indonesia"
~Aurel
"Sebentar"
"Apakah di lantai 4 ada penitipan barang?"
~Neisya
"Ada nona, untuk apa ya nona?"
~Porter
"Untuk menitipkan barang barang ini tentu nya"
~Neisya
"Tidak perlu nona, kami tidak akan kemana mana selama nona makan. Kami akan menjaga nya, belanjaan anda aman bersama kami nona. Tidak perlu membuang buang uang lagi untuk menitipkan barang"
~porter
"Udah, titip kan saja semua belanjaan itu, soal biaya gak usah di pikirkan. Dan kalian ikut lah kami makan, anggap saja sebagai bonus. Karena kalian udah mengikuti kami kesana kemari dari tadi"
~Neisya
"Ah tidak perlu nona, itu memang pekerjaan kami"
~porter
"Udah lah turuti saja perkataan nya"
~Ayun
"Cukup berdebat nya, aku udah kelaparan 🥺"
~Aurel
"Ah... Baiklah, kalau begitu kami hanya bisa mengucapkan terima kasih atas kebaikan nona nona ini ☺️"
~porter
"Tidak perlu sungkan paman. Ayo sebelum temen saya beneran ngambek, soal nya saya gak bawa permen 🍬 entar susah merayu mereka nya🤭"
~Neisya
"Dih aku bukan anak kecil 😤"
Mereka semua pun langsung tertawa mendengar hal itu, tentu nya tidak untuk pemeran utama dalam drama mini tersebut, Aurel dan Ayun langsung cemberut. Yang mana akhirnya, untuk kedua kalinya di hari itu Neisya harus membujuk kedua sahabat nya yang ngambek itu.
Setelah perdebatan unfaedah dan drama mini itu, mereka pun melanjutkan perjalanan ke restoran yang berada di lantai 4 tersebut. Yang mana mereka saat itu sedang berada di lantai teratas yaitu lantai 7
#Di Restoran
Setelah sampai ke restoran mereka pun langsung mencari meja kosong. Untungnya saat itu tidak terlalu ramai, hingga masih ada beberapa meja kosong yang bisa mereka tempati.
"Pelayan"
~Aurel (agak teriak)
"Astaga, gak usah teriak Aul, malu maluin tau 🙈🥺"
~Ayun
"Udah, gak usah debat. Minta menu nya ya kak"
~Neisya
"Ini kak menu nya, silahkan dilihat 🙂"
~pelayan
"Silahkan pesan apapun yang kalian inginkan, mau nambah, mau bungkus buat keluarga juga silahkan. Gak perlu sungkan"
~Neisya
"Beneran non, boleh di bungkus bawa pulang?"
~porter3
"Tentu, gak usah sungkan, gak usah takut, hari ini saya traktir ☺️"
~Neisya
"Alhamdulillah, anak istri ku bisa ikut makan enak🥲🥰 Makasih ya nona nona muda ini udah pada cantik cantik, baik juga hatinya ☺️"
~porter4
"Oh ya kak, ini meja nya boleh di gabungin gitu gak kak?"
~Neisya
"Boleh nona, sebentar saya panggil temen saya buat bantuin mindahin meja nya"
__ADS_1
~pelayan restoran
"Gak usah kak, kami cuma minta izin aja, biar kami sendiri yang mindahin meja nya"
~Aurel
"Eh nona nona muda ini, gak perlu di gabungin meja nya, kami di ajak makan bareng kesini aja udah seneng. Takut ganggu para nona muda makan, entar nafsu makan nya malah ilang loh non"
~porter
"Gak apa apa paman, gabungin aja. Kita seneng kok, jadi berasa lagi makan besar☺️"
~Ayun
"Makasih non"
"Ayo temen temen pindahin meja dan kursi nya"
~porter1
"Iya ayo ayo temen temen"
~porter lainnya (serempak)
"Kalau begitu, saya wakilkan mereka buat pesan semua menu ya kak☺️"
~Neisya
"Eh nona muda, banyak banget non, mubasir entar non, pesan 1 porsi buat tiap orang aja udah cukup non"
~porter4
"Udah gak apa apa, entar nikmati aja, makan sampai kenyang ya paman²"
~Ayun
"Entar kalau gak habis tinggal di bungkus aja"
"Boleh kan kak?"
~Aurel
"Boleh tentu saja boleh non🙂"
"Ini beneran jadi pesan semua menu nya kak?"
~pelayan
"Iya kak, ditambah semua menu di bungkus untuk saya bawa pulang ya kak ☺️. Dan untuk paman² ini yang mau bawa pulang untuk keluarga nya, pesen aja langsung biar disiapkan. Jadi selesai makan, kita bisa langsung pulang"
~Neisya
"Kalau begitu nona pesan semua menu di bungkus untuk apa?"
~porter2
"Iya nes, ku pikir kau pesan untuk mereka"
~Aurel
"Mumpung lagi di luar dan belum terlalu malam, niat nya mau mampir ke bunda Aci. Aku kan udah hampir 8 tahun gak main ke sana"
~Neisya
Mendengar jawaban itu, para porter mulai menyebutkan pesanan mereka, pelayan itu pun mencatat nya dengan teliti, setelah semua tercatat pelayan itu undur diri meninggalkan meja besar itu untuk menyiapkan pesanan tersebut.
"Owh... Iya sih masih jam 7. Klo gitu aku ikut. Aku juga kangen sama bunda Aci"
~Aurel
"Jangan tinggalkan aku"
~Ayun
"Tentu saja bareng kalian, klo kalian aku tinggal, emang kalian pulang mau naik apa? Mobil kalian kan di rumah ku😒"
~Neisya
"Eh iya yah tadi kita berangkat cuma 1 mobil🤣🤣"
~Ayun
"Terus belanjaan nya sebanyak itu mau taruh mana?"
~Aurel (menepuk jidatnya)
"Tenang barusan aku udah SMS kak Kirana untuk ngirim orang buat belanjaan itu. Paling bentar lagi nyampe"
~Neisya
Setengah jam kemudian pesanan mereka mulai tersaji. Ditambah 3 anak buah yang di kirim Kirana, meja mereka makin rame. Meski gak jarang ada bisikan yang kurang mengenakkan, tapi mereka cuek aja mendengar cerita satu sama lain sambil menikmati makanan yang tersaji.
--------------------💖💖💖--------------------
buat yang mau kasih saran ataupun kritik silahkan ya.... bila tunggu
__ADS_1
selamat membaca