
#Panti asuhan bunda kasih
"Assalamualaikum" ucap mereka (kompak)
"Wa'alaikumsalam" jawab seorang wanita dari dalam rumah.
"Eh neng Aurel sama neng ayu, mari masuk" ramah wanita berdaster, berambut gelombang sebahu, berkulit sawo, usia sekitar 30an, dengan senyum berlesung di pipi kiri itu. Salah satu pengurus panti asuhan bunda kasih.
"Maaf mengganggu ya bunda Ira, magrib² kita kesini" sungkan Aurel, memulai percakapan setelah mereka berempat duduk di ruang tamu.
"Tak apa neng. Tidak mengganggu kok, anak anak lagi belajar dikamar masing masing, mau ketemu mereka ?" Tanya wanita itu, yang dikenal dengan nama bunda Ira.
"Tentu Bun, kesini klo gak ketemu mereka berasa kurang afdol" cengenges Ayundia
"Bunda kasih nya ada? Tante... Maaf siapa tadi?" Tanya Neisya, wajar blom kenal 🤣 tapi aslinya tau kok.....
"Panggil saja bunda Ira, Bu kasih ada di kamar. Maaf, dengan nona siapa klo boleh tau?" Jawab bunda Ira dengan senyum.
"Neisya" jawab Queen
"Mau ketemu Bu Kasih?" Tanya bunda Ira
"Iya saya kangen banget sama beliau" jawab Queen dengan senyum tipis terpatri di wajah cantik nya.
"Nona pernah kesini?" Tanya bunda Ira, sebab bagi bunda Ira wajah Queen asing di ingatan nya
"Yang ngasih tau tentang panti ini, yang ngenalin bunda Kasih ke saya, itu temen saya ini bunda Ira" jelas Ayundia
"Temen saya ini udah beberapa tahun tinggal di luar negeri, hari ini baru pulang. Jadi wajar jika bunda Ira tidak mengenal nya. Saya kenalin ulang, perkenalkan dia Eisya yang sering diceritain sama bunda Kasih itu loh" tambah Aurel memperjelaskan dengan detail.
"MasyaAllah, ternyata neng cantik ini non Aisyah yang sering di sebut sama Bu Kasih. Maaf ya non"
"Eisya Bun, bukan Aisyah" jelas Ayundia
"Nama aslinya Neisya, bunda Ira" lanjut Aurel greget
"Aduh maaf ya, lidah bunda mah lidah kampung, jadi nya ya gitu kepeleset" guyon bunda Ira tertawa pelan
"Panggil Neisya aja Bun" ucap Queen singkat, tidak ingin memperpanjang masalah nama panggilan, gak penting.
"Baiklah neng Neisya, mari bunda anter ke kamar Bu Kasih" Ucap Bunda Ira lalu mengantar ketiga gadis itu ke kamar Bunda Kasih.
__ADS_1
...******...
"Assalamualaikum Bunda" Ucap Queen dengan mata yang mulai berkaca-kaca, sangking rindu nya.
"Wa'alaikumsalam. Neng ini...." Ucap Bunda Kasih menggantung karena takut salah orang.
"Ini Eisya Bun, Eisya kangen banget sama Bunda. Eisya pengen peluk boleh Bun?" Ucap Queen dengan suara serak menahan air mata yang ingin terjun bebas.
"MasyaAllah neng.... Sini neng, bunda juga kangen banget sama eneng" jawab Bunda Kasih parau, mata berkaca-kaca, hingga akhirnya tak dapat di bendung lagi.
Baik Bunda Kasih maupun Queen, sama sama meluapkan rasa rindu yang ada dalam pelukan penuh air mata.
"Neng Eisya apa kabar? Betah ya di Belanda" tanya Bunda Kasih
"Alhamdulillah baik Bun. Alhamdulillah, Belanda bagus. Bunda sendiri gimana kabarnya?" Tanya balik Neisya
"Alhamdulillah Bunda baik" jawab Bunda Kasih dengan senyum teduh yang sangat di rindukan oleh Queen.
"Dunia berasa milik berdua" bisik Ayundia (berbisik apanya klo kedengaran sama semua orang???)
"Iya, kita berasa jadi makhluk gaib" balas bercanda Aurel
"Sini neng Ayun, neng Aurel, ngapain di pintu" ucap Bunda Kasih baru sadar kalo ada orang lain di dalam kamar itu.
"Jagain pintu mereka mah Bun, jadi bodyguard nya Eisya" canda Queen sambil tertawa kecil.
"Enak aja lu ye.... Lu aja sini yang jadi bodyguard gue, secara gitukan gue cantik perlu bodyguard buat jagain gue dari para fans" jawab Ayundia ngehalu jadi artis.
"Cantik kan Neisya kemana mana dari pada lu, gak usah ngehalu" sentak Aurel pedas
"Hahaha, mampus tuh" ucap Queen
"Ais lu mah Aul, ga bisa banget lihat gue bahagia" rengek Ayundia.
Mereka melanjutkan obrolan, terkadang tertawa dengan candaan Ayun dan Aurel. Setelah nya mereka menemani anak anak panti belajar.
"Nah udah selesai semua kan tugas sekolah nya?" Tanya Ayundia pada anak anak panti dengan sebuah buku yang dilipat mirip bentuk toa/pengeras suara.
"Sudah kak" jawab anak anak panti serempak, penuh semangat.
"Wah pinter, sebagai hadiah nya. Kakak punya sesuatu buat kalian" ucap Aurel misterius, membuat para anak anak panti itu menebak nebak
__ADS_1
"Wah apa tuh kak?"
"Pasti makanan ya kak?"
"Atau mainan?"
"Aku pengen kue yang manis kak"
"Ada balon gak kak?"
"Ada coklat gak kak?"
"Aku mau ice cream kak"
"Buku baru?"
"Tenang semua nya. Inget ini udah malem" ucap Bunda Nandini menengahi keributan yang terjadi. Beliau merupakan salah satu pengurus panti. Usia sekitar 35an, tinggi 153cm, agak berisi (gak kurus, gak gendut), rambut panjang, kulit putih, wajah cantik keibuan.
"Ayo anak anak kita ke ruang makan, kakak kakak cantik nya bawa banyak makanan enak buat kalian" ucap Bunda Ira, mengintruksi anak anak panti agar tidak berlarian dari kamar ke ruang makan.
...*♡*♡*♡*♡*♡*...
*Queen POV*
"Assalamualaikum. Neisya pulang" ucap ku melangkah masuk, melihat rumah yang sepi, aku pun langsung melangkahkan kaki menuju kamar.
Sesampainya di kamar, aku melihat jam menunjukkan pukul setengah 10 malam.
"Mungkin mereka sudah pada istirahat, jangan di ganggu deh. Besok aja sekalian bikin kejutan saat sarapan. Baiklah mandi dulu baru tidur" monolog ku sambil menghapus make up. Bukan make up yang berlebihan ya, hanya sekedar pelembab wajah, bedak, dan lipstik. Meski hanya sekedar itu, bagiku harus dibersihkan dengan benar. Jangan sampai menumpuk dan membuat kulit ku kusam.
Setelah mandi dan memakai baju tidur doraemon ku. Aku pun merebahkan diri di atas kasur. Menatap langit langit kamar ku yang berdekorasi langit malam penuh bintang, my favorit.
Jujur saja, badan ku rasanya remuk. Perjalanan Belanda Indonesia tanpa istirahat. Keliling mall dan segala kegiatan hari ini, sungguh sangat melelahkan, namun sangat menyenangkan. Satu hari lagi yang tak ingin ku lupakan.
Tapi bukannya langsung tertidur, pikiran ku malah kemana mana. Kejadian kejadian di masa lalu, berputar kembali bagai kaset rusak di pikiran ku.
Sejak umur 4 tahun aku mulai bisa mengingat. Dan sejak saat itu yang dapat ku ingat hanyalah hal hal yang sangat ingin ku lupakan saat ini. Bagaikan mimpi buruk. Menghantui ku di setiap saat.
Ini janji ku untukmu bunda, sebelum semuanya berakhir maka akan selalu ku ingat semua mimpi buruk ini. Penderitaan Bunda, akan ku kembalikan berkali kali lipat kepada mereka.
Tunggu saja tanggal mainnya ◉‿◉
__ADS_1