
--------------
Keesoakn hari lara yang sudah bersiap-siap keluar kamar untuk turun sarapan di meja makan bersama keluarganya.lara tak berhenti tersenyum bahagia sampai-sampai tidak menyadari bahwa ada enam mata yang melihat dia dengan tatapan aneh.
"adeku sayang tumben lo senyum ke gitu biasanya lo itu selalu cuek"tanya reza sambil memegang dahi lara dengan punggung tangannya.
" ihh apaan sih lebay deh,emang aa ngga lihat apa gua lagi bahagia"jawab tanpa melihat reza lara sambil mengambil nasi goreng kedalam piring nya.
"emang anak papah bahagia karena apa?"tanya papah Martin yang penasaran karna tidak biasa-biasanya lara bersikap begitu
"kok pada kepo semua sihh,entar kalian akan tahu"ucap lara dengan cemberut dan memajukan bibirnya 5 senti,seperti bibir bebek,heheh
"ushh kalian ini,lanjutin makannya tidak baik makan sambil bicara"ucap mamah ina
Ketiganya pun dengan khitmat,hanya suara sendok yang bunyi,dan setelah lara sarapan dan menghabiskan susu coklatnya,lara langsung pamit dan menyalimi kedua orang tua nya dan aa tersayang nya.
"hati-hati dijalan yah sayang"ucap mamah nia kepada lara yang sudah beranjak pergi meninggalkan meja makan untuk menuju pintu keluar,lara langsung menjawab ok dengan gerakan tubuh.
5 menit sudah lara menunggu rian di teras ruamhnya,akhirnya rian datang dengan menggunakan mobil alphard.setibanya rian didepan ruamh lara,rian pun turun dari mobil dan langsung berjalan mendekati lara.
__ADS_1
"masih mau berangkat tidak"ucap rian yang melihat lara dengan bengong,karna saat itu rian sangat tampan menurut lara,gaya yang trendi,badan tinggi tegap,kulit yang putih,.
"e...ehh yuk nanti kita terlambat"ucap lara dengan terbata-bata,serta malu karna didapat basah melihat rian dengan segitunya,pipi lara langsung merona
Rian pun mengandeng lara menuju mobil dan membuka pintu untuk lara,setelah itu rian juga ikut masuk kedalam mobil,mereka pun pergi menuju kesekolah.
---------------
Jalan yang tidak terlalu macet,serta didalam mobil yang hening sedari tadi tanpa ada suara sedikit pun.dipinggir jalan lara melihat nenek-nenek dengan baju yang lesuk serta kotor,lara merasa iba.
"rian stopp"ucaoa lara tiba-tiba sehingga membuat rian merem mendadak,dan Lara seketika itu juga dahinya langsung kejedot depan mobil." auwww rian sakit" sambung lara dengan meringis kesakitan dan memegang dahinya.
"maaf sayang aku ngga sengaja," ucap rian,dan rian langsung mengecup dahi lara yang sakit
" emang kamu kenapa tiba-tiba minta berhenti"ucap rian serius,dan tanpa menjawab lara langsung turun dari mobil,dan menuju nenek-nenek yang tadi dia lihat
"nenek kenapa harus bekerja begini nek,emang keluarga nenek kemna?" tanya lara yang iba melihat keadaan nenek tersebut.
"nenek disini tinggal sendiri cu,suami nenek telah meninggal 2 tahun yang lalu,dan anak nenek meninggalkan nenek"ucap nenek tersebut,dengan raut muka yang sangat sedih
__ADS_1
"maaf yah nek kalo aku tadi bicara dengan lancang"ucap lara yang merasa tidak enak hati karena telah bertanya.
"tidak apa-apa cu karena nenek tidak sendirian ada tuhan yang selalu ada temani nenek"ucap nenek dengan senyum yang begitu tulus.
"oh ya nek ini ada uang tidak seberapa sih,semoga saja berguna untuk nenek" ucap lara dengan memberikan uang merah 5 lembar kepada nenek tersebut.
"maksih banyak cu,semoga tuhan menjaga mu yah cu,serta melimpahkan kebahagiaan untuk mu"ucao nenek dengan mata berkaca-kaca karna merasa bahagia masih ada anak remaja yang masih baik hatinya
" iya nek sama-sama"ucao lara yang langsung menuju mobil.
Rian yang menunggu lara didalam mobil begitu mengagumi sifat lara yang begitu dermawan terhadap siapa pun.dan rian tambah menyayangi lara karena kebaikan nya
-----------------
Setibanya mereka disekolah,rian langsung memarkirkan Mobilnya ditempat parkir khusus,
"yang udah sampe,kamu masih belum mau turun" ucap rian karena melihat lara sedari tadi murung setelah bertemu dengan nenek-nenek tadi.
"eh udah sampe toh," ucap lara yang langsung turun dengan memberikan senyum tipis kepada rian
__ADS_1
Di parkiran sedari tadi dewi,gea,eki dan willy menunggu kedatangan Mereka.
"mentang-mentang udah jadian ngga ingat kami lagi yah.huhh"ucap eki dan di angguki 3 orang disebelahnya.