
Ketika Victor telah disembuhkan oleh Bidadari, Victor mulai membuka matanya dan Hidup kembali. "Apa yang terjadi padaku" Victor sembari memegang kepalanya dengan keadaan duduk di atas batu
"Syukurlah, Kau bisa selamat" Tegur nya dengan suara yang lembut. Ketika pahlawan sudah membaikkan Victor segera dibawa ke istana untuk menjalani perawatan yang lebih lanjut
Sedangkan di istana Austin terjadi kericuhan Bahwa Victor berhasil diselamatkan, ini bisa saja menjadi Penyemangat para manusia untuk menyerang Dunia iblis kembali. Para dewan mencoba mencegah ini dengan segala cara
"Apa yang sedang kau lakukan" Tanya Austin yang sambil mendekati para dewan. Aku pun berjalan menuju para Dewan yang sedang berdebat disana "ohh, tidak ada apa apa Paduka" Para dewan mencoba mengalihkan perhatian Austin
Austin mengetahui Bahwa Victor berhasil disembuhkan, Ketika Austin ingin menggunakan sihir teleportasi menuju perbatasan manusia secara tiba-tiba Dewa Stimry mengubah tujuan Teleportasi Austin
"Jadi kau telah mengubah tujuan teleportasi kua menuju tempat mu" Tegur Austin. Ia mencoba untuk mendekati dew Stimry "Benar aku yang mengubah tujuan teleportasi mu" Jawabnya sepertinya Dewa Stimry mencoba untuk menghentikan Austin yang ingin pergi ke dunia manusia
Secara tiba-tiba Dewa Stimry menyerang Austin "Bahaya, Kekuatan Dewa memang dasyat" Ucap Austin yang Mencoba untuk menghindari serangan Dewa Stimry "Raja Iblis yang membawa malapetaka harus dimusnahkan" Jawab Dewa itu dengan menyerang Austin kembali
Austin mengeluarkan sayap dari Punggungnya sebagai tanda bahwa Austin telah sepenuhnya akan membunuh Dewa tersebut "Menarik!!!!!" Ia mencoba untuk menyerang Austin dari jarak dekat
__ADS_1
Tetapi Austin berhasil menghentikan serangan Dewa tersebut dengan tangannya
"Peleburan" Ucap mantra yang dibacakan Austin, Sihir Austin benar-benar mengenai Dewa Stimry namun Dewa Stimry tidak terluka sedikit pun "Iblis seperti mu tidak bisa mengalahkan ku" Tegur nya dengan nada yang keras "Lalu Apakah aku akan takut? " Austin Bertanya. Untuk menyelesaikan pertempuran dengan Dewa Austin harus mengeluarkan seluruh mata magisnya dan mengeluarkan Beberapa sihir yang telah disiapkan di area sekitar
"Mati kauuu" Austin berlari menuju Dewa Stimry. "Tidak semudah itu" Jawabnya sambil menepis sihir Austin. Austin mencoba mengeluarkan Sihir tingkat 10 yaitu sihir Meteor sebanyak 40 "Apakah cuma itu saja kekuatan mu" Dewa Stimry melihat Austin. "Aku belum kalah" Austin Setelah perkataan Austin selesai Dewa Stimry melihat keatas dan diatas banyak sekali Meteor yang dipanggil oleh Austin
"Pemanggilan Elk tingkat tinggi" Austin membuat lingkaran sihir berwarna Ungu dari lingkaran tersebut datang beberapa tengkorak yang memiliki kekuatan yang hebat tetapi itu bukan lawan Dewa Stimry. Austin akhirnya dipojokan oleh Dewa Stimry tetapi Austin tidak menyerah ia memanggil Pedang Iblis yang bisa membunuh Roh tingkat tinggi dengan sekali serangan
__ADS_1
Ketika Dewa Stimry sibuk melawan Para tengkorak,Austin mencoba menyerang Dewa Stimry dengan pedang iblisnya itu. Pertahanan Dewa Stimry berhasil ditembus oleh pedang Austin dan Dewa Stimry terluka
"Luar biasa Austin" Dewa Stimry memuji Austin. "Akan aku akhirnya disini" Austin menepuk tangannya dan dari tepukan tangannya tersebut muncul Area Sihir yang luar biasa bahkan sihir pertahanan Dewa Stimry berhasil ditembus
Tidak menyerah Dewa Stimry mencoba menyerang untuk terakhir kalinya, Austin dan Dewa Stimry sama sama mengeluarkan sihir tingkat tinggi. Austin mengeluarkan sihir Alber sedangkan Dewa Stimry mengeluarkan sihir Dark
"Mustahil, Aku dikalahkan dengan mudah" Dewa Stimry ditebas oleh Sihir Alber sedangkan Austin Terluka dibagian tangannya "Dewa memang merepotkan" Austin mencoba mendekati Dewa Stimry
"Akan ku buat kau mati untuk selamanya" Austin menodongkan satu jari dikepala Dewa Stimry lalu mengeluarkan sihir Alber sekali lagi sebelum mati Dewa Stimry meninggalkan pesan "Kau akan menjadi musuh para dewa" Pesannya
Setelah melawan Dewa Stimry Austin Terkapar disana selama beberapa jam karena terlalu memakan banyak sihir. Setelah terbangun dari Pingsan Austin melihat Gerbang hitam yang terbuka lebar disana
Gerbang itu terbuka secara perlahan-lahan, dari dalam gerbang itu muncullah dewa Stimry yang masih hidup "Sepertinya kau tidak terlalu terkejut Austin? " Tanya Dewa Stimry yang keluar dari gerbang hitam "aku tahu bahwa Dewa tidak mudah dikalahkan seperti itu" Jawab Austin. Ia mengambil ancang-ancang siaga
"Kalau begitu saatnya ronde 2" Dewa itu secara tiba-tiba menyerang Austin dengan pedang nya "Aku Terima tantangan mu" Jawab Austin yang mencoba menghentikan serangan Dewa Stimry
__ADS_1