
Jun Shangxie dengan wajah yang tegang kemudian berkata, "Karena saya rindu padamu!"
Yin Wushuang dengan wajah kusam menjawab, "Serius!"
"Naga emas cakar lima yang ada di belakang adalah totem yang menekan kekuatan saya." Jun Shangxie kemudian melanjutkan, "Ketika saya ingin mengganti kekuatan spiritual di tubuh saya, totem itu akan terbakar dan mencegah saya untuk menggunakan kekuatan saya."
"Kenapa bisa begitu? Siapa musuh yang bertemu dengan mu?" Tanya Yin Wushuang kembali.
Jun Shangxie menjawab sambil mengenakan pakaiannya lagi, "Tidak bertemu siapa-siapa."
Wajah Yin Wushuang semakin tidak enak dipandang.
Kemudian Jun Shangxie menjelaskan pada Yin Wushuang, "Jika naik mobil dari Kota Jin kesini membutuhkan waktu paling tidak 6 jam, kecepatan untuk menuju ke sini sekarang tidak bisa dibandingkan dengan naik mobil karena saya rindu padamu, jadi...."
Wajah Jun Shangxie terlihat sangat bersalah. Jun Shangxie sama sekali tidak bertemu dengan musuh siapapun, dia terluka karena dia rindu pada Yin Wushuang. Sehingga Jun Shangxie tidak ingin terlambat 1 detik pun.
Obat yang bisa mengobati lukanya hanyalah Yin Wushuang.
Obatnya memang tidak bisa dimakan, karena ini semua tentang perasaan, ketika sudah jatuh cinta memang sulit untuk meninggalkan.
__ADS_1
Yin Wushuang kemudian membuang air yang ada dalam baskom tadi dan mencuci handuk yang ia gunakan untuk mengelap luka Jun Shangxie.
Yin Wushuang sangat memahami sosok Jun Shangxie.
Dulu sosok Jun Shangxie sangat dingin dan tidak tergesa-gesa, sekarang sikapnya sangat berubah membuat Yin Wushuang terharu padanya.
Yin Wushuang kemudian berjalan ke dapur dan memasak dia menu makan untuk sarapan pagi ini.
Sementara itu Jun Shangxie berdiri di depan dapur dan melihat Yin Wushuang yang sibuk menyiapkan sarapan.
Luka yang ada pada punggungnya secara perlahan membaik dan warna rambutnya kembali menjadi normal kembali.
Jun Shangxie bersandar pada pintu dapur dan tersenyum bahagia. Ia benar-benar merasa sangat bahagia, saat melihat Yin Wushuang menganggap perempuan itu sebagai istri yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.
"Aneh!" Jun Shangxie bergumam dalam hatinya, kemudian ia pun duduk di atas kursi meja makan yang ada di dapur, sambil menunggu Yin Wushuang membuatkan sarapan untuknya.
Setelah makan, Jun Shangxie mengatakan pada Yin Wushuang bahwa ia yang akan mencuci sendiri mangkok dan piring yang telah digunakan, Yin Wushuang setuju, kemudian ia pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Tok tok tok.....
__ADS_1
Tiba-tiba dari luar terdengar suara yang mengetuk pintu.
Yin Wushuang berganti seragam sekolahnya dan kemudian membuka pintu.
Ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Mo Jin, saat itu ia mengenakan pakaian seragam yang sama dengan Yin Wushuang.
Mo Jin tampak memegang sebuah berkas dan satu kotak kecil ditangannya.
"Selamat, selamat pagi." Telinga Mo Jin merah, ia terlihat sangat malu," Lagu semalam sangat merdu, Oh iya ini adalah laporan bonus saham kakek saya dan ini ada hadiah untukmu."
Yin Wushuang baru teringat tentang bonus saham yang diterimanya, ia sama sekali tidak menyangka ternyata Mo Jin juga menonton siarannya semalam.
Yin Wushuang menerima berkasnya dan kotak hadiah yang diberikan oleh Mo Jin, "Terima kasih!"
"Uang bonusnya sudah dikirim ke rekeningmu, Mmm... kamu sudah sarapan?"
Yin Wushuang hanya menganggukkan kepalanya.
Mo Jin menggenggam tangannya lalu perlahan melepaskannya, dengan perasaan dag dig dug ia pun berkata, "Boleh... boleh berangkat bareng?"
__ADS_1
Yin Wushuang belum menjawab Mo Jin sama sekali, saat itu Jun Shangxie sudah berdiri di belakangnya sambil merangkul pinggang Yin Wushuang. Kemudian ia pun melihat Mo Jin dengan tatapan yang dingin, "Tidak boleh!"
...πΈπΉπβ€ππΉπΈ...