
Sementara itu di lapangan sekolah SMP Yinglan....
Di atas rumput hijau, para siswa sedang berkerumun dan berkumpul, di atas podium terlihat Chu Hong yang sedang menangis tersedu-sedu dan Zhao Fengxia yang memasang muka sedih.
Chu Xiong, seorang Kepala Dinas Pendidikan yang mengenakan setelan jas hitam, menghela nafasnya, "Istriku, kamu adalah orang yang memiliki latar belakang yang baik, bisa-bisanya kamu membiarkan seseorang mematahkan lengan putrimu seperti ini!"
Yin Sen yang juga mengenakan setelan jas hitam yang sama dengan Chu Xiong menampakkan wajah yang pucat, lalu memasang senyum palsu sambil berkata : "Didikannya di dalam keluarga kurang keras, Kepala Dinas Pendidikan sangat suka membuat lelucon."
Chu Xiong adalah pejabat penuh waktu jabatannya lebih tinggi dari posisi Yin Sen, oleh karena itu Yin Sen tidak bisa melakukan apa-apa, namun di dalam hatinya, ia merasa Yin Wushuang benar-benar anak yang terkutuk.
Gadis ******! Hanya limbah yang merepotkan!
Di hadapan mereka, Kepala Sekolah bahkan tidak punya ruang untuk berbicara.
Dalam kerumunan para siswa pada berbisik.
"Apa yang terjadi?"
"Sepertinya ada hubungannya dengan Yin Wushuang."
"Aku dengar Yin Wushuang menendang Wakil Kepala Sekolah dan menghajar Chu Hong!"
"Kau suruh aku melupakannya? bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku bersikap acuh tak acuh sebagai pengemar beratnya?"
"Kau masih menggemarinya? Apakah kau tidak melihat orang-orang besar di atas panggung itu? Kurasa Yin Wushuang akan mati!"
__ADS_1
"Lihat gadis yang berdiri dengan Han Li, bukankah dia Yin Wushuang?"
"Ya itu dia! Yin Wushuang telah datang!"
"Karena kemunculan Yin Wushuang suasana hening sementara selama tiga detik."
"Hai Ratu, tetap semangat!"
Emosi semua makhluk hidup tercermin dengan jelas di sini. Di antara mereka, Yin Xue'er adalah yang paling tertekan.
Yin Wushuang adalah saudara perempuannya, apapun yang dilakukan Yin Wushuang dapat mempengaruhi citranya.
Dia menampakkan senyum yang alami di wajahnya, namun tangannya menggenggam erat di dalam saku bajunya.
Dasar Yin Wushuang sialan, sebenarnya ia mau membuat malu dirinya berapa kali lagi?
Dasar sampah yang tidak berguna, perusak segalanya!
Yin Xue'er bahkan bisa merasakan seseorang menunjuk-nunjuk kearahnya!
Ia benar-benar merasa jijik kepada Yin Wushuang.
Β
"Ayah dan adikmu tampaknya tidak dalam suasana yang baik." Han Li diam-diam menyikut Yin Wushuang dengan sikunya.
Yin Wushuang tak memperdulikannya, kemudian dengan wajah datarnya yang mempesona, ia melangkahkan kakinya ke atas podium
__ADS_1
Chu Hong menangis lebih keras dalam sekejab.
Yin Sen merasa sangat terganggu ketika melihat Yin Wushuang, biasanya ia tidak terlalu memperhatikan penampilan Yin Wushuang, namun saat ini, terlihat sekilas penampilan Yin Wushuang yang sangat mirip dengannya....
Seketika Chu Xiong batuk dengan suara rendah, Yin Sen menangkap sinyal yang diberikan Chu Xiong, lalu bergumam, "Yin Wushuang, bagaimana biasanya aku mengajarimu sopan santun, loyalitas, dan rasa malu? bisa-bisanya kau merusak suasana sekolah yang aman dan tentram ini?! Cepat minta maaf kepada Chu Hong dan Wakil Kepala Sekolah!"
Sebagai orang tua, bahkan Ia tidak bertanya mengapa, tidak bertanya apa yang terjadi, hanya demi mematuhi atasan, Ia membiarkan anak perempuannya meminta maaf secara langsung tanpa mengetahui siapa yang benar dan yang salah.
Hufttt, Ayah yang seperti ini....
Yin Wushuang menatap langsung ke mata Yin Sen, Ia sangat ingin menyemprotkan api ke wajahnya, lalu seketika itu juga Ia mengangkat alisnya dan bertanya, "Siapa kau?"
"Siapa kau?"
Beberapa siswa di bawah podium tersedak, batuk dan senyum Yin Xue'er berubah membeku.
Kedua orang ini tidak sedang berbicara dalam satu frekuensi!
Yin Sen menahan amarahnya dan berteriak, "Aku ayahmu!"
"Meskipun aku sedikit membaca buku, namun jangan coba-coba kau membohongiku!" Yin Wushuang menggelengkan kepalanya sambil berlaga terkejut. "Kau pasti bukan ayahku."
"Bajingan kau Yin Wushuang! jangan berpura-pura bodoh dihadapanku! Jika aku bukan ayahmu lalu siapa ayahmu?" Yin Sen berkata dengan jengkel.
Yin Wushuang tersenyum, namun dengan tatapan yang sangat dingin, lalu ia berkata dengan santai, "Ayah saya mengajari saya bagaimana menjadi seorang pembantu yang baik, bagaimana cara makan bersama anjing peliharaan, bagaimana cara menghabiskan musim dingin di sebuah gudang kecil, dan masih banyak lagi, selain itu dia tidak mengajari saya apa itu sopan santun, loyalitas dan rasa malu! Apakah anda yakin anda adalah ayah saya?"
...πΉπΈπβ€ππΈπΉ...
__ADS_1