
Tak ada satupun anak didunia yang menginginkan hidup tak layak.Seperti halnya Mischa,gadis yang kini berusia 14 tahun itu mengalami perjalanan hidup yang tak mungkin dirasakan oleh anak-anak seusianya dulu.Kerasnya kehidupan didunia tak membuatnya patah semangat.Dirinya tetap berjuang untuk bertahan hidup dengan Pak Indra Ayahnya yang terbilang sudah berumur itu.
"Yah Icha mau berangkat dulu ya.Ayah baik-baik dirumah."Mischa meminta izin kepada Sang ayah Untuk berangkat ke sekolah pagi itu.
"Iya Cha kamu hati-hati dijalan."Mischa memang sering dipanggil orang terdekatnya dengan sebutan Icha karena memang lebih gampang pengucapannya.
-SMP Pelita Bangsa
Mischa berjalan menuju kelas, tahun ini adalah tahun dimana Mischa menginjak kelas 8 SMP.Sebentar lagi ada PEMISIS(Pemilihan OSIS) di sekolahnya.Memang dirinya tidak termasuk dalam kandidat Ketua,Wakil ataupun Anggota.Dikarenakan Mischa memang bad girl di sekolahnya itu,bedanya dia bad girl yang tidak banyak bicara,dingin,to the point,dan sedikit sadis.Disekolahnya Mischa juga terkenal sebab ia bersahabat dengan Marcelo kakak kelasnya yang terbilang cukup populer di SMP Pelita Bangsa itu.Karena Marcelo memiliki standar penampilan yang melebihi pria remaja pada umumnya.Wajahnya yang Ganteng postur tubuh yang tinggi dan macho ditambah gaya berpakaian yang cool dan gaya rambut yang berponi hingga menutupi sebagian matanya menjadikan ia remaja pria yang ingin dimiliki oleh para gadis disana.Tapi apalah daya para gadis itu bagi Marcelo mereka hanyalah gangguan.Marcelo lebih suka menutup diri dari keramaian sosial.Marcelo juga bersikap layaknya bad boy.Sifat sifat yang dimiliki Marcelo hampir sama dengan Mischa.Hingga mereka dijuluki Sikembar dari Kutub Utara.Sifat dingin yang dimiliki oleh Mischa maupun Marcelo memang membuat para siswa disana enggan untuk mengajak bicara apalagi berteman.Kemistri mereka sudah terjalin sejak lama.Jadi tak heran jika hanya ada mereka berdua keakraban nya tidak diragukan lagi,dan sifat dingin dari mereka berdua akan berubah menjadi layaknya api unggun yang menghangatkan dinginnya malam.Mischa dan Marcelo lebih suka menyendiri atau lebih tepatnya mengasingkan diri jika berada di keramaian.
Mischa yang sedang berjalan menuju kelas tiba tiba terhenti karena lontaran kata-kata pertanyaan dari Renata,yang tak lain adalah teman sebangku Mischa.Rena yang memiliki sifat manja dan cerewet menjadi salah satu tantangan Mischa untuk menghadapi teman yang seperti itu.Meskipun sebenarnya Mischa sangat tidak nyaman dengan tingkah laku yang dimiliki oleh Rena,tapi hanya Rena yang mau berteman dengan bad girl yang sedingin kutub Utara itu.Jadilah Mischa berusaha nyaman dengan Rena.
"Eh Cha lo dicari Marcel tuh.Dia nyari lo dari tadi eh lo nya baru dateng sekarang,Kasihan kan dia nungguin lo dari tadi."
"Hah.Apaan sih suruh siapa nunggu gue.Gue kan emang datengnya selalu terakhir.Kalo lo kasihan kenapa gak lo temenin aja"Jawab Mischa ketus dan taksadar jika ia menahan tawa terhadap sikap Rena yang memang diam diam naksir sama Marcelo seprti murid gadis lainnya yang memang diam diam menyimpan hati untuk cowok misterius sedingin es itu.
__ADS_1
"Ihh...Cha.Udah ah gue mau masuk dulu...daaa...cha."Jawab Rena sambil cengar cengir.
Mischa menyusul Rena dari belakang,dengan gaya berjalan yang dimiliki oleh bad girl biasanya dengan sedikit menaikan dagunya agar terlihat sedikit killer.
Dirinya menghampiri bangku dimana dia biasa duduk,Dipojok belakang samping jendela.
"Eh ada lo Cel.dari kapan lo disitu?gue lama ya?maaf,gue agak badmood hari ini,jadi ya gue lemot lemotin aja."sapa Mischa kepada Marcelo.
"Iya gue disini dari tadi.gue mau ngomong penting sama lo Cha."
Walaupun Mischa bersifat dingin kepada orang lain,tapi tidak dengan Marcelo.Mischa juga rajin soal pekerjaan,dia juga pandai memasak.Ia memiliki sifat dingin semenjak ia ditinggal pergi oleh ibunya.ibu Mischa tidak pergi karena meninggal,tetapi pergi bersama keluarga barunya dan meninggalkan Mischa dengan Pak Indra,Ayah Mischa.
"Gak Cha lo tu sok tau banget."
"Ngomong apa cel emang penting banget kok muka lo serius banget gitu?"Tanya Mischa memastikan.
__ADS_1
"Sini deh gue bisikin.(Telinga Mischa mendekat dan mendengarkan dengan seksama).Nanti Pulang sekolah kita ketemu di deket Danau.Gue tunggu lo disana,Nanti disana gue cerita semuanya.Lo dateng tepat waktu ya!"
"iya Cel!!bawel amat si lo"
"Oke gue mau cabut dulu Cha gue tunggu nanti."jawab Marcelo mencubit pipi Mischa yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri.
"HM!!..."
JANGAN LUPA
-LIKE
-VOTE
-COMENT + JIKA ADA REQUEST.
__ADS_1
THANKYOUU ALL❤️