Reach For The Sky

Reach For The Sky
Episode 4


__ADS_3

"Assalamualaikum yah."


"Assalamualaikum Om."


"Waalaikumsalam nak.Eh ada Marcell juga toh.Wahh rame nih pasti."


"Om Indra bisa aja.Gimana kabarnya om Indra?"


"Hah..Alhamdulillah om sehat,gimana kabarmu dan ibumu baik kan?"


"Iya om saya sama mami baik baik aja."


"Waduhh kacang mahal nih!!!?...."


Sindirku untuk ayah dan marcello,karena jika ayah dan Marcel sudah bertemu rasanya suara sekeras apapun tak akan mempengaruhinya untuk berhenti sebentar saja.


"Hahaha...apaan sih Cha"


"Hhh"


Sebenarnya aku suka jika Marcello mampir kerumah,jadi ayah merasa terhibur dengan kedatangan Marcello,Marcello memang sering datang ke rumah sampai ayahku menganggap Marcello juga sebagai putranya sendiri.Ayahku sangat dekat dengan Marcello jadi tak heran jika tak bertemu seminggu rasanya seakan tak bertemu berpuluh puluh tahun lamanya.Begitupun juga Tante Maya dan Mbok Nah.Tante Maya juga sangat baik kepadaku.Aku tak heran karena Tante Maya tak mempunyai anak perempuan jadi beliau menganggap ku sebagi adiknya Marcello walaupun usianya berpaut satu tahun lebih tua dariku.


Ya aku dan marcello memang terkenal badgirl dan badboy disekolah.tapi kami tak menunjukan sifat itu kepada orang orang terdekat kami.kami tak ingin bersifat dingin dan pendiam.itu semua demi mereka.Kami juga butuh kehangatan.


Mungkin semua orang tahu nama kami ,tetapi mereka semua belum tentu tahu tentang cerita hidup kami.


Ketika melihat Ayah dan Marcello sekilas melintas pikiranku yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.


Aku teringat akan kesedihanku yang selama ini ku pendam sedikit keinginan yang tak akan pernah terwujud,Aku Rindu kepada sosok mama yang tak pernah perduli dengan diriku.


"Cha..Icha hoee!!Lo kenapa ngalamun...buruan masaknya gue sama om Indra udah laper nih."


Suara Marcell mengagetkan ku seketika.


"Hahh...mmm iyaa iya"


"Mikirin apa sih lo,katanya mau masakin gue sup malah Lo ngalamun kapan matengnya?!.."

__ADS_1


"Bawel lohh!!bantuin Napa?"


"Ehehee iya iya gue bantuin"


"Om saya bantuin Icha dulu ya di dapur."


"Ya.silahkan."


~


"Awww!!"


Karena terus ngalamun aku tak sengaja mengenai pisau tajam itu di jari telunjuk ku saat memotong wortel.


Marcell yang tengah mencuci sayuran langsung berlari menghampiriku.


"Cha!!lo kenapa?!!yaampun tanganlo berdarah.Sini gue obatin."


Marcello menghisap darahku dengan mulutnya lalu meludahnya ke washtuffle dan membalut lukaku dengan plaster luka yang ada di kotak P3K.Memang


"Lo lain kali ati ati dong cha,maaf gara gara gue nyuruh Lo masakin gue Lo jadi kayak gini.."


"Ngak cell Lo gak salah,ini salah gue kok gue yang kurang hati hati,Thanks ya udah diobatin."


"Yaudah Cha gausah dilanjutin masaknya,nanti gue beli aja di Warteg Depan Kompleks."


"Yaampun Cell nanggung tinggal segini,lagian gue gak papa kok.orang cuma kegores dikit aja kok heboh."


"Cuma kegores Lo bilang itu lukanya dalem cha!!Lo tu keras kepala banget ya!dibilangin juga.ngeyel."


"Iya!keras kepala kayak Lo!!"


"Ahh terserah deh cha."


"Udah debatnya ayo buruan dilanjutin kasian ayah gue dah laper nungguin supnya malah Lo ngajak ribut terus!!"


"Loh kok gue yang disalain"

__ADS_1


"Ahahahhaahaha"


~


"Nih buat ayah sup terenak bikinan Mischa anak ayah yang paling cantik se jagad raya..."


"Wah wah makasih ya nak.Ayo nak Marcell dimakan."


"Emm iya om.emang saya suka banget sup makaroni buatan Mischa enak banget soalnya,sampai masakan mbok nah aja kalah enak Lo om."


"Syukur kalo kamu suka"


"Marcell mah semua makanan kalau gratis ya masuk perut semua yah hehehe,ya kan Cell?"


"Hus Cha,gaboleh gitu"


"Enggak yah bercanda"


Canda tawa yang terdengar dari ketiga orang yang sedang mengisi tenaga nya di ruang makan itu tak hanya membawa kehangatan.melainkan juga menjadi penyejuk untuk sedikit melepaskan kesedihan yang dimiliki oleh Mischa , Marcello, maupun Pak Indra.


Senyuman ikhlas yang ditunjukan oleh ketiganya menjadi penyemangat hidup mereka untuk terus menjalani hidup yang selama ini menyimpan kesedihan karena mereka juga pantas untuk bahagia.


"Ayah nanti Mischa mau ikut Marcell ke rumah ya?Soalnya Mischa pengen ketemu Tante Maya.Sama sekalian bawain sup nya ke Tante Maya."


"Iya nak sampaikan salam Ayah untuk Ibu Maya."


"Iya yah nanti Mischa dan Marcello sampaikan salam Ayah untuk Tante Maya "


JANGAN LUPA


-LIKE


-VOTE


-COMENT + JIKA ADA REQUEST


THANKYOUU ALL❤️

__ADS_1


__ADS_2