
“Karena kau menyukaiku? Mungkin?”
Rain berdecih pelan “Tidak masuk akal”
Rain terus mengumpat dalam hati ke Taeyang ‘Dasar mulut lebar’ ‘lihat saja nanti apa yang akan kulakukan padamu’
Seakan tahu apa pikiran Rain, “Jangan marah pada Taeyang, aku tak sengaja mendengarnya saat kalian berbicara” mencoba duduk dengan tenang.
Mino memandang Rain cemas, “Sepertinya kau sudah harus masuk hyeong” tegur Mino saat seseorang keluar dari ruang kesehatan.
Gd melirik kearah pintu ruang kesehatan, “Bukankah seharusnya Rain yang masuk terlebih dahulu? Dia terluka” melirik Rain dengan cemas.
Mino menarik pergelangan tangan Rain yang digenggamnya tadi, membawanya keruang kesehatan. Meninggalkan GD.
‘Kalau saja aku tahu kau menyukaiku sebelum berkencan dengannya, aku sudah pasti memilihmu’ batin GD
__ADS_1
Di dalam ruang kesehatan, dokter sedang membersihkan luka di telapak tangan Rain ditemani dengan Mino disampingnya. Menatap serius luka ditangan Rain, dengan sesekali meringis.
Rain melirik Mino, menyenggol lengannya pelan membuat Mino berjengkit kaget, “Sebenarnya yang terluka aku apa oppa? Dari tadi kulihat yang meringis kau, bukan aku” dokter yang mengobati pun tertawa pelan mendengar penuturan Rain.
“Ya! Aku hanya membayangkan jika yang terluka itu aku” Mino terus menggenggam tangan kiri Rain, tanpa melepaskannya sedetik pun.
Rain tersenyum tipis “Jika kau yang terluka, sudah pasti kau akan berteriak sangat kencang” dibalas sentilan pelan didahi oleh Mino
“Jangan suka benar kalau bicara” Setelahnya Mino pun tertawa dengan dokter itu sementara Rain hanya tersenyum tipis.
“Ayo ke Cafe disebrang” Mino mengajak Rain, tetapi diabaikan oleh Rain. Mino pun menyenggol lengan Rain, membuat Rain tersadar dan menolehkan kepalanya menghadap Mino “Apa yang kau pikirkan?” Rain menggeleng
“Ceritakan padaku di Cafe nanti, ayo!” Mino menarik tangan Rain pelan untuk mengikutinya.
Sesampainya di Cafe Rain hanya membolak- balik buku menu, membuat Mino menarik buku menu itu dari pandangannya. Sementara Rain, masih berkutat dengan pikirannya sendiri. Akhirnya Mino menyentil pelan dahi gadis didepannya itu.
__ADS_1
“Cepat pesan, kau jarang makan akhir-akhir ini” Namun akhirnya Mino yang memesankan makanan dan minuman untuknya dan untuk Rain.
“Bicara padaku” Mino menatap Rain lekat “Apa yang sedang kau pikirkan sedari tadi?” Menatap Rain yang memainkan jarinya.
Rain membalas tatapan Mino “Sejak kapan?” Mino bingung.
Mino menyatukan alisnya, pertanda dia benar-benar bingung dengan apa yang dikatakan Rain saat ini “Apanya?”
Rain menghembuskan nafasnya kasar “Apa yang seharusnya aku tahu sejak awal, tapi aku baru tahu sekarang?” Rain terus menatap Mino dalam.
Mino ikut menghembuskan nafas “Dating? Ayolah kami hanya menutupi itu agar kau tidak kecewa, lagian kami baru menutupi itu sebulan yang lalu” mencoba memaparkannya ke Rain.
“Kalian tidak perlu melakukan hal itu, memangnya apa yang berubah ketika aku tau lebih awal atau lebih lama? Itu sama-sama menyakitkan” Rain menundukkan pandangannya.
Dimana lagi kalian bisa melihat Rain berbicara dengan banyak kosakata selain bersama Mino, Taeyang, dan Yunhyeong. Matanya kini benar-benar pedih serasa ingin menangis dan juga tidak. Bagaimana tidak ingin menangis, pasalnya ia menyukai GD sejak ia bergabung dengan YG Entertaiment.
__ADS_1
Mino mengacak pelan rambut Rain, menyalurkan ketenangan disana. Mino menatap puncak kepala Rain, sedih. Itu yang dia rasakan sekarang. Bagaimana bisa seorang Rain yang tegas dan dingin, lemah hanya karena seorang GD.