
Ketika Tang Ray dan Tang San melihat Layla pingsan pun menjadi histeris.
"Layla bangun. Dek bangun dek.
Layla bangun.
Tiba-tiba Xiao Gang mengangkat dan membawanya keruang kesehatan. Kemudian
di ikuti kedua kakaknya dan teman-teman seasramanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruang Medis
Para guru yang bertugas di ruang medis terkejut karna kepala sekolah menggendong seorang gadis kecil yang sedang pingsan. Lalu para tabib mulai menyiapkan tempat tidur untuk Layla. Ketika tempat tidurnya sudah siap, Xiao Gang pun meletakkan Layla ke tempat tidur tersebut. Terlihatlah wajah Layla yang pucat dan pipi yang kemerahan. ketika Kakak dan teman-teman seasramanya akan masuk ke dalam ruang pengobatan pun akhirnya di suruh tunggu di luar supaya tidak menggangu jalannya proses pengobatannya Tang Layla. Sementara itu kedua kakaknya sangat cemas sekali dan merasa bersalah karna mereka adik perempuannya jadi begini.
" Layla semoga kamu baik-baik saja" doa para temannya.
Sementara itu didalam ruang medis Xiao Gang sedang meracik obat untuk membantu pernafasannya Layla. Ketika Xiao Gang sedang ngecek keadaan tubuh Layla ada sesuatu yang salah kemudian ia memanggil para tabib untuk mengecek keadaan Layla juga.
" Para tabib, kesini dulu dan tolong cek keadaan tubuhnya Layla dengan Essence kalian sepertinya ada yang aneh" Kemudian pada tabib pun menuruti perintah Xiao Gang.
Ketika semua tabib mengecek keadaannya Tang Layla mereka merasa ada yang nggak beres. Tiba-tiba salah satu tabib yang sudah ahli sudah pernah mengalami kasus yang seperti ini pun mengatakan kepada kepala sekolah
" Kepala sekolah ini... Ini murid anda telah kehilangan emosinya. Dan ia akan lama bangunnya"
Semua orang didalam ruang medis pun terkejut. Mereka tau apa yang akan terjadi jika seseorang kehilangan emosinya. Semua orang yang ada didalam ruang medis menghela nafas. Mereka ngk tau apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Kemudian Xiao Gang dan para tabib membuat obat untuk menyembuhkan pipi Tang Layla. Setelah obatnya jadi salah satu tabib mengoleskan obat ke dua pipi Tang Layla. Setelah beberapa saat pipi yang semula merah dan bengkak menjadi berkurang bengkaknya. Setelah selesai mengobati Tang Layla para tabib pun kembali ke ruangan masing-masing. Dan menyisakan satu tabib perempuan dan Xiao Gang yang menjaganya.
Ketika para tabib keluar dari ruang pengobatan Mereka langsung di tanyai oleh kedua kakak Layla dkk.
" Para tabib, bagaimana keadaan adik kami?"
" Adik kalian masih pingsan." Ucap salah satu tabib.
Karna mendengar jawaban dari salah satu tabib, mereka pun panik dan langsung masuk ke ruang pengobatan. Ketika sampai di ruang pengobatan, terlihat seorang gadis kecil berkulit putih seputih susu yang masih terbaring lemah di tempat tidur. di pojok sampingnya ada Guru mereka dan seorang Tabib perempuan yang sedang menjaganya.
Sementara Tang San dan Tang Ray langsung menuju ke tempat Tang Layla terbaring lemah.
__ADS_1
Tang San yang melihat kondisi saudarinya pun langsung menanyakan keadaan saudarinya pada gurunya.
"Guru, apa yang terjadi dengan Xiao Layla?"
Gurunya pun menjawab bahwa Tang Layla hanya pingsan karna kelelahan saja.
Sementara Tang Ray yang mendengar bahwa adiknya hanya kelelahan saja pun tidak percaya begitu saja
" Guru bolehkah kita bicara berdua sebentar?" Tanya Tang Ray
" Tentu"
Xiao Gang mengajak Tang Ray untuk ke ruangannya. sesampainya di ruangannya ia pun memulai bicara.
"Apa yang mau kamu bicarakan padaku" tanya Xiao Gang.
"Guru, apa ada cara untuk membangunkan Layla lebih cepat dari waktunya. Dan sebenarnya Layla bukan karna kelelahan saja kan guru? Sebenarnya Layla kehilangan emosinya kan? " Ucap Tang Ray.
ketika Xiao Gang mendengar apa yang dikatakan Tang Ray ia terkejut
" Karna ikatan batin kita saling terikat."
Kemudian Tang Ray menunjukkan sebuah tato yang cahayanya Mulai meredup. dan tato tersebut Layla juga punya.
tato milik Tang Ray
tato milik Tang Layla.
" huhhh, ada satu-satunya cara untuk membangunkan Tang Layla tapi juga ada resikonya. Apakah kamu siap menerima resikonya?"
" Aku siap menerima resiko apapun untuk membangunkan adikku"
" baiklah, Sekarang kita ke ruang pengobatan."
__ADS_1
Ruang Pengobatan
Ketika Xiao Gang dan Tang Ray sampai di ruang medis Xiao gang menyuruh semua orang keluar. Setelah semua orang keluar. Mereka melakukan Ritual untuk membangunkan Layla. Pertama-tama Tang Ray harus berbaring di samping ranjangnya Layla. Kemudian ia menggenggam tangan Layla. Setelah menggenggam tangan Layla ia memejamkan matanya. Kemudian Xiao Gang membacakan sebuah mantra. Setelah selesai dengan Ritualnya dan menunggu hingga mereka berdua bangun dari pingsannya. Sudah tiga hari Tang Layla dan Tang Ray Belum sadarkan diri. Sementara Tang San juga telah menyelesaikan urusannya. Ketika Tang San kembali ia terkejut karna adiknya Tang Ray juga ikut tak sadarkan diri. Ia bergegas menuju ke ruang pengobatan dan menunggu kedua adiknya hingga siuman. Setelah beberapa jam Tang San menunggu mereka tiba-tiba salah satu jari Layla dan Ray mulai Bergerak-gerak. Ia pun segera mengabari para tabib. Para tabib yang mendengar bahwa salah satu jari Tang Ray dan Tang Layla bergerak-gerak. Salah satu tabib langsung pergi ke kantor kepala sekolah dan mengabari apa yang dikatakan oleh Tang San. Kemudian mereka bersama sama pergi ke ruang pengobatan. Mereka menunggu beberapa saat akhirnya Tang Layla dan Tang Ray telah siuman.
Ketika Tang Layla membuka matanya ia merasa ada yang pegang salah satu tangannya. Tiba-tiba ia melihat suatu kejadian ketika ia pingsan. Ia pun segera menoleh ke samping dan melihat bahwa Tang Ray mengorbankan emosinya untuk membangunkannya.
" Thanks bang. " Ucap Layla dengan nada datar.
Sementara Tang Ray hanya menganggukkan kepala.
Kemudian Tang Layla dan Tang Ray melihat kearah Tang San dan yang lainnya dengan muka datar.
" Syukurlah kalian berdua sudah sadar." Ucap Xiao Gang.
" Guru kenapa Xiao Layla dan Xiao Ray wajahnya jadi datar?" Ucap Tang San yang penasaran.
Xiao Gang hanya menghela nafas dan menceritakan kembali apa yang telah mereka berdua alami. Ketika Tang San mendengar penjelasan dari Gurunya ia pun syok mendengarnya.
" ap...a, bagaimana mungkin mereka berdua bisa kehilangan emosi." Ucap Tang San
" Apa yang harus aku katakan pada ayah nanti" batin Tang San
" Guru apa mereka bisa punya emosi lagi?" Tanya tang San.
" Tidak mungkin mereka bisa mempunyai emosi lagi." Ucap Xiao Gang. Tang San yang mendengar pun hanya bisa menghela nafas pasrah dengan keadaan.
"Kalian berdua istirahatlah besok kita akan pergi ke hutan spirit. Tang San persiapkan barang yang akan kamu bawa" ucap Xiao Gang.
" Baik guru" ucap Tang San
Tak lama kemudian mereka berdua di suruh tidur tapi sebenarnya mereka berdua masuk ke dalam ruang dimensi masing-masing. Hanya saja jiwa mereka yang masuk. Tang Layla dan Tang Ray langsung pergi ke dalam gua dan bersemedi untuk mengembalikkan kekuatannya seperti semula. Sementara Tang San tetap menunggu mereka hingga bangun.
Note: 1 menit di dunia nyata \= 1 hari di dimensi.
***jangan lupa like dan komen ya
bye bye 👋***
__ADS_1