Reinkarnasi Ke Dalam Dunia Sihir

Reinkarnasi Ke Dalam Dunia Sihir
Chapter 74 : Kemunculan Leluhur Iblis


__ADS_3

"Tunggu tuan.. apa saya akan benar benar menjadi bawahan anda???" Tanya Arata dengan serius.


"Ya, kamu mulai sekarang adalah bawahanku, dan mereka semua akan melatihmu untuk menjadi lebih kuat." Jelas Kidra.


Arata pun merasa sangat senang dan berdebar debar mendengar ucapan Kidra, karena ia akhirnya menjadi bawahan Kidra atau di sebut juga tangan Kanan Raja Iblis.


(Bom!!!)


Tiba tiba dinding kastil pun berlubang dan terlihat seseorang yang masuk secara paksa dari luar.


"Siapa itu?!, bagaimana dia bisa menerobos dinding kastil ini?!" Gumam Arata terkejut dan kebingungan.


Arata pun melihat kabut asap yang menutupi sosok orang yang menerobos dinding kastil itu.


(Swhoof!)


Tiba tiba kabut asap itu pun lenyap bersamaan dengan munculnya sayap Iblis laki laki itu.


"Oi oi!!!!!, kapan kita akan berperang!!!????!!!" Seru Iblis itu.


Aura Iblis itu pun langsung menyambar satu kastil itu yang membuat Arata menjadi sedikit ketakutan karena tekanan Iblis itu yang sangat kuat.


Tiba tiba Kenma datang dan memukul bahu Iblis itu.


"Jangan mengamuk di sini Ogiri" Ucap Kenma.


Iblis itu adalah Ogiri, ia adalah Tangan kanan Iblis tingkat ke dua, ia memiliki sifat pemarah dan hasrat membunuhnya yang tinggi.


"Benar kata Kenma, sebaiknya kamu bersabar saja menunggu waktu yang kamu nantikan datang" Ujar Iblis lainnya.


Ia adalah Iblis Tangan kanan Iblis ke 3 namanya Vio, Vio diberi julukan sang penghancur karena ia dapat menghancurkan kerajaan barat hanya sendirian.


"Hei Kidra, apa kau yakin mengangkat dia jadi bawahanmu?" Tanya Iblis lainnya.


"Ya, aku yakin, karena kita membutuhkannya" Jelas Kidra.


Iblis itu adalah Frey, Tangan kanan Iblis tingkat ke 4.


Terlihat 6 Iblis lainnya keluar dari ruangan tanpa alasan.


Kidra pun hanya membiarkan mereka keluar, Kidra pun memanggil Arata dan memberikannya sebuah cincin dengan lambang kepala tengkorak.


"Mulai sekarang kamu adalah bawahanku tingkat ke 11, jika kamu ingin naik tingkat, kamu dapat bertarung dengan bawahanku yang lainnya dan merebut peringkat mereka" Jelas Kidra.


Arata pun memakai cincin yang di berikan dan merasa sangat senang.


#Disisi lain


Sayu pun terus menangis ketakutan di pelukan Veliona.

__ADS_1


"Sudah.. tenang Sayu.." Ucap Veliona.


Rily pun datang mendekati mereka berdua dan bertanya "Kenapa dengan Sayu Vel?" Tanya Rily.


Veliona pun mengucapkan "Ia semalam mimpi buruk, dan hari ini benar benar terjadi" Ucapnya.


"Apa maksudmu Vel??" Bingung Rily.


"Sayu mimpi jika kakakku akan datang ke akademi, dan menghancurkan akademi, dan mimpinya menjadi kenyataan, kakakku benar benar datang, tetapi untungnya ada kak Dhia, kak Dhia langsung mengusir mereka dari akademi" Jelas Veliona


Rily pun terkejut mendengarnya dan bertanya kepada Sayu "Apa itu benar Sayu?"


Sayu pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Tidak hanya itu, Sayu juga bermimpi tentang seseorang dengan rambut putih, dengan kekuatan yang sangat tidak masuk akal, ia adalah Iblis dan sangat mirip dengan leluhur yang ada di dalam legenda" Jelas Veliona.


"Dia akan menghancurkan dunia ini" Jelas Veliona


Rily pun sangat terkejut mendengar ucapan Veliona dan sangat tidak percaya, ia pun membantah ucapan Veliona dengan mengucapkan "Mungkin itu hanya mimpi buruk, tidak mungkin ada orang yang bisa menghancurkan dunia ini" Ucapnya.


Veliona pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Jika itu benar benar menjadi kenyataan, kita juga tidak bisa berbuat apa apa" Ucap Veliona.


#Disisi lain


Zen pun terlihat terus berlatih dengan sangat giat, kali ini ia kembali di latih oleh Rex, ia di minta Rex untuk meningkatkan aliran 'Mana' miliknya dan menguatkan Inti sihir miliknya hingga mencapai titik Maximal.


Tetapi saat Zen sedang berlatih, Rex dan yang lainnya sengaja membuat keributan, mereka sengaja membuat suara berisik dan mengganggu Zen agar tidak konsentrasi.


"Jika mereka berisik begini bagaimana caranya aku untuk latihan!?!" Gumam Zen kesal.


Zen pun memutuskan untuk pindah tempat, tetapi Rex dan yang lainnya tetap mengikuti Zen dan terus mengganggunya.


Zen yang merasa kesal pun membiarkan mereka, dan terus fokus dengan latihannya.


"Fokus.." Gumam Zen.


(Bom!!!)


Suara ledakan yang besar pun muncul tepat di depan Zen, Rex dengan sengaja menganggu konsentrasi Zen.


Zen yang kesal pun langsung memarahi mereka "Hei! jika kalian terus seperti ini bagaimana aku bisa berlatih!?!" Kesal Zen.


Rex pun tertawa dan mengucapkan "Jika hanya seperti ini saja kamu sudah tidak konsentrasi, bagaimana kamu bisa berkembang? ahahaha"


Zen pun termenung sejenak.


"Sepertinya ada benarnya juga, ajaran yang ingin di berikan Rex bukanlah itu, tetapi ia ingin meningkatkan kefokusan dan konsentrasiku" Gumam Zen.


Zen pun duduk dan menutup matanya, ia berusaha meningkatkan aliran 'Mana' miliknya walau Rex dan yang lainnya membuat keributan.

__ADS_1


Rex pun tersenyum dan mereka pun kembali mengganggu Zen, tetapi kali ini Zen tidak memperdulikan mereka dan terus konsentrasi.


#Disisi lain


Koruga yang sudah bermeditasi selama satu minggu lebih pun akhirnya bangun dan membuka matanya ia pun sedikit menggores tangannya dan meneteskan darah ke lingkaran sihir yang sangat besar itu.


Seketika cahaya merah pun muncul dari lingkaran sihir yang sangat besar itu.


Iblis Iblis pun muncul dari lingkaran sihir itu, tetapi Iblis yang muncul tidak seperti Iblis biasanya, Iblis yang muncul adalah Iblis murni.


Iblis Iblis yang muncul dari lingkaran sihir itu adalah Iblis Kematian, Iblis Kehancuran, Iblis Kegelapan, Leviathan dengan wujud manusia, Chimera, Hydra, dan yang lainnya.


Koruga pun tersenyum dan mengucapkan "Selamat datang kembali kalian semua!"


Semua Iblis itu pun langsung tunduk dengan Koruga dan mengucapkan "Tuan muda!! kami siap mengorbankan nyawa kami demi anda! apa perintah anda?" Serentak mereka semua


Koruga pun menciptakan sebuah portal dan menyuruh mereka semua untuk masuk kedalam sana, mereka semua pun menuruti perintah Koruga dan langsung masuk kedalam portal dan portal itu pun menghilang.


Koruga menutup matanya.


#Disisi lain


Veliona yang sedang berusaha menenangkan Zen pun menyadari sesuatu yang aneh, ia pun melihat ke arah Zen yang sedang mengkristal.


Sebuah aura warna merah darah pun perlahan keluar dari kristal itu.


"Apa itu?" Gumam Veliona kebingungan.


Aura itu pun berkumpul menjadi satu dan menciptakan sebuah bola hitam yang besar.


Tiba tiba bola hitam itu pun pecah, di saat yang bersamaan Veliona dan yang lainnya pun merasakan tekanan yang sangat luarbiasa yang membuat mereka sangat ketakutan saat melihat Koruga.


Koruga pun membuka matanya dan melihat ke langit.


"Akhirnya aku keluar dari sini" Ucapnya.


Koruga pun melihat ke arah Veliona, Sayu, dan Rily.


"Haaaa!!!!!!!!" Tiba tiba Sayu berteriak histeris dan sangat ketakutan saat melihat Koruga.


"Tidak!!!!!!!" Teriak Sayu histeris.


Siyon dan yang lainnya pun langsung berlari mendekati Sayu saat mendengar teriakannya.


"Ap- apa ini???!? si- siapa diaa??!!" Gumam Dhia sangat ketakutan saat melihat Koruga.


Tidak hanya Dhia, bahkan semua orang yang ada di sana langsung merasakan ketakutan yang luarbiasa saat melihat Koruga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2