Reinkarnasi Ke Dalam Dunia Sihir

Reinkarnasi Ke Dalam Dunia Sihir
Chapter 75 : Ancaman Dunia


__ADS_3

"Sayu, kamu baik baik saja?!" Panik Siyon sembari mengecek keadaan Sayu, Siyon pun merasa lega melihat Sayu tidak terluka, tetapi ia masih kebingungan dengan Sayu, kenapa dia berteriak.


Siyon pun melihat Veliona yang sedang diam membatu dan terlihat sangat ketakutan, Siyon pun menepuk bahu Veliona tetapi Veliona tetap terdiam ketakutan.


"Hei Veliona? kamu baik baik saja?" Tanya Siyon.


Tetapi Veliona tetap terdiam dan tidak merespon Siyon sama sekali.


Siyon yang kebingungan pun melihat ke arah kiri, seketika ia pun terkejut dan sangat ketakutan karena Aura kehadiran Koruga yang sangat tidak masuk akal.


Koruga pun melihat mereka semua dan mengucapkan "Kenapa ada kutu di sini?" Ucapnya.


Koruga pun melihat sekitarnya, ia pun baru sadar jika ia berada di akademi.


"Tidak!! tidak!! tidak!! tidak!!!" Panik Sayu.


Sayu pun terus menangis sangat ketakutan karena hal yang ia mimpikan benar benar akan menjadi kenyataan, sosok yang ia mimpikan adalah Koruga, Koruga lah yang akan menghancurkan dunia.


"Dia di sini!! dia di sini!!!" Teriak Sayu sangat panik dan ketakutan.


"Apa yang aku lakukan!!??" Gumam Raft.


"Kenapa aku diam!!?, bagaimana bisa aku menjadi pahlawan jika begini!!!?!" Gumam Raft.


Raft yang ketakutan pun berusaha melawan rasa takutnya itu.


#Disisi lain


Koruga yang mendengar Sayu terus berteriak pun sedikit kesal, ia pun mengangkat tangannya dan mengucapkan "Tidurlah"


Seketika Sayu pun langsung tak sadarkan diri.


"Sayu!!!" Gumam Veliona sangat panik.


"Bergeraklah!!!!!" Gumam Raft sembari berusaha melawan rasa takutnya.


(Swof!!!)


Raft pun terkejut karena Siyon tiba tiba menghilang.


"C'Katana!!" Siyon pun muncul tepat di depan Koruga dan menciptakan Katana miliknya.


Ia pun langsung menebas Koruga menggunakan katana miliknya.


(Srk!!!)


Sebelum Siyon berhasil menebas Koruga, Koruga terlebih dahulu menusukkan sebuah batang besi berwarna hitam yang muncul tiba tiba di tangannya.


"Ghhh!!!!! Uhk!!!!" Siyon pun memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya.


"Bocah, lihatlah perbedaan level kita, kau bukanlah lawanku, kau bahkan tidak dapat mengalahkan Iblis rendahan seperti mereka... apa lagi melawanku.. sadari posisimu bocah!" Bisik Koruga dengan nada yang sangat menyeramkan.


"Ap..a b..agaimana.. bis.." Siyon pun seketika tak sadarkan diri.


"Siyon!!!" Teriak Raft sembari berlari ke arah Koruga.

__ADS_1


(Swof!!)


"Agh!!!!!" Tiba tiba Koruga muncul tepat di depan Raft dan langsung menendangnya dengan sangat kuat.


Raft pun terpelanting ke arah Veliona dan yang lainnya, mereka pun langsung menangkap Raft.


"Hei Raft?! kamu baik baik saja!?" Panik Rio.


Koruga pun melempar Siyon ke arah mereka.


"Siyon!!" Teriak Rara.


Rara pun langsung menangkap Siyon.


Tiba tiba bola api berwarna hitam yang sangat panas dan membara pun muncul di tangan Koruga.


"Akan ku beri kalian hadiah" Koruga pun melemparkan bola api itu ke arah mereka.


Dhia dan Haxor pun langsung melindungi Veliona dan yang lainnya menggunakan perlindungan sihir sekuat tenaga mereka.


"Protection!!!" Dhia/Haxor~


Bola api itu pun menghantam perlindungan sihir Haxor dan Dhia.


"Haa!!!!!!!!!!!!" Haxor dan Dhia pun terus menguatkan perlindungan mereka sekuat tenaga mereka.


(Booooooooommmmmm!!!!!!!!!!!!!!)


Ledakan yang luarbiasa dasyat pun tercipta.


Haxor dan Dhia pun mengambil kesempatan itu untuk menyelamatkan Veliona dan yang lainnya.


"Asap ini hanya menggangguku saja" Ucap Koruga sedikit kesal.


Koruga pun menjentikkan jarinya yang seketika semua kabut asap itu tersapu dan lenyap, di saat yang bersamaan, Koruga langsung menatap Dhia dan Haxor dengan tatapan tajam.


"Apa apaan ini?!!" Gumam Haxor.


Haxor dan Dhia pun merasakan tekanan yang luarbiasa dari Koruga.


Koruga yang pun menciptakan sebuah portal, ia masuk kedalam portal itu dan meninggalkan mereka semua.


"Dia pergi?" Bingung Dhia.


Haxor dan Dhia pun kebingungan, tetapi mereka masih terus waspada, mereka berfikir jika Koruga sedang berpindah tempat dan akan melakukan serangan dadakan.


Beberapa saat kemudian, Aura kehadiran Koruga yang mereka rasakan pun mulai hilang, Haxor dan Dhia akhirnya bisa tenang, tetapi mereka masih sangat kebingungan, karena Koruga meninggalkan mereka tanpa alasan.


"Siyon!!!!" Teriak Rara.


Haxor dan Dhia yang mendengar teriakan itu pun langsung lari ke arah Rara dan melihat kondisi Siyon yang sudah sekarat.


(Srk...)


Haxor pun langsung mencabut tongkat yang menancap di tubuh Siyon.

__ADS_1


"Healing!" Mereka berdua pun menggunakan sihir penyembuh untuk menyembuhkan Siyon.


"Lukanya tidak mau sembuh!" Ucap Dhia.


Rara yang mendengarnya pun sangat panik dan menangis.


Dhia pun menciptakan sebuah sihir penyembuhan tingkat tinggi.


"Hei Dhia!, jangan gunakan sihir itu!" Pinta Haxor.


"Hanya ini satu satunya cara, kita harus menyelamatkan Siyon, dia adalah sosok pahlawan di masa depan" Ucap Dhia.


"Jika tidak, dia akan mati, dan masa depan kita manusia, pasti sudah sangat gelap, aku akan melakukannya" Jelas Dhia.


"Healing!!" Dhia pun menyembuhkan Siyon dengan sihir itu walau ia tau konsekuensinya adalah nyawanya sendiri jika ia menggunakan sihirnya terlalu berlebihan.


"Kekuatanku yang sekarang tidak mungkin cukup!" Gumam Dhia.


Dhia pun menggunakan seluruh kekuatannya, partikel partikel berwarna hijau pun muncul mengelilinginya, matanya pun berubah menjadi hijau muda dan wujudnya pun berubah menjadi elf.


"Ha!!!" Dhia pun mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menyembuhkan Siyon.


Luka di tubuhnya pun mulai tertutup, beberapa saat kemudian, luka di tubuh Siyon pun tertutup, tetapi Dhia tiba tiba tak sadarkan diri karena kehabisan kekuatannya.


"Dhia!!!" Panik Haxor.


Haxor pun mengecek denyut nadi Dhia, dan ternyata Dhia masih hidup, Dhia hanya saja ia pingsan.


"Syukurlah dia baik baik saja..." Gumam Haxor.


Tiba tiba Dhia pun bangun dan mengucapkan "Aku mencintaimu Haxor..." Ucapnya.


Haxor pun seketika kebingungan, dan merasa aneh dengan Dhia.


#Disisi lain


"Pemimpin!!!!!" Teriak Veliona.


Ternyata Haxor dan Dhia dari tadi terpengaruh oleh mata Iblis Koruga, mereka berdua hanya terus terdiam saat kabut asap dari ledakan itu hilang, dan yang mereka lihat itu adalah halusinasi mereka di alam bawah sadar mereka berdua.


Koruga pun berjalan mendekati Veliona dan yang lainnya, ia pun menatap Veliona dan yang lainnya dengan tatapan mengancam, tetapi mereka semua hanya terdiam pasrah dan tidak melawan sedikitpun.


"Tch, aku tidak suka berurusan dengan orang seperti kalian" Ucap Koruga kecewa.


"Kalau begitu sebaiknya kalian semua tidur saja" Ucap Koruga.


Aura Koruga yang sangat kuat dan dasyat pun langsung menyambar semua orang yang ada di akademi, semua orang pun seketika pingsan termaksud Haxor dan Dhia.


"Reverse" Koruga pun memutar waktu mundur ke belakang, tetapi hanya berpengaruh kepada bangunan akademi yang sudah hancur, akademi yang sudah hancur pun perlahan lahan kembali seperti semula hanya dalam hitungan detik.


Koruga ingin membuat mereka semua seperti sedang bermimpi dan memalsukan keberadaannya


"Tch!" Koruga yang kesal pun menciptakan sebuah portal, ia pun masuk kedalam portal itu dan meninggalkan mereka semua.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2