
Ayon merenungkan sesuatu, entah apa yang dipikirkannya, "jika ke sana sendirian mungkin akan mudah namun jika membawa mereka bersebelas kurasa akan memakan waktu beberapa hari... Eh Wait!!"
Ayon memikirkan sejenak apakah bisa menggunakan jurus pedang tanpa batas untuk di naiki oleh orang. Kita tidak tau kalau mencobanya.
"Sistem apakah bisa aku menggunakan pedang tanpa batas, untuk di naikin?" Ayon bertanya dengan mata berbinar.
[Cari tau sendiri, saya tidak memilki kewajiban untuk memberitahu tuan karena saya juga enggak tau]
Ayon melihat panel itu segera mulai murung namun beberapa saat kemudian semangatnya kembali membara " Jika belum di coba maka enggak akan tau hasilnya kan? Pedang tanpa batas"
Syushh
Muncul sebuah pedang berwarna jingga dengan aura yang lembut yang menenangkan untuk sang pengguna namun jika musuhnya, maka akan melihat aura tersebut seperti melihat malaikat maut.
Ayon melangkahkan kakinya ke atas pedang dan Tap.... dia berhasil naik ke atas pedang, sungguh ajab Ayon berhasil naik ke pedang tersebut, setelah itu Ayon mengangkat mayat yang berserakan dan menaruhnya ke atas pedang dan kali ini hasilnya sama.
Namun mananya terkuras terus menerus namun ya saling nambah dan saling mengurangi, jadi mananya tetap dalam jumlah yang sama sekali tidak berbeda.
Ayon mengambil mayat necromancer dan menusukan pedang supaya bisa berangkat sebelum matahari tenggelam, mungkin beberapa orang mengira bahwa Ayon seorang psikopat namun dia hanya tidak ingin di curigai kalau bukan dia yang membunuhnya.
Ayon terbang dengan kecepatan sedang dan mayat yang di bawanya sesekali jatuh karena robek di bagian bawah perut dan kadang tembus kebelakang, dan mungkin kalian sedikit merasa aneh karena Epsode sebelumnya fokus tentang makanan dan sekarang tentang membawa mayat.
Ayon sampai di depan gerbang timur namun masih ada barier/Rune yang masih menghalangi jalan masuk ke kota, Ayon turun dengan perlahan dan masih membawa mayatnya di pedang.
Ada beberapa penjaga yang sedang menjaga daerah luar kalau ada kemungkinan terkena serangan suatu makhluk yang tak dikenal, Ayon berjalan dengan pelan dan melewati penghalang dengan mudah bak tak terjadi apapun.
"Siapa dia? Bukankah tidak ada yang bisa masuk ke kota kalau ada barier?" Bisik salah satu penjaga kepada penjaga lain.
"Kau tidak tau? Yang hanya bisa melewati barier dengan mudah hanya bisa di lakukan oleh bangsawan"
__ADS_1
"Dan lihat itu dia membawa mayat dengan pedang yang melayang.."
Semua penjaga di situ berbisik-bisik dan tak menyadari kalau perkataan mereka telah di dengar jelas oleh Ayon bukan jelas saja namun sangat jelas.
Ayon tak terlalu menghiraukan apa yang dibicarakan oleh para penjaga di depan gerbang tadi dan berjalan lurus ke guild petualang, sebelumnya dia mengambil misi karena ingin meminta kesepakatan oleh pencipta dunia ini, di tempat yang sepi... kalian tau kan kejadian si Zhen Long di gang kecil.
Nah karena itu Ayon tak ingin membuat keributan di kota ini, tak terasa Ayon sudah sampai ke depan guild petualang,
Kriiringg...
"...."
Tak ada yang menyambut dari dalam walau banyak orang, di sana hanya ada kesunyian dan rasa tegang di pikiran semuanya.
Ayon tak menindaklanjuti dan pergi ke resepsionis yang tersenyum saat melihat Ayon.
"Apa anda ingin menyerah?" Tanya nya yang mengira bahwa Ayon akan menyerah dan berhenti mengambil misi yang tidak bisa ia selesaikan.
Nuansa yang sebelumnya tegang sekarang malah semakin tegang karena Ayon, sang resepsionis terkejut dengan kondisi mayat yang di bawa Ayon, mayat yang masih berdarah, penuh tusukan dan sobekan di sana sini, yang dapat menggambarkan pemandangan di sana hanya perlu satu kata 'mengerikan'.
Semua mata memandang mayat yang dibawa oleh Ayon, mereka hanya dapat menelan ludah dalam-dalam, mereka sama sekali tak menyangka bahwa Ayon berhasil kembali dengan membawa mayat yang cukup banyak di sana juga ada beberapa pemain game, yang dapat melihat level seseorang.
mereka sangat terkejut dengan deskripsi status yang di tunjukan oleh mayat yang di bawa Ayon, dan mereka lebih terkejut bahwa mereka tak dapat melihat status Ayon.
beberapa orang ingin bertanya ke Ayon namun mengurungkan niatnya saat melihat mayat yang di bawanya,
"ehmmm tuan hoshi, apakah anda yang membunuh apa yang sekarang anda bawa?" resepsionis memberanikan diri dan bertanya ke Ayon, sudah pasti Ayon akan menjawabnya,
"Tentu saja memangnya siapa lagi? dan aku tadi cuman sendiri jadi siapa yang bisa nge bantu?"
__ADS_1
Resepsionis menganggukkan kepala, "kalau begitu misi anda menjadi tingkat S karena ada misi tingkat S untuk membunuh 10 pendeta Yatan dan 5 necromancer. "
Ayon terkejut mendengarnya dia tak mengira kalau sebenarnya dia menyelesaikan misi tingkat S yang sebelumnya tingkat A, dan dia lebih terkejut kalau hadiahnya cuman 5 manacore mid tier, mungkin untuk orang lain itu dapat membuat mereka hidup beberapa tahun tanpa khawatir dengan keuangannya.
sementara itu, Ayon sekarang sudah memiliki 2jt+ manacore high tier, dan dia sudah bisa seumur hidup tanpa kekurangan uang, bahkan jika ia perlu uang dia dapat menjual jasa membuat Rune.
"hmm yaudahlah toh aku hanya perlu ke Cruch of lightnes,"
setelah mengambil komisi, Ayon pergi ke luar dengan muka sedikit kecewa, seorang petualang merasa tak percaya dan menghentikan Ayon yang ingin keluar "HEYYYY!! SIAPA YANG PERCAYA KAU DAPAT MEMBUNUH PENDETA YATAN SENDIRIAN!!!"
pihak guild hanya bisa bilang dalam hati "nih nanti kayak raja harimau besi"
beberapa orang setuju dan menghalangi jalan keluar untuk Ayon, Ayon melihat itu tetap berjalan santai dan bergumam "pedang tanpa batas"
Syushh... muncul beberapa pedang yang mengarah ke orang-orang yang menghalangi Ayon dan orang yang berteriak tadi, mereka mengira itu hanya ilusi sehingga tetap menghalangi jalan keluar.
Ayon tinggal beberapa langkah dari mereka, dia mengira kalau mereka akan menjauh namun ternyata salah akhirnya.
Jlrp... Jlebb... Swusss... Jlrp...
Ayon tak langsung menusuk di titik vital namun dia hanya menargetkan tangan dan kaki sehingga butuh waktu untuk mereka mati, "apakah kalian masih meragukanku?"
"Ti... Tidak!! Ku.. kumohon jangan bu bunuh aku!"
mereka minta maaf setelah berbuat itu? hah, mati aja sono, mereka menahan sakit yang sangat sangat, walau ada pengaturan rasa sakit buat mereka dan mereka jadikan rasa sakit 0 itu takkan bisa dikarenakan skill itu dapat menghilangkan jiwa manusia.
mereka tetap memohon kepada Ayon yang bahkan Ayon tak dapat menolong mereka, kenapa? karena skill tersebut memiliki efek samping pada orang yang di tusuk namun tidak mati selama 30 detik maka jiwanya akan hancur saat itu juga.
Nich maap banget gak update padahal ini udah jadi dari 2 hari yang lalu namun pas aku kemaren mau up tiba tiba kuota abis jadi maap banget.
__ADS_1
dan seperti biasa jika mau like silahkan jika enggak gpp :)
See you next chap~~ :)