Reinkarnasi Ketubuh Putri Gemuk

Reinkarnasi Ketubuh Putri Gemuk
#S2 Perjalanan


__ADS_3

Tangis Haru telah menggema, Yuxia,menangis tersedu sedu, sebenarnya dia tidak tega untuk melepaskan kepergian Xiang Yu, apalagi dia anak yang selama ini Paling manja Padanya, Sang Dewi perang Jiang Li Yu saja tidak kuasa untuk menahan tangis nya, bagai mana pun Xiang Yu adalah kembaran nya, walau hanya berbeda lima menit saja, Li Yu menganggap mereka Berbeda lima tahun, karena saking polos dan lugunya si putri bungsu itu


Li Yu tidak bisa membayangkan, bagaimana Xiang Yu bisa tidur di sembarang tempat, tapi tenang saja, Bukan Kah Xiang Yu memiliki kalung Dimensi, maka jika malam tiba dia akan tidur didalam Ruang dimensi bersama para paman nya, Termasuk Yuren, Xiang Bay memerintah kan Yuren untuk mengikuti kemanapun Xiang Yu Berada,


Tugas itu memang berat, tapi karena rasa sayang nya pada Xiang Yu begitu besar, jadi dia menganggap pekerjaan ini ringan ringan saja


"Sudahlah bu, jangan menangis terus, lihat itu ingusmu sudah penuh ihh, apa ibu tidak malu dilihat oleh Jun" ucap Xiang Yu nyeleneh


mereka semua tergelak, dengan ucapan Frontal Si bungsu, inilah yang akan paling mereka rindukan pada Diri Xiang Yu, kepolosan dan Kebod0han nya hehe


"Pergilah adik, jaga dirimu baik baik, jika ada hal yang tidak bisa kau selesaikan, panggil saja kami, dan kami pasti akan datang" ucap Li yu lagi


Xiang Yu pun melambaikan Tangan nya kearah keluarga nya, ketika dia berbalik, air matanya menetes deras, tapi dia tidak mau terlihat Rapuh di hadapan keluarga nya, dia terus berjalan lurus sampai menghilang dari pandangan semua orang


Yuren Tau, nona nya ini tidak baik baik saja, namun dia tidak berani untuk berbicara, dan memilih untuk membiarkan Xiang Yu meluapkan emosi dan perasaan nya saja, agar dia lebih baik dan merasa Tenang


"Jangan menatapku terus paman, nanti kau jatuh cinta" ucap Xiang Yu


"Uhukk, uhukk"


Yuren sampai tersedak air liur nya sendiri, hatinya yang sedih berubah menjadi geram dan gemas dengan ucapan si bungsu yang tanpa filter itu


Satu jam Perjalanan mereka tiba di sebuah sungai Airnya jernih, dan banyak ikan


Xiang yu Turun ke sungai dan mencari beberapa ikan, dia akan memasak didalam ruang dimensi miliknya,


"Hey nona jangan lama lama, nanti masuk angin" tegur Yuren


"jangan cuma bicara paman, kalau kau tak mau aku lama, coba kau bantu, kan jadi cepat, cihh" umpat Xiang Yu


Yuren terkekeh, benar juga apa yang dikatakan si bungsu, lalu dia pun memutuskan untuk turun membantu Xiang Yu


Beberapa waktu kemudian ikan yang ditangkap oleh mereka sudah lumayan banyak, lalu Xiang Yu memutuskan untuk memasukan semua ikan kedalam Ruang dimensinya


"Ayo kita lanjutkan perjalanan, ikan itu untuk makan malam, ingat kau jangan tamak ya paman" ucap Xiang Yu,


Yuren hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal saja, karena siapa juga yang akan memasak ikan itu, dan memakan nya, ingin heran tapi dia adalah Xiang Yu, pikir Yuren


Disepanjang jalan, Xiang Yu terus meloncat dan berlari tanpa henti, dia ingin cepat cepat sampai ke desa Shiju dan menggoda Kaisar Xiao min, agar dia cepat pulang kembali kepada keluarganya


Tanpa Xiang Yu sadari, mendekati kaisar Arogan itu tidak lah semudah membalikan telapak tangan


Dalam sekejap Xiang Yu dan Shiju pun sampai di Desa Shiju, Yuren memandang nona nya, seperti yang di katakan Yuxia, Xiang Yu Harus menutup wajah nya dengan cadar, dan jika bisa hanya pada Xiao Min saja dia memperlihatkan wajah Cantiknya


"Pakai ini Nona" ucap Yuren memberikan cadar dari Yuxia


"Apa ini paman, ya ampun kita hidup di zaman apa, kenapa aku harus menutup wajah cantikku ini paman"? tanya Xiang Yu

__ADS_1


" Nyonya yang memerintahkan paman, agar nona mau menutup wajah, katanya untuk menjauhi mara bahaya" ucap Yuren


Xiang Yu berpikir sejenak, benar apa yang dikatakan Yuren, jika dia tidak menutup wajahnya, pasti akan banyak bahaya yang mengincar,


"Baiklah, kemarikan" Xiang Yu pun memakai cadar nya, Aura kecantikan tetap saja keluar walaupun dia memakai cadar sekali pun


"Ehm sepertinya aku harus sedikit menipu calon suami ku paman, bagaimana kalau aku menempelkan sesuatu disini, ini ibu yang memberikan nya" ucap Xiang Yu menempelkan sebuah Tanda palsu berwarna hitam di pipi nya, dan terlihat seperti tompel


Yuren terkekeh pelan, nona muda nya ini benar benar seorang yang humoris, dia sangat mirip jiang chen, walaupun jiang chen iblis, tp sifatnya manja dan Humoris, namun ketika marah, dia mampu mengguncangkan dunia


Xiang Yu sama seperti Yuxia,dan Lin Han dia senang berdiam diri diatas pohon


"Paman, bagaimana kalau kita membuat rumah pohon saja, kulihat tadi didalam hutan ada sebuah pohon yang besar dan rimbun, aku ingin tinggal disana saja" ucap Xiang Yu


"Tapi nona, disana pasti sangat banyak binatang buas, seperti ular, bagaimana jika saat kau tidur, ular itu masuk dan mematukmu" ucap Yuren


"Aiss paman, ada ada saja, apakah kau lupa,ibu sudah pernah mengajarkanku bagaimana cara membuat aray pelindung" ucap Xiang Yu


"Benarkah"? mata Yuren Berbinar, dia saja yang sudah berumur tidak bisa menggunakan ilmu itu, tapi Nona nya yang masih remaja, bisa menggunakan ilmu yang tidak sembarang orang mampu, termasuk jiang chen dan Xiang Bay, mereka tidak bisa menggunakan ilmu aray pelindung


" Baiklah, jadi bagaimana, apakah kita akan langsung ke hutan"?


"Dih paman, kita baru saja sampai, lihat kaki ku, kebas begini karena terus berlari, Aku ingin melihat lihat dulu suasana di pasar ini, ayo kita beli bahan makanan, bukankah kita punya banyak ikan di ruang dimensiku" ucap Xiang Yu


"Baiklah Nona"


"Kakek,berapa harga bumbu ini"? tanya Xiang Yu


" oh ini hanya Dua perunggu saja nona" ucap seorang kakek yang sudah tua renta


"Kakek, aku laparr" rengek seorang anak laki laki ,berusia sekitar enam tahun


"Sabar ya, kakek belum menjual satupun barang dagangan kita, nanti kakek pasti akan membeli sebuah bakpau untukmu" ucap sang kakek


"Benarkah, aku ingin bakpau daging ya kakek" nampak sebuah binar dimata anak tersebut, pakaian nya lusuh kurus tak terurus,membuat hati Xiang Yu terenyuh melihatnya


"Adik kecil apa kau sudah sekolah, kau tinggal dengan kakek mu ya"? tanya Xianyu mensejajarkan tinggi nya dengan anak tersebut


" Ayah dan ibu sudah meninggal, mereka mati karna di bantai oleh para bandit, aku tinggal dengan kakek saja, kami tidak mempunyai rumah" ucap nya polos


Mata Xiang Yu berbalik menatap kakek tua itu, nampak jelas dimatanya kesedihan yang sangat amat mendalam


"Kakek, kalian tinggal dimana"?


"Kami tidur dimana saja nona, dan dagangan ini bukan milik saya, saya hanya buruh saja, satu hari saya dibayar tiga perunggu saja, karna dagangan saya jarang ada yang membeli" ucap nya sedih


"Paman"

__ADS_1


Satu kata yang keluar dari mulut Xiang Yu sudah yuren Pahami, dengan cepat dia pergi membeli sekantong bakpau daging


"ini nona" ucap Yuren menyerahkan bakpau tersebut


"Terimalah adik kecil, hari ini makanlah dengan kenyang dan kakek, ambilah ini, Berdagang lah dengan usaha mu sendiri, semoga kalian sukses, soal tempat tinggal nanti paman ku akan memberikan kalian tempat yang layak, ya" ucap Xiang Yu


"Ya Dewa nona, tidak perlu, saya tidak ingin merepotkan nona pengembara yang Baik ini" ucap sang Kakek menolak dengan Halus


"Dewa mempertemukan kita, dan ini sudah tugasku untuk membantu kalian, bereskan dagangan mu kakek, Pergilah, bawa uang ini" ucap Xiang Yu


Kakek itu pun berterima kasih sambil berlinang air mata


"Apakah kau adalah Dewi"? tanya anak itu menarik narik Hanfu Xiang Yu


Xiang yu berjongkok dan memerlihatkan wajahnya yang bertompel


" Bagaimana aku bisa menjadi seorang dewi, wajah ku jelek sekali" ucap Xiang Yu


Anak itu meraba pipi Xiang Yu yang bertompel


"Tidak, kau adalah Dewi yang paling cantik di alam semesta, ibuku bilang manusia yang berhati baik adalah seorang Dewi" ucap anak tersebut


"Heehe, baiklah, kau harus belajar dengan Rajin, bantu kakek mu ya, jika ada sesuatu panggil saja jijie dengan ini" ucap Xiang Yu memberikan sebuah peluit


"Baiklah Dewi, terimakasih"


"Eh siapa namamu"? tanya Xiang Yu


" Namaku San Ru, dan kakeku bernama San Bei" jawabnya dengan wajah yang lucu


"Baiklah San Ru, pulang dan belilah baju baru, agar kau terlihat tampan" ucap Xiang Yu


Kakek dan cucunya itupun membungkuk hormat lalu pergi dengan hati yang bahagia


Yuren tersenyum, nona Nya memang titisan Dewi, karena itulah dia berhati Bersih dan Suci.



Visual Xiang Yu



ViSUAL YUREN


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2