
Firasat Han Li Hua pun tidak salah . Mereka memang sedang merencanakan sesuatu sambil meminum teh untuk menjebak Han Li Hua agar ayah dan kakaknya membenci Han Li Hua lagi.
“ ibu , kita harus melakukan sesuatu , kalau dibiarkan kejahatan kita akan terbongkar . Aku tidak mau dihukum mati” kata Han Shui.
“ ini ibu sedang memikirkan sebuah rencana Shui’er. Hmm ... Bagaimana kita menjebak dia tidur dengan orang asing” kata Mei Fang.
“ ide bagus ibu . Kau sangat pintar” kata Han Shui.
“ begini rencananya , pertama kamu mengundang dia meminum teh . Ibu akan membeli obat per***sang di toko obat di Ibu Kota dan mencari seseorang untuk dijadikan teman tidurnya dengan begini dia akan dibenci lagi oleh ayah dan kakak mu dan diusir dari Kediaman ini.Dan kamu akan menjadi nona pertama kediaman ini . hahahahah.” Kata Mei Fang.
Ternyata tanpa mereka ketahui rencana mereka telah diketahui oleh anak buah Chou dan orang suruhan Shen Qing Yuan . Anak buah Chou dan suruhan Shen Qing Yuan pun melaporkan rencana tersebut ke atasan masing-masing.
POV Orang Suruhan Shen Qing Yuan
“ lapor pangeran , mereka merencanakan nona untuk tidur dengan seseorang . Ibu tirinya akan membeli obar perangsang di toko obat Ibu Kota” kata orang suruhan Zhou.
“ apa!! Beraninya mereka . Baiklah aku sudah memiliki rencana . Kau kembali lah kekediaman Perdana Menteri” kata Shen Qing Yuan. “ aku memiliki rencana untuk menyamar jadi pengemis dan mendekati ibu tirinya Hua’er di toko obat Ibu Kota” kata batin Shen Qing Yuan.
POV END
__ADS_1
POV SURUHAN CHOU
“ Queen , firasat anda benar mereka memiliki rencana untuk menjebak Queen tidur dengan orang tak dikenal” Kata suruhan Chou.
“ mereka sudah keterlaluan!! Apa rencanamu Hua’er?” kata Lu Xi.
“ Hahahah. Bagus-bagus , aku akan mengikuti rencana mereka dan menukar teh itu untuk diminum kepada adik tiriku . Kita lihat senjata makan tuan . Setelah dia meminumnya aku akan memberikan kode untukmu agar memanggil kaisar ke kediaman Perdana Menteri” kata Han Li Hua.
“ Baik Queen” kata orang suruhan Chou.
“Lu Xi , kau kirimkan surat undangan atas nama adik tiriku ke Putra Mahkota. Rencana pembatalan dilaksanakan” kata Han Li Hua.
“ lebih baik sekarang aku istirahat dikamar” kata batin Han Li Hua.
POV END
Setelah Han Shui dan Mei Fang selesai minum teh. Mei Fang pergi ke toko obat Ibu Kota menggunakan kereta kuda yang sederhana dan menggunakan cadar agar tidak ketahuan. Mei Fang pun sudah sampai di toko obat.
__ADS_1
“ selamat datang , ada yang bisa saya bantu nona?” kata pemilik toko obat.
“ aku mencari obat per*angsang” kata Mei Fang.
“ obat itu tidak bisa dibeli secara sembarangan nona” kata pemilik toko obat.
“ kau ingin berapa? Aku bisa membayar berapapun yang kau mau" kata Mei Fang.
“ aku ingin 100 keping perak” kata pemilik toko obat.
“ ini uangnya” kata Mei Fang.
“ terima kasih nona” kata pemilik toko obat.
Pas ingin keluar tiba-tiba Mei Fang bertemu dengan seorang pengemis.
“ minta uang nona , saya belom makan seharian ini” kata pengemis.
“ hei kau, apakah kau ingin uang” kata Mei Fang dengan muka semeringah karena merasa beruntung tidak perlu susah payah mencari orang.
“mau nona , aku mau” kata pengemis.
__ADS_1
“ bagus , kau pergi ke kediaman ini , Lalu ikuti peta yang aku berikan. Ini aku bayar setengahnya dulu setengahnya lagi setelah kamu menyelesaikan tugas yang aku berikan” kata Mei fang. Setelah percakapan itu , pulanglah Mei Fang kekediamannya.