
Isak yg sudah tidur sedikit terbangun di jam setengah tiga pagi, karena tangan kanannya terasa berat dan pegal. Namun isak tidak berani mengangkat tangannya karena dia fikir istrinya sedang tidur pangkuan tangan isak.
Namun setelah jam 4 si isak bangun dia kaget ternyata istrinya tidur di samping kiri bukan di sebelah kanan si isak.
Tapi si isak tidak memikirkannya lagi, karena masih ngantuk dia pun kembali tertidur.
Selang beberapa menit isak mengalami sleeping paralysis. Dengan setengah sadar si isak melihat kuntilanak yg sedang berbaring di sampingnya sambil memegangi tangan kanan si isak.
Isak pun mencoba meronta dan berteriak sekuat tenaga namun suaranya tak kunjung keluar, isak sadar kalau dia masih tertidur.. Isak pun mecoba bangun dari mimpinya.
Sekuat tenaga isak mencoba membuka mata hingga ia terbangun di siang hari saat isak beranjak dari tempat tidur tiba-tiba saja si isak di peluk oleh tangan kuntilanak itu dan membanting tubuh si isak ke kasur.
Ternyata isak belum sepenuhnya terbangun dia masih terjebak dalam mimpinya. Berulang kali isak mencoba bangun namun isak terbangun pada mimpi yg lain. Hingga dia benar-benar terbangun saat istrinya membangun kan si isak.
"Kang.. Kang.. Kang" Kata ice membangunkan isak
"Hahahah... " Isak langsung terbangun dengan nafas panjang
"Akang kenapa" Tanya ice
"Akang ketindihan ceu" Jawab isak
"Makanya atuh kah sebelum tidur itu baca doa dulu " Kata ice
Isakpun langsung merangkul istrinya.
"Jangan tinggalin akang sendirian" Kata isak
"Ih sudah besar juga masih takut, sini biar ice kasih pelukan selamat pagi... " Kata ice memeluk suaminya.
Isakpun mulai tenang, energinya terkumpul lagi setelah mendapat pelukan dari istrinya.
***
Di tempat kerja isak menceritakan pengalaman nya pada rekan kerjanya. Oh ia si isak ini pegawai PNS di kelurahan Cijoho
"Met.. Akhir-akhir ini aku sering melihat penampakan" Kata isak
"Penampakan dimana? Apa rumah mu berhantu" Tanya memet teman kerja isak
"Tidak hanya di rumah met tapi setiap aku lagi sendiri, istriku dan orang lain tak pernah mengalami nya malah aku di anggap stres akibat pekerjaan" Kata isak
"Wah itu mah bukan kamu melihat penampakan sak, tapi dia yg menampakan diri pada mu" Kata memet
"Maksudnya met" Tanya isak
"Coba kamu ingat kapan pertama kali kamu sering melihat hantu itu" Tanya memet balik
"Mmm.. Kayaknya beberapa minggu sebelum menikah" Kata isak mengingat ingat
"Hantu itu jenis apa? Pocong, genderuwo, tuluy" Tanya memet
"Kunti met kuntilanak" Jawab isak
"Wah ini mah kamu di tempeli... Celaka sak jangan-jangan setan itu suka sama kamu" Kata memet
"Ah yg bener lu met, jgn nakut-nakutin atuh" Kata isak
__ADS_1
"Ini cuma spekulasi aku aja ya sak antara dia suka kamu atau kamu pernah tidak sengaja mengganggu tempat persemayaman nya" Ujar memet.
"Duh gimana ya met.. Hidupku jadi tidak tenang " Kata isak
"Gimana kalo kamu konsultasi saja sama ua mu.. Kan suami ua mu yg di warungkiara suaminya dukun terkenal abah Jontor lulusan Gunung cireme" Kata memet
"Tapi aku malas met kalo harus berurusan dengan paranormal. Akukan orang berpendidikan masa percaya begituan" Kata isak.
"Kamu kebanyakan main di kota sih jadi gaktau cerita orang tua jaman dahulu. Nih ya aku bilangin lulusan gunung cireme itu sudah terbukti pada punya nama seperti ki bejo, ki urat, ki jontrot, ua mu abah jontor, mak nini, nini dobleh, ki sarkam pokoknya banyak lagi dah" Ucap memet
"Ya sudah.. Aku juga itung-itung silaturahmi saja niatnya. " Ucap isak
"Oh ia sak. Aku lupa kalau memang spekulasi ku benar bahawa kunti itu menyukai mu bisa gawat" Kata memet
"Gawat gimana met" Kata isak kaget
"Kuntilanak kan setan perempuan, kalau dia cemburu istrimu bisa celaka" Kata memet
"Hah... " Ucap isak panik
Isak pun buru-buru pulang menuju rumahnya berharap tidak terjadi sesuatu pada istrinya.
"Ice... Ice... Ice Juice" Teriak isak memanggil-manggil istrinya. Isak mencari ke setiap ruangan namun istrinya tida ada, dia sudah mencari ke dapur, ke kamar bahkan ke kamar mandi tapi ice tidak di temukan.
"Setan.. Iblis... Dedemit.. Kembalikan istriku.. Huaaaa" Teriak isak di depan rumahnya.
Tak lama terdengar suara ice dari arah belakang isak
"Kang.. Ari akang cageur (sehat)" Kata ice sambil menenteng kantong belanjaan
....
"Duh.. Engkang naha teingteingan.. Duh engkang sok kabinabina, engkang sudah lupa waktu hidup sengsara tinggal di rumah tua... Waktu kita di desa" Senandung iceu sambil membolak balikan goreng ikan di wajan
"Ce... Kaos kaki akang kamu simpan dimana " Teriak isak dari dalam kamarnya
"Di lemari kang... " Saut ice
"Gak ada ini akang udah bolak-balik 3x nyari gak ketemu" Kata isak
"Aduh bentar ice lagi goreng ikan nanti gosong" Teriak ice.
"Ih buru atuh akang sudah telat" Kata isak
***
"Ini apa kang" Kata iceu yg hanya sekejap saja menemukan kaos kaki di anatara tumpukan baju
"Aneh tadi akang cari gak ketemu hehe" Kata isak
"Akang gak mau makan dulu" Tanya ice
"Nanti saja akang makan di warung ini udah siang, akang jalan dulu ya" Kata isak pamit.
Isak pun berangkat dari rumahnya... Di tengah perjalanan tiba-tiba saja ada kucing hitam menghadang laju kendaraan di isak.
Isak yg panik membanting stang motornya ke kiri hingga dia terperosok ke jurang.
__ADS_1
Saat isak terbangun dia sudah berada di suatu tempat entah di mana.
"Dimana aku.. Apa aku sudah mati" Gumam isak. Dia meraba tubuhnya namun tidak ada luka maupun sakit yg dia rasakan.
"Aneh aku tidak apa-apa padahal tadi aku jatuh ke jurang" Tanya isak.
Tak lama terdengar suara perempuan yg memanggil namanya.
"Kang isak... " Kata seorang perempuan yg memakai gaun putih
"Ia.. Mbak mengenal saya" Tanya isak
"Ia saya mengenal mu.. Saya sering memperhatikan mu, akhir nya kita bisa bertemu dan bicara " Kata perempuan itu.
"Maaf tapi mbak ini siapa kalau boleh tau" Tanya isak
"Nama saya diajeng panggil saja saya ajeng" Kata perempuan itu memperkenalkan diri
"Kok mbak tau saya, kenal saya sejak kapan" Tanya isak
"Sejak setahun yg lalu.. Saat kamu main ke sumur tua di desa padamiskin" Jawab di ajeng
"Padamiskin? Kalau tidak salah waktu aku masih KKN.. Tapi aku gak merasa pernah bertemu dengan perempuan ini, apalagi dia bilang sering memperhatikan ku apa maksud nya" Gumam isak.
"Mbak.. Ini dimana... Kampung apa ini namanya, kok saya belum pernah melihat tempat ini" Tanya isak
"Ini di alam ririwa.. Kamu sekarang berada di dunia ku" Kata ajeng
Isak pun mencoba mencerna perkataan diajeng.
"Maksudnya alam gaib? Apa saya sudah mati" Tanya isak tak percaya
"Tidak.. Kamu belum mati.. Ragamu masih ada di alam manusia, rohmu saja yg aku bawa ke alam lelembut" Kata diajeng
"Hah maksud nya gimana.. " Tanya isak kaget
"Ia.. Aku yg membawamu kemari, aku yg selalu hadir di saat kamu sendiri hihihi... " Jawab di ajeng
"Jangan-jangan Mbak ini kuntilanak yg sering mengganggu saya... Kenapa Mbak melakukan semua ini apa salah saya" Tanya isak
"Kamu tidak salah apa-apa kang isak, hanya saja aku terlalu mencintai mu, makanya kau tidak akan pernah ku lepaskan" Ancam diajeng
"Menikah dan tinggalah di sini bersamaku... " Kata diajeng sambil mendekati isak
"Tidak.. Aku sudah punya istri mana mungkin aku mau kawin sama dedemit " Kata isak yg lari kabur dari diajeng
"Hihihi... Percuma kamu kabur isak... Kemana pun kamu pergi kamu tidak bisa meninggalkan alam ini.. Hihihi" Kata diajeng
Isakpun lari mencoba menjauh dari diajeng namun dia tidak tau harus pergi kemana.
Di tengah jalan dia bertemu dengan kakek-kakek paruh baya.
"Tolong.. Ki.. Tolong saya ki" Kata isak
"Kamu manusia? Kenapa ada manusia di sini.. Kamu tidak seharusnya berada di sini" Tanya si kakek
"Itulah ki... Saya di bawa paksa ke sini sama kuntilanak" Jelas isak
__ADS_1
"Hah.. Kalau begitu ayo ikut Aki... " Ajak kake itu pada Isak